Mother&Baby Indonesia
Polidaktili, Kelainan Jari yang Terjadi pada Bayi

Polidaktili, Kelainan Jari yang Terjadi pada Bayi

Setiap orang tua tentu mengharapkan buah hatinya terlahir dengan kondisi sehat dan memiliki anggota serta organ tubuh yang sempurna. Meski kehamilan telah dijaga dengan baik, terkadang bayi tetap terlahir disertai dengan adanya masalah.

Salah satu masalah atau kelainan bawaan lahir yang sering terjadi pada bayi adalah polidaktili. Dalam istilah medis, polidaktili adalah kondisi ketika bayi terlahir dengan jumlah jari tangan atau kaki lebih dari lima.

Istilah polidaktili berasal dari bahasa Yunani, yaitu polys yang berarti banyak dan daktylos yang berarti jari. Polidaktili dialami oleh setidaknya 1 dari 1.000 bayi. Kelainan bawaan ini bisa menurun dalam keluarga. Anak akan memiliki risiko lebih besar mengalami polidaktili apabila salah satu dari orang tuanya juga memiliki kelainan ini.



Penyebab Polidaktili

Penyebab Genetik

Adanya gen penyebab polidaktili pada janin bisa menyebabkan kelainan pada pertumbuhan anggota gerak saat kehamilan berusia 4-8 minggu. Ada 6 gen yang telah diidentifikasi sebagai penyebab polidaktili, yaitu GLI3, GLI1, ZNF141, MIPOL1, PITX1, dan IQCE.

Kelainan genetik lain yang bisa menyebabkan polidaktili biasanya berupa sindrom atau kumpulan gejala yang tidak hanya menyebabkan kelainan pada jumlah jari, tapi juga kelainan di organ lain, seperti jantung dan ginjal. Sindrom Down adalah salah satu sindrom yang berkaitan erat dengan polidaktili.

Penyebab Nongenetik

Penyebab ini tidak berhubungan dengan keturunan, melainkan dipengaruhi oleh faktor kesehatan ibu dan bayi ketika masih berada dalam kandungan. Ada beberapa faktor yang bisa membuat bayi berisiko mengalami polidaktili, yaitu:

• Bayi dari ibu penderita diabetes

• Bayi dari ibu penderita infeksi saluran pernapasan atas di trimester pertama

• Bayi dari ibu yang memiliki riwayat epilepsi



• Bayi dengan berat badan lahir rendah

• Bayi yang terpapar embrio thalidomide.

Jenis Polidaktili

Secara umum, ada tiga jenis polidaktili berdasarkan area tumbuhnya jari tambahan.

1. Polidaktili preaxial, yaitu tumbuhnya jari tambahan di sisi luar ibu jari atau jempol kaki.

2. Polidaktili postaxial, yaitu tumbuhnya jari tambahan di luar sisi jari kelingking pada tangan dan kaki.

3. Polidaktili pusat, yaitu tumbuhnya jari tambahan di tengah-tengah jari tangan atau kaki. Kondisi ini paling jarang terjadi.

Selain posisinya, kondisi jari tambahan pada penderita polidaktili juga berbeda-beda. Ada bayi dengan jari tambahan berbentuk sempurna seperti jari lainnya, tapi bisa juga tidak memiliki sendi atau bahkan hanya terdiri dari kulit dan jaringan lunak.

Penanganan Polidaktili

Pada sebagian kasus, terutama pada kasus yang tidak melibatkan kelainan di organ lain, polidaktili bisa dibiarkan hingga dewasa tanpa menimbulkan masalah kesehatan. Tapi kebanyakan polidaktili perlu ditangani sebelum anak berusia 2 tahun. Selain karena alasan estetika, tindakan untuk menghilangkan kelainan ini diambil agar anak tidak mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas yang melibatkan jari, misalnya menulis, mengetik, dan mengenakan sepatu yang pas dengan ukuran kakinya.

Penanganan polidaktili bisa berupa operasi atau klip vaskular. Opsi kedua dilakukan jika jari tambahan hanya terdiri dari jaringan lunak sehingga dokter bisa menempelkan klip vaskular di pangkal jari tambahan ini. Layaknya klip pada tali pusat, klip ini akan menghentikan aliran darah sehingga menyebabkan jaringan lunak mati. Setelah kering, jari tambahan akan tanggal dari jari yang normal. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   polidaktili,   kelainan bawaan










Cover Mei-Juni-Juli 2020