Mother&Baby Indonesia
Tetralogy of Fallot, 4 Kelainan Jantung pada Bayi Baru Lahir

Tetralogy of Fallot, 4 Kelainan Jantung pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil lahir selamat dan sehat tentu menjadi harapan terbesar para calon orang tua. Sayangnya, beberapa penyakit bawaan bisa terjadi, walau Anda sudah menjalankan kehamilan dengan sangat baik. Salah satu masalah penyakit bawaan yang perlu diwaspadai adalah Tetralogy of Fallot atau biasa disingkat TOF.

Untuk meningkatkan kewaspadaan Moms dengan masalah kesehatan yang satu ini, mari kenali lebih jauh TOF pada bayi baru lahir.

Tetralogy of Fallot Adalah…

Tetralogy of Fallot (TOF) adalah penyakit bawaan yang memengaruhi peredaran darah normal melalui jantung. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ini terjadi ketika jantung bayi tidak terbentuk dengan sempurna seiring pertambahan usianya di dalam kandungan.



TOF merupakan gabungan dari empat penyakit bawaan yang meliputi kelainan pada jantung dan pembuluh darahnya, yaitu:

• Terdapat lubang di antara dua bilik jantung bagian bawah (atau ventrikel jantung). Kondisi ini juga dikenal sebagai ventricular septal defect.

• Terdapat penyempitan pembuluh arteri pulmonari dan katup pulmonari, yang lebih dikenal dengan nama pulmonary stenosis.

• Katup aortik (yang membuka aorta) membesar dan tampak terbuka dari kedua ventrikel. Sedangkan pada kondisi normal, katup ini hanya terbuka dari ventrikel kiri saja. Dalam kelainan ini, katup aortik berada tepat di atas ventricular septal defect.

• Dinding otot bilik jantung kanan bawah (ventrikel kanan) lebih tebal dari normalnya. Dalam istilah medis ini disebut dengan ventricular hypertrophy.

Dampak TOF pada Bayi

Bayi yang mengalami TOF atau kondisi lain yang berakibat cyanosis bisa mengalami masalah kesehatan seperti:

• Risiko tinggi mengalami infeksi di lapisan jantung yang disebut dengan endocarditis.

• Risiko tinggi mengalami ritme jantung tak beraturan, yang disebut dengan aritmia.



• Pusing, lemah, kejang, karena rendahnya kadar oksigen dalam darah.

• Tumbuh kembangnya tertunda dan tidak optimal. 

Bisa Dideteksi Sejak Hamil

Ada pemeriksaan saat hamil untuk mengetahui risiko kelainan bawaan dan masalah kesehatan lainnya. Tetralogy of Fallot bisa dideteksi saat USG, ketika dokter kandungan melihat bentuk janin dan pertumbuhan organ-organnya.

Ketika dokter mencurigai janin memiliki kelainan yang berpotensi terjadinya TOF, maka umumnya dokter akan melakukan echocardiogram untuk mendengar detak jantung janin. Tes ini bisa menunjukkan masalah struktur dan cara kerja jantung janin yang dicurigai mengalami TOF.

Perlu Banyak Operasi

Menurut CDC, bayi yang terlahir dengan TOF umumnya membutuhkan banyak operasi dan tindakan medis segera setelah ia lahir, karena TOF termasuk kelainan jantung kongenital kritis.

Kelainan kongenital (bawaan) ini bisa membuat tubuh bayi kekurangan oksigen, karena oksigen yang dialirkan ke seluruh tubuhnya tidak mengalir sesuai kebutuhan. Akibatnya, tubuh bayi bisa berubah berwarna kebiruan, yang disebut dengan cyanosis, sebuah kondisi di mana darah tidak membawa cukup oksigen.

Ketika dioperasi, dokter akan melebarkan atau mengganti katup pulmonari dan melebarkan saluran arteri pulmonari. Lubang yang ada di kedua bilik jantung juga akan ditutup, agar aliran darah ke seluruh tubuh lebih baik.

Menurut CDC, umumnya anak dengan TOF bisa hidup aktif setelah operasi, namun tentu kesehatannya perlu dipantau dengan sangat baik. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: tetralogy of fallot,   penyakit,   janin,   bayi baru lahir,   newborn,   kesehatan