Mother&Baby Indonesia
Menggigil Usai Melahirkan, Normalkah Dialami?

Menggigil Usai Melahirkan, Normalkah Dialami?

Saya melahirkan kedua anak saya melalui operasi caesar. Proses persalinan masing-masing anak berjalan dengan lancar. Akan tetapi, saya ingat badan saya gemetar hebat beberapa saat setelah meninggalkan ruang operasi. Apakah Moms memiliki pengalaman yang sama?

Menggigil atau tremor memang kerap dialami ibu setelah melalui proses persalinan, baik melalui operasi caesar maupun pervaginam. Sebagai catatan, beberapa ibu bahkan mulai menggigil ketika proses kelahiran masih berlangsung. Sebuah penelitian di Amerika Serikat bahkan menunjukkan bahwa 22 dari 50 ibu, atau 44 %, mengalami postpartum shivering (menggigil setelah melahirkan).

Mengapa Bisa Menggigil?

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang membuat tubuh ibu menggigil setelah melalui proses persalinan. Akan tetapi ada dugaan, hal tersebut berkaitan dengan beberapa faktor berikut ini. 



1. Hormon

Pada proses persalinan, hormon oksitosin akan dikeluarkan dalam jumlah besar sehingga menimbulkan kontraksi. Selain itu, ada pula hormon stres seperti adrenalin atau epinefrin dan kortisol. Munculnya hormon oksitosin dalam jumlah besar, plus hormon stres dan temperatur di ruang bersalin yang cukup dingin bisa menimbulkan reaksi kejut. Hal inilah yang diduga memicu terjadinya tremor pada saat atau setelah persalinan.

2. Kerja Keras

Mengeluarkan bayi dari rahim Anda memerlukan kerja keras. Seluruh tubuh Anda bekerja sedemikian rupa agar Si Kecil bisa keluar. Hal tersebut bisa membuat temperatur tubuh Anda meningkat. Nah ketika Si Kecil sudah keluar, tubuh Anda akan berusaha untuk mengatur temperatur agar kembali seperti semua. Hasilnya? Anda mungkin akan menggigil atau gemetar. Reaksi tubuh semacam ini sebenarnya juga terjadi ketika Anda buang air kecil.

3. Ketidakcocokan Darah

Ada teori terbaru yang mengatakan bahwa ibu menggigil karena adanya ketidakcocokan darah antara sang ibu dan bayi. Para ahli berpendapat bahwa saat proses persalinan, mungkin ada sedikit darah bayi yang masuk ke aliran darah ibu sehingga memicu rasa dingin atau membuat ibu menggigil. Akan tetapi teori ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut lagi.

4. Kontak dengan Air Ketuban

Dalam proses persalinan, terkadang cairan ketuban dapat masuk ke aliran darah ibu. Biasanya hal ini terjadi pada operasi caesar. Efeknya, tubuh ibu akan bergetar, munculnya rasa dingin, dan tekanan darah menjadi rendah.



5. Infeksi

Dalam beberapa kasus, ibu juga akan mengalami demam saat proses persalinan. Adanya infeksi membuat suhu tubuh Anda meningkat. Guna mengatasinya, tubuh Anda akan berusaha mendinginkan diri sendiri sendiri sehingga menimbulkan gemetar hebat.

6. Cairan Infus

Pada situasi tertentu, Anda perlu diinfus. Hasilnya mungkin Anda akan merasakan sensasi dingin dan menggigil. Hal ini terjadi karena cairan infus lebih dingin daripada suhu tubuh normal. Dan ketika memasuki sistem tubuh, maka cairan tersebut akan memengaruhi regulasi temperatur internal Anda.

Bagaimana Mengatasinya?

Biasanya, gemetar usai melahirkan akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi Anda juga bisa melakukan beberapa cara berikut guna mengurangi rasa gemetar atau tremor tersebut.

• Menjaga tubuh agar tetap hangat. Jika diperlukan, Anda bisa meminta selimut tambahan dari pihak rumah sakit. Dengan begitu, Anda bisa merasa lebih hangat dan rileks.

• Memeluk bayi. Melakukan kontak kulit dengan bayi bisa menurunkan hormon stres dan memproduksi oksitosin yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh ibu.

• Beristirahat. Setelah melalui proses persalinan, Anda bisa meminta dipindahkan ke tempat yang tenang untuk beristirahat sehingga membantu meredakan adrenalin.

• Obat. Jika rasa gemetar dibarengi dengan demam, Anda mungkin memerlukan obat atau antibiotik. Selain itu, biasanya Anda akan diberi lebih banyak waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu melahirkan,   persalinan,   menggigil usai melahirkan,   postpartum shivering