Mother&Baby Indonesia
Ringankan Biaya Listrik untuk Penuhi Kebutuhan Sesama

Ringankan Biaya Listrik untuk Penuhi Kebutuhan Sesama

Masa pandemi membuat banyak orang mengalami kesulitan, khususnya dalam hal keuangan. Banyak pekerja yang mendapat PHK atau berstatus tanpa digaji, sehingga memengaruhi finansial keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Hal ini pun menggerakkan hati Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dengan membuat gerakan Light Up Indonesia. Gerakan ini sudah berlangsung sejak 21 April dan berjalan selama enam minggu hingga saat ini.

“Makna light up dalam bahasa Indonesia sendiri adalah terang. Melalui gerakan Light Up Indonesia, kita diharapkan bisa menjadi terang bagi orang lain untuk saling membantu mereka yang membutuhkan terang untuk keluarga di rumah masing-masing,” ungkap Veronica Colondam, Founder & CEO YCAB Foundation.



Tujuan gerakan ini adalah untuk membantu meringankan pembayaran biaya listrik pada masyarakat perkotaan, khususnya pada pelanggan listrik 900 VA non-subsidi dan 1300 VA. Dengan begitu, biaya listrik yang telah dibantukan tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga lainnya.

Proses Pemberian Bantuan


Hingga saat ini, ada sebanyak 20.497 keluarga yang telah menerima bantuan keringanan biaya listrik. Seluruh biaya yang terkumpul, yaitu sekitar 3,6 miliar pun telah disalurkan langsung kepada pihak PLN dengan biaya maksimal Rp100.000 per keluarga.

Penerima donasi yang telah terverifikasi akan mendapat notifikasi dari Light Up. Untuk penggunan listrik token, maka kode bayar listrik bisa didapatkan melalui situs resmi atau mengirim pesan kepada PLN melalui aplikasi WhatsApp.

Jika biaya listrik berjumlah lebih dari yang diberikan, maka pelanggan listrik bisa melakukan top up pada aplikasi OVO yang telah bekerjasama untuk memudahkan proses pembayaran. Jadi, penerima donasi tidak perlu kemana-mana, karena semua bisa dilakukan langsung dari rumah masing-masing.

“Seluruh data yang didapat pun telah diverifikasi oleh YCAB Foundation, Do-It, dan BenihBaik.com, dengan didukung oleh Unigold sebagai platform teknologi digital. Selain itu, pihak PLN pun juga turut mengecek kembali data-data yang masuk, sehingga target yang menerima donasi tepat sasaran,” jelas Harumi Supit, Advisor Do-It (mitra teknologi LightUp).



Target Penerima Hingga 100.000 Keluarga


Gerakan Light Up Indonesia menargetkan 100.000 keluarga yang mendapatkan bantuan keringanan biaya listrik. Langkah ini pun kembali dimulai per tanggal 1-5 Juni, dengan membuka calon penerima donasi hingga 80.000 keluarga untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Cara mendaftarnya cukup mudah, dengan membuka situs lightup.id, lalu melakukan registrasi. Data yang diminta memang cukup banyak, seperti KK, KTP, hingga bukti tagihan serta meteran listrik yang ada di rumah. Hal ini untuk memastikan bahwa penerima bantuan telah sesuai dengan persyaratan yang dibuat.

Tak hanya mencari penerima donasi, Anda pun sebagai calon donatur juga bisa memberikan bantuan melalui gerakan ini. Dengan donasi yang diberikan, Anda tak hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga bisa mendapatkan informasi bermanfaat melalui akun YouTube dan Instagram Light Up Indonesia. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik, YCAB Foundation)



Tags: keluarga,   light up indonesia,   tagihan listrik,   donasi