Mother&Baby Indonesia
Tips Menghindari Pertengkaran Setelah Memiliki Anak

Tips Menghindari Pertengkaran Setelah Memiliki Anak

Kehadiran seorang anak bisa membawa perubahan dalam kehidupan rumah tangga. Salah satunya adalah perubahan dalam hubungan Anda dengan pasangan. Meski tidak selalu terjadi, adanya anak bisa memicu keregangan antara suami dan istri. Hal tersebut mungkin saja dipicu oleh rasa lelah dalam mengurus serta membesarkan Si Kecil.

Agar fenomena semacam itu tidak terjadi pada keluarga Anda, yuk, simak tips untuk menghindari pertengkaran dengan pasangan setelah memiliki buah hati!

1. Menerima Kehadiran Si Kecil

Hal paling penting yang harus dilakukan oleh Moms dan Dads adalah menerima kehadiran Si Kecil dengan sepenuh hati. Dengan kata lain, Anda bukan sekadar senang memiliki seorang anak, tapi juga menerima segala tanggung jawab yang berkaitan dengan anak tersebut.

Kesiapan mental ini harus dimulai sejak Anda dan pasangan mulai merencanakan kehamilan. Anda harus menyadari sejak awal bahwa memiliki anak tidak sekadar memberinya makan dan minum, melainkan juga merawatnya serta mendidiknya hingga ia bisa tumbuh menjadi anak yang berbudi pekerti baik.

2. Bersikap Realistis

Setelah menerima sepenuh hati kehadiran Si Kecil, Moms dan Dads juga perlu bersikap realistis. Hindari untuk membandingkan kehidupan Anda dengan orang lain yang hanya terlihat melalui foto-foto di media sosial. Jalankan peran Anda sebagai orang tua sebaik mungkin tanpa perlu memaksa untuk menjadi sosok sempurna di hadapan anak, keluarga besar, maupun lingkungan Anda.

3. Berbagi Tugas

Anak adalah tanggung jawab orang tua. Artinya, segala hal yang berkaitan dengan anak maka menjadi urusan ayah dan ibunya. Sejak awal, bicarakan hal ini dengan pasangan. Pastikan Moms dan Dads berbagi tugas dalam mengurus dan membesarkan Si Kecil sehingga tak ada salah satu pihak yang merasa terbebani.

Satu hal yang tak kalah penting, Moms dan pasangan juga harus kompak dalam menerapkan peraturan di rumah bagi Si Kecil. Jika Moms bersikap disiplin tapi Dads terlalu santai, bukan tak mungkin anak akan selalu berpaling kepada ayahnya ketika ingin terbebas dari peraturan yang ditetapkan ibunya.

4. Menjaga Rutinitas Seks

Mengurus anak adalah kewajiban orang tua. Akan tetapi bukan berarti Moms dan Dads melupakan kebutuhan pribadi, seperti berhubungan mesra. Pastikan rutinitas bercinta Anda tetap berjalan dengan baik meski telah memiliki buah hati. Kehidupan seks yang indah tentunya akan memengaruhi kualitas hubungan Anda dengan pasangan.

5. Terima Bantuan Orang Lain

Ada kalanya Anda kesulitan mengurus Si Kecil seorang diri. Jika demikian, tak ada salahnya jika Moms menerima bantuan dari orang lain, seperti pengasuh, keluarga, atau bahkan teman. Menerima bantuan tidak berarti Anda menjadi orang tua yang kurang baik.

Bagaimana pun juga, Anda adalah manusia yang memiliki keterbatasan. Tak ada salahnya mendelegasikan tugas-tugas yang berkaitan dengan anak kepada orang dipercaya saat Anda merasa lelah. Ingat Moms, rasa lelah atau tekanan berlebihan bisa memicu stres yang berakibat buruk bagi kesehatan dan mental Anda. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   suami istri,   pernikahan,   pertengkaran keluarga,   anak










Cover Mei-Juni-Juli 2020