Mother&Baby Indonesia
Prosedur Medis Setelah Persalinan yang Perlu Anda Tahu

Prosedur Medis Setelah Persalinan yang Perlu Anda Tahu

Persalinan merupakan salah satu perisitiwa paling menegangkan yang dirasakan oleh seorang ibu. Maka wajar bila Anda mulai merasa khawatir sejak beberapa hari sebelum Si Kecil lahir. Walau begitu, kekhawatiran ini dapat dikurangi dengan memahami apa saja yang akan Anda lewati sebelum, selama, dan setelah melahirkan.

Kali ini M&B merangkum beberapa proses medis yang biasanya dilakukan sesaat setelah Si Kecil lahir. Simak penjelasan berikut, Moms!

1. Sedot Lendir

Sesaat setelah Si Kecil baru lahir, dokter atau tim medis akan langsung menyedot lendir yang ada pada mulut, hidung, atau tenggorokannya. Hal ini dilakukan terutama pada bayi yang lahir melalui metode caesar, karena cairan pada paru-paru cenderung lebih sulit bersih secara alami. Selain itu, tim medis juga akan membersihkan tubuh Si Kecil dari lendir maupun cairan ketuban.



2. Pemberian Tetes Mata dan Vitamin K

Si Kecil akan segera mendapatkan tetes mata atau salep mata yang berguna untuk mencegah infeksi mata. Prosedur ini diberikan baik bagi bayi yang lahir melalui vagina maupun yang dengan metode caesar. Prosedur ini biasanya bisa ditunda. Tim medis juga memberikan vitamin K pada Si Kecil untuk mencegah perdarahan. Vitamin K diberikan setelah Inisiasi Menyusui Dini (IMD) atau sebelum mendapat imunisasi hepatitis B.

3. Tes APGAR

Tes APGAR adalah ‘ujian’ pertama dalam hidup Si Kecil. Dokter akan menilai denyut jantung, pernapasan, tonus otot, refleks gerak, dan warna kulit. Penilaian diberikan pada menit pertama dan menit kelima setelah bayi lahir. Bayi dengan nilai APGAR yang rendah langsung diberikan tindakan penyelamatan pertama. Tes ini mungkin tidak disadari oleh Anda, karena dilakukan di menit pertama kelahiran Si Kecil.

4. Pemeriksaan Tanda Vital Ibu

Selagi bayi menjalani tes APGAR maupun tindakan medis lainnya, tenaga medis akan memeriksa tanda-tanda vital Anda. Pemeriksaan meliputi pemantauan tekanan darah, denyut jantung, laju napas, dan jumlah darah yang keluar dari vagina atau perdarahan. Prosedur ini dilakukan untuk mendeteksi komplikasi pasca persalinan.



5. Penimbangan dan Pengukuran

Berat badan bayi biasanya ditimbang dalam kurun waktu setengah jam. Selain itu, tim medis juga akan mengukur tinggi badan dan lingkar kepala Si Kecil. Pengukuran ini dapat dilakukan beberapa jam setelah persalinan.

6.  Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan salah satu prosedur medis yang penting. Dalam waktu 30 menit hingga satu jam setelah lahir, bayi akan diletakkan di dada ibu dalam keadaan telanjang agar menjalani interaksi skin-to-skin contact dan menyusu secara alami.

Prosedur ini juga dapat dialami bila Anda menjalani persalinan caesar. Hanya saja, bayi harus dipastikan dalam kondisi baik-baik saja. Bayi yang lahir melalui persalinan caesar cenderung membutuhkan lebih banyak bantuan medis di awal, maka seringkali IMD baru dapat dilakukan setelah bayi dipastikan dalam keadaan sehat dan siap.

7. Pemeriksaan Saluran Kemih

Dokter juga akan mengawasi apabila Anda mengalami gangguan buang air kecil atau buang air besar. Umumnya, ibu yang melahirkan secara normal sudah dapat buang air kecil sendiri dalam kurun waktu 6-8 jam. Sementara ibu yang bersalin melalui metode caesar biasanya akan menggunakan bantuan kateter untuk proses berkemih setidaknya selama 24 jam. Gangguan saluran kemih dapat terjadi akibat pemberian obat anestesi saat proses bersalin maupun faktor psikologi. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: persalinan,   ibu melahirkan,   pemeriksaan medis