Mother&Baby Indonesia
Bayi Tidur Terus, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bayi Tidur Terus, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bayi memang menghabiskan lebih banyak waktu tidur ketimbang orang dewasa. Namun, apabila Si Kecil tidur terlalu sering, apakah hal tersebut wajar dan tak berbahaya? Ketahui berapa durasi tidur normal pada bayi serta penyebab dan cara mengatasinya bila Si Kecil tidur terlalu lama.

Berapa Durasi Tidur Bayi yang Normal?

Bayi Baru Lahir. Durasi tidurnya selama 16,5 jam sehari. Tetapi mereka terbangun tiap 2-4 jam sekali untuk menyusu. Hingga usia 12 minggu, sebagian besar bayi mulai memiliki pola tidur siang dan malam hari yang lebih terprediksi.

Usia 1-3 Bulan. Durasi waktu tidurnya akan menjadi 14-16 jam sehari. Jam tidurnya bisa terbagi menjadi 8-9 jam untuk tidur malam dan 6-7 jam untuk tidur siang. Di usia ini, bayi biasanya sudah mulai mengenali siang dan malam dan banyak menghabiskan waktu tidur di malam hari.



Usia 6 Bulan. Durasi tidurnya sebanyak 14 jam sehari. Umumnya durasi ini akan terbagi menjadi 3 jam untuk tidur siang dan 11 jam untuk tidur malam.

Usia 9-12 Bulan. Durasi tidur bayi akan sedikit berkurang menjadi 13,5 jam sehari, yang terdiri dari 11 jam tidur malam dan 2,5 jam tidur siang.

Penyebab Bayi Tidur Terus

Apabila Si Kecil tidur melebihi durasi tidur normal sesuai usianya, Hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini, Moms.

Kebiasaan di dalam Kandungan. Hampir seluruh waktu bayi dihabiskan untuk tidur selama ia masih dalam kandungan. Kebiasaan ini pun umumnya cenderung terbawa setelah ia lahir ke dunia. Bayi yang baru lahir jadi lebih nyaman untuk tidur dan mencari kehangatan.



Sakit. Apabila Si Kecil sedang sakit seperti flu atau demam, tentunya ia akan merasa lesu dan ingin sering beristirahat. Inilah sebabnya mengapa bayi terlihat ingin berbaring dan memejamkan mata terus. Jika Si Kecil memang sedang sakit, maka biarkan ia tidur lebih lama sebagai upaya melawan penyakit yang sedang menyerangnya.

Kelelahan. Bayi yang kelelahan juga dapat menjadi penyebab ia tidur terlalu lama. Kelelahan pada bayi bisa dikarenakan akibat diajak bepergian atau beraktivitas terlalu lama. Dengan tidur ia sedang berusaha untuk mengisi ulang energinya agar dapat beraktivitas kembali.

Sleep Apnea. Sleep apnea adalah sebuah kondisi di mana seseorang berhenti bernapas dalam tidurnya selama lebih dari 20 detik. Semua bayi bisa mengalami gangguan tidur ini, tapi bayi yang terlahir prematur lebih memiliki risiko tinggi mengalaminya. Sleep apnea akan membuat bayi terlihat lelah terus dan tidur lebih lama.

Apa yang Perlu Dilakukan Jika Bayi Terlalu Banyak Tidur?

Dilansir dari laman Mother&Baby UK, beberapa bayi memang lebih sering tidur di awal-awal kelahirannya, sehingga Anda perlu membangunkannya. Kondisi ini biasa terjadi, yang penting Anda perlu perhatikan beberapa tips berikut ini, Moms.

Alasan utama Anda perlu membangunkan Si Kecil adalah saat ia harus menyusu. “Jangan membiarkan bayi Anda tidak disusui lebih dari 5 jam,” tutur Dawn Kelly, seorang perawat sekaligus health visitor. Ia menambahkan, “Jika Si Kecil tidak bangun dari tidurnya, Anda bisa mencoba membangunkannya dengan cara mengganti popoknya atau melepaskan kain bedongnya agar ia sedikit merasa kurang hangat.”

Jika bayi Anda terlihat lebih sering terlelap daripada biasanya, bisa jadi itu merupakan tanda ia merasa kurang sehat. “Tidur lebih lama daripada biasanya bisa menjadi indikator ia kekurangan asupan, mengalami demam, dan ada yang ganjil pada dirinya. Namun, apabila ia tetap menyusu seperti biasanya, buang air kecil maupun buang air besar lancar, serta tampak ceria ketika ia bangun, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar Dawn. Bila Anda masih tetap khawatir, jangan abaikan insting Anda sebagai seorang ibu dan berkonsultasilah dengan dokter ya, Moms. (Binar MP/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   bayi tidur