Mother&Baby Indonesia
Usia yang Tepat untuk Ajarkan Anak Rutinitas Harian

Usia yang Tepat untuk Ajarkan Anak Rutinitas Harian

Moms, tahapan perkembangan anak tidak hanya soal merangkak, berjalan, atau berbicara. Anda juga perlu memperhatikan milestone Si Kecil dalam mengerjakan beberapa rutinitas harian seperti berikut ini.

1. Menjawab Telepon

Si Kecil siap menjawab telepon dengan didampingi Anda saat ia telah mampu menyusun percakapan yang komplet atau sekitar usia 5-6 tahun. “Anak-anak perlu belajar etiket menggunakan telepon dan merasa nyaman berbicara dengan orang dewasa,” kata Sally Tannen, Direktur 92nd Street Y Goldman Center for Youth and Family di New York, seperti dilansir situs Parents.

Menginjak usia 7 tahun, anak seharusnya sudah bisa menjawab telepon dengan baik tanpa ada orang tua di sisinya. Ia mungkin belum mampu menjadi penyampai pesan yang andal. Tapi setidaknya, anak di usia ini sudah bisa meminta sang penelepon untuk menghubungi Anda kembali.



2. Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Percaya atau tidak, anak-anak sesungguhnya suka membantu orang tuanya. Saat Si Kecil berusia dua tahun, ia sudah mampu diberi tugas untuk menarik selimutnya, memberi makan hewan peliharaan, atau membantu mencuci piring. Syaratnya, Anda perlu menunjukkan kepadanya bahwa tugas-tugas tersebut adalah kebiasaan dan bukan sebuah ‘pekerjaan’.

“Jika Anda menjadikan tugas-tugas tersebut sebagai sesuatu yang menyenangkan, anak akan belajar bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga adalah bagian dari kegiatan keluarga,” jelas Dr. Laura Kastner, Ph.D., penulis Getting to Calm: The Early Years.

Setelah menginjak usia 7 atau 8 tahun, anak akan siap untuk melakukan tugas yang lebih berat, seperti membersihkan cermin di kamar mandi atau memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci.

“Jika menyinggung soal mengerjakan tugas rumah tangga, sesungguhnya yang menjadi pertanyaan adalah apakah Anda siap memberikan tanggung jawab itu? Di usia ini, anak sebenarnya bisa menerima beberapa tanggung jawab jika orang tua memiliki waktu dan tenaga untuk menciptakan rutinitas secara konsisten. Akan tetapi, tentunya Anda harus banyak bersabar ketika mengajarkan hal ini kepada Si Kecil”, lanjut Dr. Kastner.



3. Menggosok Gigi

Di usia 4 atau 5 tahun, Si Kecil sudah bisa belajar menggosok giginya sendiri. Namun tentunya dengan pengawasan Anda. Moms bisa membiarkan ia mencoba membersihkan giginya tanpa bantuan pada pagi hari. Tapi pada sesi menggosok gigi berikutnya, Anda tetap harus membantunya agar gigi Si Kecil bisa benar-benar bersih. Jika Anda rajin mengajarkan cara membersihkan mulutnya dengan benar, maka anak sudah siap menggosok gigi sendiri tanpa bantuan orang tuanya saat menginjak usia 6 tahun.

4. Minum dari Gelas

Siap atau tidak, sesungguhnya anak sudah harus meninggalkan kebiasaan menggunakan botol dot atau sippy cup (cangkir dengan tutup berupa dot) untuk minum, kecuali air putih, pada usia 1 tahun. “Membiarkan anak menggunakan sippy cup untuk minum jus atau susu sepanjang hari akan meningkatkan risiko gigi rusak pada anak,” ungkap Marc Lewin, M.D., seorang dokter keluarga di Charlotte, North Carolina.

Tak ada salahnya jika Anda mulai melatih Si Kecil menggunakan gelas kecil untuk minum susu sejak dini. Dan pastinya, jangan langsung marah jika anak menumpahkan minumannya ketika ia mulai belajar menggunakan gelas.

5. Mendapatkan Uang Jajan

Anda sesungguhnya tidak perlu memberikan uang jajan secara rutin hingga Si Kecil berusia 6 atau 7 tahun. Moms bisa mulai memberikan uang kepada anak dengan jumlah paling minimal dan menyediakan tempat baginya untuk menyimpan uang tersebut.

Perlahan, ajarkan anak bagaimana caranya menggunakan uang. Jika memang ia sudah siap, tak ada salahnya jika Anda membiarkan Si Kecil untuk melakukan pembayaran guna membeli mainan kecilnya. Jangan lupa juga untuk mengingatkan anak agar ia belajar menabung. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   milestone,   tahapan perkembangan anak,   rutinitas harian