Mother&Baby Indonesia
8 Kesalahan yang Dilakukan saat Memakai Masker Kain

8 Kesalahan yang Dilakukan saat Memakai Masker Kain

Penggunaan masker merupakan salah satu cara yang dianjurkan agar terhindar dari penyebaran virus corona. Hal ini dikarenakan COVID-19 dapat menular melalui droplets (percikan ludah, bersin, atau batuk) dari seseorang yang sudah terinfeksi.

Masker yang paling efektif untuk mencegah infeksi COVID-19 sebenarnya adalah N95, tetapi masker jenis ini lebih ditujukan pemakaiannya untuk tenaga medis dan kesehatan. Kita yang bukan tenaga medis bisa menggunakan masker kain. Menurut penelitian, masker kain dapat menangkal virus hingga 70 persen dan sangat membantu mengurangi risiko terinfeksi COVID-19.

Sayangnya, ternyata masih banyak orang yang belum memahami dengan benar cara menggunakan masker dengan tepat, sehingga mereka kadang melakukan kesalahan memakai masker tanpa disadari. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut kesalahan memakai masker yang sering terjadi dan harus dihindari.



1. Masker tidak menutup hidung

Dilansir dari New York Times, kesalahan pertama yang umum terjadi dalam penggunaan masker adalah meletakkannya di bawah hidung. Saat menggunakan masker, pastikan masker tersebut terpasang dalam posisi yang pas, yaitu menutupi area hidung dan mulut tanpa ada celah.

Gunakan masker hingga hidung tertutupi dengan sempurna. Hindari memasang masker di bawah hidung. Jika masker hanya menutupi area mulut sementara hidung tidak tertutup dengan sempurna, maka virus masih bisa menginfeksi melalui lubang hidung yang tidak tertutup oleh masker.

2. Bagian dagu masih terlihat

Saat memakai masker, pastikan bagian bawah masker menutupi dagu. Risiko penularan virus masih bisa terjadi jika bagian dagu tidak tertutup dengan rapat, karena dagu sangat dekat dengan mulut sehingga dapat menjadi perantara virus masuk ke dalam tubuh.

3. Masih terdapat celah udara

Kesalahan berikutnya dalam menggunakan masker kain adalah masih terdapatnya celah bagi udara untuk masuk. Hindari memberi ruang bagi udara untuk masuk di antara wajah dan masker kain yang Anda gunakan. Pastikan agar sisi samping kanan dan kiri serta bagian atas dan bawah pada masker kain tertutup sempurna.

4. Menyentuh bagian luar masker

Jangan menyentuh bagian luar masker yang sedang digunakan! Dilansir dari TimesofIndia, bagian luar masker dapat menjadi tempat yang mudah terkontaminasi dan dapat menyebarkan virus ke permukaan lain. Jika Anda menyentuhnya, hal ini dapat meningkatkan risiko penyebaran virus pada masker yang digunakan. Pasalnya, tangan rentan menjadi sumber penyakit dan virus yang menempel. Selain itu, hindari pula untuk melepas masker dengan menyentuh bagian depan. Selalu lepas masker dengan menggunakan tali di sisi atau bagian belakang masker.



5. Terlalu cepat melepas masker

Begitu Anda sudah berada di dalam mobil, secepat itu pula Anda langsung melepas masker yang dikenakan. Dikutip dari Reader’s Digest, cepat-cepat melepas masker bukan tindakan yang tepat lho, Moms. Melepas masker yang tepat adalah ketika berada di dalam rumah dan segera mencuci tangan setelah itu. Kalaupun harus melepasnya, simpan masker dengan baik di dalam tas, dan segera cuci tangan, baik dengan sabun dan air mengalir maupun dengan hand sanitizer, sebelum menyentuh benda lain.

6. Melepas masker saat berbicara dengan orang lain

Saat mengenakan masker, bisa jadi Anda akan merasa sulit untuk berbicara. Namun, bukan berarti Anda perlu melepas masker agar bisa berbicara jelas dengan orang. Tetap kenakan masker saat mengobrol. Ingat, virus bisa menyebar melalui droplets. Anda bisa terkena virus dari orang lain jika mengobrol tanpa memakai masker.

7. Menyemprot masker kain dengan disinfektan

Jangan membersihkan masker kain dengan disinfektan atau pemutih, Moms! Para ahli tidak merekomendasikan cara itu, karena bahan kimia dari disinfektan dan pemutih bisa menyerap di serat kain dan berisiko menyebabkan masalah pernapasan saat Anda memakai masker kembali. Untuk membersihkan masker kain, rendam masker dengan air hangat dan detergen beberapa saat, kemudian cuci dan jemur.

Jika Anda sudah tiba di rumah, langsung copot masker yang Anda pakai dan langsung direndam dan dicuci bersama dengan pakaian yang Anda kenakan di ember berisi air yang sudah diberi detergen. Jangan sekali-sekali menggantung masker yang sudah tidak dipakai.

8. Menggunakan masker dalam waktu lama tanpa diganti

Masker kain sebaiknya tidak dipakai lebih dari 4 jam lho, Moms! Alasannya, masker kain tidak seefektif masker N95 atau masker bedah dalam menyaring partikel kecil seukuran virus. Masker kain juga biasanya terbuat dari bahan yang dapat menyerap air. Hal ini membuat percikan droplets dari orang lain bisa terserap dan bertahan lebih lama di masker kain.

Karena itu, gantilah masker kain Anda dengan yang baru setelah pemakaian selama 4 jam. Jangan menyentuh bagian luar masker saat hendak mencopotnya. Gunakan tali pada masker kain ketika akan menggunakan serta melepasnya, Moms. Pastikan juga Anda mencuci tangan dengan sabun atau gunakan hand sanitizer saat akan memasang masker. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   masker,   masker kain,   virus