Mother&Baby Indonesia
Jerawatan saat Hamil, Amankah Memakai Obat Jerawat?

Jerawatan saat Hamil, Amankah Memakai Obat Jerawat?

Masalah kulit seperti jerawat tidak semata dialami oleh remaja. Jerawat bisa datang menyerang siapa pun dan kapan pun, tak terkecuali pada ibu hamil. Buat Moms yang sebelum hamil mungkin memiliki kulit wajah mulus, bisa saja saat hamil tiba-tiba dihampiri jerawat, bukan sekadar satu atau dua, tapi malahan mungkin banyak dan memenuhi wajah Anda.

Jerawat pada wanita hamil biasanya muncul di trimester pertama. Produksi hormon androgen yang lebih banyak di masa kehamilan memang bisa memicu munculnya jerawat di wajah. Hormon ini merangsang kulit untuk memproduksi lebih banyak minyak bernama sebum.

Selama hamil pun Anda tetap beraktivitas dan terpapar udara yang bisa menyebabkan munculnya sel-sel mati. Jika sel-sel mati tersebut bercampur dengan sebum, hal ini akan membuat bakteri berkembang biak dengan cepat dan akhirnya timbul jerawat di wajah Anda.



Jangan Sembarang Pakai Obat Jerawat!

Sayangnya, di saat hamil Anda tidak bisa dengan bebas menggunakan sembarang obat jerawat. Bukan berarti tidak bisa diobati, namun Anda harus memperhatikan kandungan obat jerawat yang ingin Anda gunakan. Obat yang harus dihindari adalah yang mengandung asam salisilat di atas 2%, termasuk kandungan BHA.

Banyak dokter yang melarang wanita menggunakan krim wajah yang mengandung Retin A di masa kehamilan. Menurut Dr. Grace NS Wardhana, SpKK, dari Brawijaya Women and Children Hospital, sebetulnya belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kandungan Retin A memang berbahaya bagi janin. Namun, karena pemakaian Retin A dalam jangka panjang bisa memberikan efek sistemik pada kulit (contohnya alergi), maka meski risikonya kecil, sebaiknya tetap dihindari.

Untuk mengobati jerawat saat hamil, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan Anda, agar tahu kandungan obat apa saja yang aman dan tidak aman bagi bumil. Menurut Heidi Murkoff, penulis buku seri What to Expect, ibu hamil dilarang menggunakan obat jerawat yang mengandung isotretinoin, benzoil peroksida, dan tretinoin. Kandungan itu dapat mengakibatkan cacat lahir serius pada bayi.

Cara Alami untuk Atasi Jerawat saat Hamil

Daripada asal memakai obat jerawat yang belum tentu aman buat Anda dan janin, kenapa tidak memakai obat yang sifatnya alami dan aman untuk Anda, Moms? Anda bisa memakai bahan-bahan alami berikut ini untuk mengatasi jerawat.

1. Cuka sari apel

Untuk penggunaannya, campurkan 1 sendok makan cuka apel dengan 3 sendok makan air. Rendam kapas dalam larutan tersebut, lalu tepuk kapas pada wajah untuk menyerap minyak berlebih. Selain mengurangi minyak pada wajah, kandungan enzim dan asam alfa hidroksi di dalamnya akan membantu mengatasi jerawat.



2. Buah sitrus

Lemon, jeruk nipis, atau jeruk biasa mengandung zat bernama alpha hydroxy acid (AHA). Tanpa campuran apa pun, usapkan buah ke wajah Anda atau celupkan kapas ke dalam air perasan buah tersebut dan diamkan hingga kering. Kemudian bilas dengan air dingin, sehingga sel-sel kulit mati akan terbuang dan pori-pori pun akan terbuka.

3. Madu

Selain membuat wajah lebih kencang dan lembap, madu juga bisa menjadi obat alami untuk mengatasi jerawat. Oleskan madu ke area yang berjerawat, diamkan selama 30 menit lalu bilas dengan air hangat. Kandungan antibakteri dan antiseptik pada madu yang bekerja pun membuat wajah menjadi lebih bersih dan sehat.

4. Virgin coconut oil

Minyak ini memiliki antibakteri dan antijamur yang bisa menghilangkan bakteri penyebab jerawat. Karena mudah diserap, virgin coconut oil dapat mengatasi masalah wajah berjerawat saat hamil. Caranya, oleskan minyak ke wajah saat ingin tidur dan diamkan semalaman, lalu bilas keesokan harinya. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   jerawat saat hamil,   obat jerawat










Cover Mei-Juni-Juli 2020