Mother&Baby Indonesia
Hati-Hati! Ini 8 Bagian Dapur Paling Rawan Kuman, Moms!

Hati-Hati! Ini 8 Bagian Dapur Paling Rawan Kuman, Moms!

Moms dan keluarga sudah menjalankan berbagai protokol kesehatan dengan tertib untuk menjauhkan diri dari virus corona, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, atau sebisa mungkin beraktivitas di dalam rumah. Tapi tahukah Moms, ada bagian dari rumah yang justru seringkali luput dari perhatian? Ya, dapur jawabannya.

Tempat yang dipakai untuk aktivitas memasak ini memiliki beberapa bagian paling kotor dan rawan kuman, lho! Makanan yang Moms masak setiap hari tentunya akan masuk ke dalam perut Moms, Dads, dan Si Kecil. Bagaimana jika tidak bersih sehingga justru membawa bakteri virus ke dalam tubuh?

Karena itu, Anda perlu menyiasatinya dengan membersihkannya setiap hari agar bebas dari kuman dan bakteri. Apa saja sih, bagian-bagian paling kotor dan rawan kuman tersebut dan bagaimana cara membersihkannya? Simak yuk, Moms!



1. Lantai Dapur

Ketika Anda memasak, tak jarang sisa makanan atau cipratan minyak jatuh ke lantai. Hal ini tentu saja bisa membuat lantai lengket dan bahkan mengundang serangga dan hewan pengerat seperti tikus. Karena itu, biasakan untuk selalu membersihkan secara seksama sisa-sisa masakan yang jatuh dan mengepel lantai dapur dengan disinfektan dan air bersih setelah selesai memasak ya, Moms.

2. Wastafel

Pernahkah Moms berpikir bahwa meskipun dialiri oleh air setiap saat, wastafel dan pipanya tetap dihuni oleh jutaan kuman dan bakteri? "Wastafel dapur Anda adalah salah satu tempat paling kotor di rumah. Ada banyak sekali bakteri yang berkumpul di pipa itu dan bisa kembali ke wastafel Anda," ujar Melissa Maker, seorang ahli kebersihan sekaligus penulis buku Clean My Space.

Sebenarnya, cara membersihkan wastafel cukup mudah, kok, Moms. Sehari-hari, Moms cukup menggosoknya secara menyeluruh dengan sabun anti bakteri atau cuka dan air bersih untuk mencegah perkembangan kuman penyebab penyakit. Setelah bersih, Moms bisa mensterilkannya dengan air panas agar bakteri yang dihasilkan dari sisa makanan dapat hilang.

3. Kitchen Counter dan Island

Konter di dapur adalah bagian yang paling sering menjadi tempat menaruh belanjaan, menyajikan makanan, dan benda-benda lainnya. Untuk membersihkannya, pertama, bersihkan konter dengan sabun atau detergen dan air bersih. Kemudian, gunakan larutan pemutih cair, larutan alkohol (minimal 70%) atau pembersih disinfektan yang aman. Ingat juga untuk mengenakan sarung tangan saat membersihkannya ya, Moms.

4. Spons dan Serbet

Alih-alih berfungsi untuk menyeka sisa-sisa makanan dan mengaplikasikan pembersih pada peralatan makan dan masak, spons dan serbet yang kotor justru bisa jadi penghantar kuman dan bakteri sehingga membuat pembersihan peralatan dapur jadi sia-sia.

Untuk itu, jangan membiarkannya terendam lama ya, Moms. Bersihkan dengan merendamnya ke dalam air bersih yang telah dicampur cuka dan perasan air jeruk lemon lalu peras, keringkan, dan letakkan di tempat yang kering (lebih baik digantung) agar tidak mencemari benda lain atau permukaan. Supaya lebih higienis, Moms juga sebaiknya mengganti spons seminggu sekali.



5. Kenop dan Gagang Pintu Dapur

Nah, bagian ini tentunya sering terlewatkan ya, Moms. Namun, ada baiknya Anda meluangkan satu atau dua menit setelah makan malam untuk membersihkan kenop laci dapur atau gagang pintu di dapur. Moms bisa menyempotkan disinfektan dengan jarak sekitar 15-20 cm dari kenop atau gagang pintu, lalu biarkan mengering selama 2 menit sebelum menyekanya dengan lap bersih. Selain itu, jangan lupa juga untuk membersihkan touchpad microwave atau oven Anda, ya.

6. Kompor

Mengapa kompor wajib dibersihkan setiap hari? Tentunya karena kompor merupakan benda utama yang kita gunakan untuk memasak. Seringkali ketika memasak Moms menumpahkan masakan saat sedang mengaduk-aduknya, belum lagi tumpahan kuah sop atau cipratan minyak saat menggoreng. Duh, jika dibiarkan, ini bisa menjadi tumpukan kotoran dan semakin sulit utuk dibersihkan.

Jadi, setelah selesai memasak, luangkan waktu untuk menggosok kompor dengan sikat gigi lalu menyekanya dengan lap basah. Moms juga bisa melarutkan 2 sdm baking soda dengan 1 liter air hangat lalu masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan larutan tersebut pada permukaan kompor, diamkan beberapa menit untuk melunturkan kotoran, lalu seka dengan lap microfiber hingga bersih.

7. Alat Masak

Selain kompor untuk memasak, tentunya Moms juga menggunakan wajan, panci, dan spatula sehari-hari. Bukan tak mungkin, masih ada sisa makanan dan minyak yang menempel pada permukaan ataupun sudut-sudut peralatan masak tersebut. Karena itu, Moms wajib membersihkannya secara teliti setelah selesai menggunakannya. Selain untuk menghindari tumpukan kotoran yang dapat menimbulkan bakteri dan kuman penyebab penyakit, hal ini juga untuk mencegah karat pada peralatan masak.

8. Lemari Es

Kulkas merupakan tempat segala jenis makanan dan minuman bercampur menjadi satu. Ketika Moms menyimpan makanan atau minuman dalam kulkas, bisa saja sisa makanan atau minuman seperti sirup, bumbu masak, dan lainnya tumpah dan menggenang lalu kemudian lengket dan menjadi sumber bakteri.

Selain itu, bahan makanan segar yang sudah tak bagus lagi juga bisa menyebabkan aroma kulkas menjadi tak sedap. Sebaiknya, tempatkan setiap bahan makanan di tempat terpisah yang kedap udara, lalu tandai tanggal penyimpanan dan kedaluwarsanya. Cek kulkas setiap hari untuk memastikan apakah ada genangan atau makanan yang tumpah. Moms juga perlu membersihkan isi dan permukaan kulkas secara menyeluruh setiap 2 minggu sekali, dan tambahkan bubuk kopi untuk menyerap aroma tak sedap pada kulkas. (Nanda Djohan/SW/Dok. Freepik)



Tags: dapur,   kuman,   bakteri,   covid-19,   virus corona,   kebersihan dapur










Cover Mei-Juni-Juli 2020