Mother&Baby Indonesia
5 Kebiasaan Baru agar Anak Siap Menghadapi New Normal

5 Kebiasaan Baru agar Anak Siap Menghadapi New Normal

Sudah siapkah mengenalkan the new normal pada Si Kecil? Karena cepat atau lambat, anak-anak pun harus kembali beraktivitas seperti semula. Tidak perlu panik berlebih kok, Moms, karena Anda dan Si Kecil bisa menjalankan aktivitas seperti biasa, tentunya dengan menerapkan aturan dan kebiasaan new normal.

Apa saja sih kebiasaan baru atau new normal yang perlu diterapkan pada anak? Simak penjelasan dr. Dimple Gobind Nagrani, SpA, dari RSIA Bunda Jakarta, saat InstaLive bersama M&B beberapa waktu lalu, yuk!

1. Selalu Pakai Masker!

Pemerintah dan para pakar kesehatan mewajibkan penggunaan masker setiap kali ke luar rumah. “Namun anak di bawah dua tahun tidak perlu menggunakan masker,” ujar dr. Dimple. Penggunaan masker untuk anak di bawah 2 tahun dikhawatirkan mengganggu kelancaran anak dalam bernapas, sedangkan anak tersebut mungkin belum bisa bilang kalau ia sulit bernapas karena masker.



Penggunaan masker harus selalu dipakai selama di luar rumah, dan jika anak sulit bernapas karena terlalu lama memakai masker, maka harus langsung dilepas. Untuk mencegah penularan, masker kain tiga lapis saja sudah cukup, tidak perlu memakai masker medis. “Kalau nanti anak sudah kembali ke sekolah, pastikan ia tidak hanya memakai masker, tetapi juga membawa dua masker kain bersih di tas sebagai cadangan,” saran dr. Dimple.

2. Pakai Hand Sanitizer

Meningkatkan semangat anak untuk menjaga kebersihan sangat penting, tetapi jangan sampai Moms membuat Si Kecil cemas akan keselamatannya di tengah pandemi ini, ya! Rutin cuci tangan memang penting, namun jika sedang tidak memungkinkan cuci tangan di air mengalir dan dengan sabun, maka pakai hand sanitizer bisa membantu.

Cari hand sanitizer dengan kandungan alkoholnya 60-70 persen. “Tapi tidak disarankan hand sanitizer yang warna-warni dan terlihat sangat menarik untuk anak. Kasus anak keracunan hand sanitizer ini meningkat, karena anak melihatnya seperti permen,” saran dr. Dimple.

3. Vaksin

Sebelum ‘melepas’ Si Kecil kembali beraktivitas seperti biasa, dr. Dimple menyarankan agar Si Kecil diberikan vaksinasi PCV dan influenza. Kenapa sih dua vaksin itu penting untuk anak? Menurut dr. Dimple, kedua jenis vaksin ini bisa membantu menurunkan tingkat keparahan jika seseorang terinfeksi corona.



“Kalau sampai terkena corona, kondisinya akan semakin buruk jika pasien tersebut terkena infeksi lebih dari satu virus atau satu bakteri. Itu namanya co-infection, atau double infection. Maka pemberian vaksin-vaksin lain yang bisa mengurangi kemungkinan infeksi pernapasan bisa kita berikan terlebih dahulu, misalnya PCV atau vaksin pneumokokus dan vaksin influenza,” jelas dr. Dimple.

4. Penuhi Kebutuhan Vitamin

“Beberapa jenis vitamin sudah terbukti bisa menurunkan angka kejadian infeksi saluran pernapasan akut. Jenis vitamin tersebut adalah vitamin C, D, dan zinc,” saran dr. Dimple. Ketiga jenis vitamin tersebut boleh dikonsumsi setiap hari, namun untuk dosisnya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak masing-masing.

5. Rutin Cuci Tangan

Tidak hanya rutin cuci tangan, tetapi cara mencuci tangannya juga harus benar. “Jangan lupa, durasi cuci tangan juga harus dilakukan selama 20 detik. Biar lebih seru, coba ajak anak cuci tangan sambil menyanyikan lagu Happy Birthday dua kali, itu sudah setara 20 detik,” ujar dr. Dimple.

Kalau kulit anak tergolong sensitif, dr. Dimple juga menyarankan untuk memberikan sabun cuci tangan ramah anak, seperti sabun hypoallergenic, bebas pewangi, dan pewarna tambahan. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: new normal,   virus corona,   anak,   balita