Mother&Baby Indonesia
Ibu Hamil Sering Sakit Kepala, Ini Penyebabnya

Ibu Hamil Sering Sakit Kepala, Ini Penyebabnya

Selain mual dan muntah, sakit kepala merupakan gangguan yang kerap dialami oleh wanita yang sedang menjalani masa kehamilan. Saat hamil, banyak wanita yang mengalami sakit kepala. Ada yang hanya muncul sesekali, tetapi ada juga yang sering mengalaminya.

“Sakit kepala memang kadarnya dapat sedikit bertambah jika Anda sedang hamil,” ujar Daghni Rajasingam, seorang ahli obstetrik asal Inggris. Bahkan, seorang wanita yang belum pernah mengalami migrain, bisa saja terkena migrain saat hamil.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan ibu hamil sering mengalami sakit kepala? Dirangkum dari berbagai sumber, ini sejumlah penyebab sakit kepala selama masa kehamilan, Moms.



1. Kurang istirahat

Perubahan hormonal selama masa kehamilan bisa berdampak pada terganggunya siklus tidur ibu hamil. Belum lagi peningkatan frekuensi buang air kecil akibat pertumbuhan janin yang menekan kandung kemih Anda, atau rasa cemas memikirkan kehamilan. Semua itu bisa berdampak pada kurangnya bumil mendapatkan istirahat yang cukup. Alhasil, sakit kepala pun bisa muncul.

2. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan kondisi tubuh kekurangan asupan cairan. Jika bumil kekurangan cairan atau dehidrasi, secara otomatis tubuhnya akan memberikan respons yang menyebabkan kepala pusing hingga sakit kepala ringan. Selain itu, dehidrasi saat hamil tidak hanya berbahaya buat Anda, tapi juga janin di dalam kandungan. Untuk mengantisipasi kekurangan cairan, bumil perlu mengonsumsi 10-12 gelas air dalam satu hari.

3. Kadar gula rendah

Sakit kepala yang dialami bumil bisa juga merupakan tanda rendahnya kadar gula dalam darah Anda. Umumnya, kondisi ini terjadi karena kurang tercukupinya asupan makanan dan gizi bumil. Karena itu, pastikan Moms mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang yang dibutuhkan selama menjalani masa kehamilan, ya.

4. Kurang aktivitas fisik

Saat hamil, Anda memang disarankan untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Namun, terlalu banyak duduk, berbaring, maupun tidur, juga kurang baik untuk Anda, Moms, karena bisa menyebabkan penumpukan cairan di bagian-bagian tertentu di tubuh Anda. Cobalah melakukan olahraga ringan di pagi atau sore hari. Aktivitas ini bisa melancarkan sirkulasi darah dan membantu menyuplai oksigen segar ke dalam otak, sehingga mencegah terjadinya sakit kepala.

5. Pre-eklampsia 

Sakit kepala yang sering menyerang bumil bisa jadi merupakan tanda adanya pre-eklampsia. Biasanya, gangguan ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah di tubuh. Gejalanya adalah tekanan darah yang tinggi (hipertensi), sakit kepala dan sering pusing, bengkak di pergelangan kaki, nyeri pada ulu hati, dan pandangan kabur.



Mengatasi Sakit Kepala

Bila Moms merasa sakit kepala, jangan langsung mengonsumsi sembarang obat! Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, yakni:

1. Cobalah untuk lebih banyak beristirahat dan melakukan relaksasi untuk menghindari stres.

2. Konsumsi makanan sehat. Perbanyak buah, sayur, dan asupan cairan.

3. Bila memungkinkan, lakukan aktivitas fisik ringan. Dan jika diperbolehkan dokter, Anda bisa mencoba kelas yoga untuk kehamilan.

4. Bila sakit kepala terasa mengganggu, Anda boleh mengonsumsi obat parasetamol untuk membantu meredakannya. Namun, Moms harus konsultasikan terlebih dulu dengan dokter untuk memastikan dosis dan jangka waktu pemakaian yang sesuai bagi ibu hamil.

5. Bila di trimester kedua kehamilan Moms merasakan sakit kepala yang tergolong baru, terasa di kepala bagian depan dan tidak mereda oleh parasetamol, segara konsultasikan ke dokter. Ada kemungkinan ini tanda pre-eklampsia. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   sakit kepala