Mother&Baby Indonesia
Mengapa Persalinan Bisa Mundur dari HPL?

Mengapa Persalinan Bisa Mundur dari HPL?

Waktu bersalin merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu di dunia, termasuk Moms, kan? Rasa khawatir dan kegembiraan semakin meluap seiring dengan mendekatnya hari perkiraan lahir (HPL). Tapi ada beberapa bayi yang lahir lebih cepat, ada pula bayi yang lahir agak lama bahkan melewati HPL.

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2006 oleh Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG), 60 dari 100 perempuan melahirkan pada atau sebelum HPL dan 5 dari 100 perempuan mengalami persalinan lewat HPL.  Walau begitu bila kehamilan tetap berjalan dua minggu melebihi HPL, maka kondisi ini secara resmi dinyatakan sebagai post-term atau overdue pregnancy. Lalu, mengapa persalinan bisa mundur dari HPL? Ini beberapa penyebabnya, Moms.

1. Kehamilan Pertama

Bila ini adalah kali pertama Anda hamil, maka mungkin saja Anda akan melahirkan mundur dari HPL. Anak pertama cenderung lahir tak tepat waktu, baik terlalu dini atau terlambat. Menurut sebuah survei di Amerika Serikat, sekitar 80-83% ibu yang baru pertama kali hamil melahirkan di minggu ke-39 hingga minggu ke-41.



2. Miskalkulasi HPL

Dokter biasanya memprediksi HPL dengan mencatat hari pertama siklus haid terakhir dan mengukur ukuran rahim sejak awal kehamilan. Tetapi siklus haid yang tak melulu teratur dan ingatan tentang kapan terakhir haid yang tidak akurat membuat penetapan HPL tidak tepat 100%.

Melakukan tes USG yang terlambat juga dapat memengaruhi miskalkulasi HPL. Sebenarnya, tidak ada HPL yang benar-benar tepat, kecuali pada kehamilan yang melalui metode IVF atau bayi tabung. Itu pun masih dapat berubah sesuai dengan kondisi kehamilan secara keseluruhan.

3. Riwayat

Ibu yang melahirkan lewat dari HPL cenderung memiliki riwayat keluarga yang sama. Melansir CNN, dr. Daniela Carusi, direktur ginekologi umum dan bedah kebidanan di Brigham and Women’s Hospital di Boston, mengatakan, “Riwayat keluarga akan persalinan lewat HPL merupakan prediktor yang lebih kuat dibandingkan fakta bila ini adalah kehamilan pertamanya.” Selain itu, menurut IQWiG seorang ibu yang sudah pernah melahirkan anak melebihi HPL cenderung akan mengalami persalinan yang mundur HPL lagi di kehamilan selanjutnya.



4. Obesitas

Obesitas maternal telah lama diketahui berkaitan dengan persalinan yang mundur dari HPL. Persalinan yang mundur bisa disebabkan oleh pengaruh berat badan berlebih pada respons tubuh terhadap persalinan. Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia menemukan bahwa tubuh ibu yang kelebihan berat badan cenderung tidak mendapat respons yang baik saat persalinan mulai terpicu.

5. Posisi Bayi

Persalinan lewat HPL juga bisa disebabkan oleh posisi bayi yang belum siap lahir. Bila hingga tiba saatnya HPL tapi kepala Si Kecil tak berada di posisi siap lahir (yakni menghadap bawah, menuju jalan lahirnya), maka persalinan bisa menjadi mundur atau dokter akan rekomendasikan persalinan melalui metode lain, yaitu melalui metode caesar.

6. Usia Ibu

Ibu yang hamil di usia lebih dari 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami persalinan mundur HPL dibandingkan dengan yang tidak. Kondisi tubuh dan berbagai gangguan kesehatan yang lebih sering dialami oleh ibu hamil berusia lebih dari 35 tahun menjadikan ia cenderung untuk melahirkan lewat HPL. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: persalinan,   ibu melahirkan,   hpl