Mother&Baby Indonesia
4 Hal yang Paling Sering Menyebabkan Keguguran

4 Hal yang Paling Sering Menyebabkan Keguguran

Hamil merupakan anugerah sekaligus momen istimewa bagi seorang ibu. Namun terkadang, kehamilan tidak berjalan lancar sehingga memicu terjadinya keguguran.

Secara medis, keguguran dapat diartikan sebagai berhentinya kehamilan dengan sendirinya saat usia kandungan belum mencapai 20 minggu. Penyebab keguguran sangat beragam pada tiap wanita. Tidak semua kondisi keguguran disebabkan oleh sang ibu. Berikut adalah pemicu keguguran yang paling sering terjadi.

1. Kromosom Abnormal

Lebih dari separuh keguguran dalam 13 minggu pertama kehamilan dipicu oleh masalah kromosom bayi. Kromoson mengandung gen yang menentukan sifat unik bayi, seperti warna rambut dan mata. Janin tidak dapat tumbuh dan berkembang secara normal apabila ada kromoson yang rusak atau jumlahnya tidak tepat.



Yang perlu diperhatikan, keguguran karena kromosom bukan salah ibu. Jadi jangan merasa bersalah apabila hal ini terjadi pada kandungan Anda. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang kromosom abnormal:

• Tidak ada cara untuk mencegah masalah kromosom terjadi.

• Seiring dengan bertambahnya usia, terutama di atas 35 tahun, risiko ibu untuk mengalami masalah kromosom secara khusus dan keguguran secara umum meningkat.

• Keguguran dari masalah kromosom biasanya tidak terjadi lagi pada kehamilan berikutnya.

2. Kondisi Medis

Keguguran selama minggu 13 hingga 24 (trimester kedua), sering terjadi akibat adanya kondisi medis tertentu pada ibu. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang berpotensi untuk meningkatkan risiko keguguran:

• Infeksi seperti cytomegalovirus atau campak Jerman.

• Penyakit kronis yang tidak terkontrol dengan baik, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

• Penyakit tiroid, lupus, dan gangguan autoimun lainnya.

• Masalah dengan rahim atau leher rahim, seperti fibroid, rahim berbentuk tidak normal atau serviks yang terbuka dan melebar terlalu dini, serta masalah pada serviks lainnya.

3. Gaya Hidup

Kebiasaan atau gaya hidup ibu hamil juga bisa memengaruhi kondisi kandungan. Tingkat risiko keguguran akan semakin besar apabila ibu hamil memiliki kebiasaan:



• Merokok. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko keguguran akan bertambah jika ibu hamil sering terpapar asap rokok dari pasangan atau lingkungannya.

• Mengonsumsi minuman beralkohol.

• Menggunakan obat-obatan terlarang.

4. Bahaya dari Lingkungan

Selain menjadi perokok pasif, zat-zat tertentu di lingkungan ibu hamil seperti rumah atau tempat kerja, juga bisa meningkatkan risiko keguguran. Hal ini meliputi:

• Pestisida untuk membunuh serangga atau tikus.

• Kandungan arsenik yang mungkin mencemari air.

Mencegah Keguguran

Meski terkadang keguguran tak dapat dihindari, Moms bisa meminimalisasi terjadinya hal ini dengan melakukan langkah-langkah berikut:

• Melakukan pemeriksaan pra-konsepsi.

• Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sehingga dokter bisa mendeteksi secara dini dan mencegah terjadinya masalah.

• Hindari gaya hidup yang bisa meningkatkan risiko keguguran.

• Berkonsultasi dengan dokter apabila Anda pernah memiliki riwayat keguguran. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: keguguran,   kehamilan,   ibu hamil