Mother&Baby Indonesia
Panduan Suhu Memasak agar Makanan Bebas Virus Corona

Panduan Suhu Memasak agar Makanan Bebas Virus Corona

Apapun metode memasak yang Anda pilih, ada suhu memasak yang harus Moms perhatikan agar makanan matang sempurna dan bebas dari virus dan kuman. “Suhu pemasakan ini dapat membunuh mikroorganisme, termasuk COVID-19,” ujar Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, Msi, dalam Kelas Jurnalis Online #AmanSebelumMakan (17/6). 

Memasak dengan suhu yang tepat sangat penting! Sehingga jika makanan mungkin terkontaminasi droplets dari orang tanpa gejala, virus tersebut akan mati dengan suhu memasak tertentu. Yuk, ketahui suhu atau temperatur yang tepat untuk memasak aneka jenis makanan.

63 derajat Celsius

Menurut Prof. Nuri, di suhu ini protein akan rusak, termasuk protein yang melindungi virus corona. Dalam metode memasak grilling atau dibakar (daging, ikan, ayam) minimum suhu terdingin di bagian pangan itu harus 63 derajat Celsius. Daging sapi yang dimasak setidaknya 63 derajat Celsius lebih sering disebut dengan medium rare.



71 derajat Celsius

“Ketika memasak dengan cara memanggang, jangan lupa bahwa suhu terdingin pada bagian pangan tersebut harus mencapai 71 derajat Celsius,” saran Prof. Nuri. Beberapa contoh makanan panggang yang titik terdinginnya harus 71 derajat Celsius adalah makaroni panggang, daging burger, dan ayam panggang. Jika Anda mengolah daging steak, suhu 71 derajat Celsius ini akan memberi tingkat kematangan medium.

74 derajat Celsius

Ini adalah suhu yang direkomendasikan Prof. Nuri untuk menghangatkan makanan sisa atau leftovers. “Jika memasak terlalu banyak, tidak habis, dan harus dihangatkan, maka suhu terdingin di makanan tersebut harus 74 derajat Celsius. Jika bisa sampai mendidih tentu lebih bagus,” jelasnya.

Tingkat kematangan daging dengan suhu ini adalah well done atau matang sempurna. Rasanya tentu tidak juicy seperti tingkat kematang medium, tetapi tentu jauh lebih aman dari kuman dan virus, Moms.

82 derajat Celsius

“Ketika memasak poultry atau unggas, seperti ayam, kalkun, atau bebek, ini butuh suhu yang paling tinggi. Karena memang kontaminannya, terutama mikroba, paling banyak dibandingkan dengan bahan makanan lain. Maka minimum suhu yang terdingin pada makanan ini adalah 82 derajat Celsius,” papar Prof. Nuri.

Menurutnya, suhu memasak ini sangat tepat digunakan ketika Moms memasak unggas utuh dan daging berwarna gelap.



Cara Mengukur Suhu Makanan

Sudah pasti, cara terbaik untuk mengukur suhu makanan adalah dengan menggunakan termometer khusus makanan. Jenisnya pun cukup beragam, ada termometer tusuk, celup, dan tembak. Untuk tingkat akurasi, sudah pasti termometer tusuk dan celup jauh lebih akurat dibanding termometer tembak.

Jika Moms sudah memiliki termometer tusuk atau celup, langkah yang perlu Moms lakukan untuk mengukur suhu makanan adalah:

• Selalu sterilkan termometer sebelum dan sesudah dipakai. Cuci bersih dan pastikan Anda menyimpannya kembali dengan benar.

• Masukkan ke dalam makanan selama setidaknya 10 detik.

• Jika Moms menggunakan termometer untuk mengecek beberapa jenis makanan, maka pastikan termometer didiamkan sejenak sampai mencapai suhu ruangan, sebelum dipakai mengukur makanan lain. Mengukur suhu makanan mungkin terkesan repot, tetapi tentu sangat bermanfaat untuk memastikan makanan matang dengan sempurna lho, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: suhu memasak,   kesehatan,   virus corona