Mother&Baby Indonesia
Lebih Praktis dan Awet, Apakah Sayuran Beku Juga Sehat?

Lebih Praktis dan Awet, Apakah Sayuran Beku Juga Sehat?

Sayuran beku sering dianggap sebagai alternatif yang praktis untuk mencukupi kebutuhan sayuran. Tidak hanya lebih murah dan lebih praktis, sayuran beku juga dipilih karena cenderung memiliki umur simpan yang lebih lama sehingga lebih awet. Namun yang kerap menjadi pertanyaan adalah apakah sayuran beku itu sehat? Untuk mengetahui jawabannya, baca artikel ini sampai habis ya, Moms!

Apakah Sayuran Beku Itu Sehat?

Setelah dipanen, sayuran biasanya langsung dibekukan sehingga dapat mempertahankan banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya. Sebuah penelitian yang diterbitkan National Library of Medicine menunjukkan bahwa sayuran yang dibekukan bahkan hingga dua bulan lamanya tidak secara signifikan mengubah kandungan phytochemical di dalamnya. 

Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa pembekuan dapat memengaruhi nilai gizi beberapa sayuran tertentu dan nutrisi tertentu secara berbeda. Sebagai contoh, brokoli beku mengandung jumlah riboflavin yang lebih tinggi dibandingkan dengan brokoli segar.



Sebaliknya, kacang polong beku mengandung jumlah riboflavin yang lebih rendah dibandingkan dengan kacang polong segar. Sementara itu, tidak ada perbedaan jumlah betakaroten yang signifikan antara kacang polong, wortel, dan bayam yang beku dengan yang segar.

Studi lain juga mencatat bahwa, kangkung beku mengandung jumlah antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kangkung segar. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembekuan dapat meningkatkan kandungan antioksidan sayuran tertentu.

Jadi, secara keseluruhan sayuran beku bisa menjadi pilihan makanan yang bergizi untuk dikonsumsi, Moms.



Tips Memilih Sayuran Beku

Saat memilih sayuran beku, selalu penting untuk memeriksa label bahan dengan hati-hati. Meskipun sebagian besar sayuran beku terbebas dari zat tambahan dan pengawet, namun beberapa di antaranya mungkin mengandung tambahan gula atau garam.

Beberapa produk sayuran beku biasanya dipasangkan dengan saus atau campuran bumbu yang dapat menambah rasa, tetapi hal ini dapat meningkatkan jumlah natrium, lemak, atau kalori dalam makanan tersebut. Jika Anda sedang dalam proses untuk mencoba mengurangi kalori atau menurunkan berat badan, hindari mengonsumsi sayuran beku dengan tambahan topping berkalori tinggi seperti garlic butter atau saus keju. 

Selain itu, bagi penderita tekanan darah tinggi, Anda sebaiknya memilih sayuran beku yang tidak mengandung tambahan garam di dalamnya. Karena studi menunjukkan bahwa mengurangi asupan natrium dapat membantu mengurangi tingkat tekanan darah, terutama bagi orang-orang yang menderita tekanan darah tinggi. (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Freepik)



Tags: sayuran beku,   nutrisi,   sayur