Mother&Baby Indonesia
Kaki dan Tangan Mudah Dingin? Waspadai Raynaud's Syndrome

Kaki dan Tangan Mudah Dingin? Waspadai Raynaud's Syndrome

Saat berada di ruangan berudara dingin, normal rasanya bila kita merasa kedinginan. Tapi bila bagian tubuh tertentu, khususnya jari-jari tangan dan kaki, kedinginan hingga mati rasa bahkan memucat, Moms perlu konsultasikan hal ini dengan dokter. Sebabnya adalah kemungkinan Anda menderita gangguan kesehatan yang disebut sebagai Raynaud’s disease atau Raynaud’s syndrome.

Kondisi Abnormal

Raynaud’s disease atau penyakit Raynaud adalah sebuah gangguan langka pada pembuluh darah, umumnya pembuluh darah jari-jari tangan dan kaki. Pembuluh darah akan menyempit ketika Anda merasa kedinginan atau stres. Maka dari itu, permukaan jari akan berubah warna menjadi pucat keputihan atau kebiruan akibat aliran darah yang terhambat.

Hingga kini para ahli belum menemukan penyebab utama penyakit ini. Tapi berdasarkan pemicunya, penyakit Raynaud dapat dikategorikan menjadi dua, yakni Raynaud primer dan sekunder.



Pada Raynaud primer, gejalanya bisa sangat ringan hingga sering tak disadari dan tidak dipicu oleh kondisi medis tertentu. Berbagai gejalanya pun dapat sembuh dengan sendirinya. Sedangkan pada Raynaud sekunder, gangguan kesehatan ini dipicu oleh kondisi kesehatan lain, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

Beberapa Gejala

Gejala-gejala yang dapat muncul pada penyakit ini antara lain jari-jari tangan dan kaki yang terasa dingin, perubahan warna kulit akibat stres atau dingin, mati rasa serta ada sensasi ‘kesemutan’ bila kembali merasa hangat atau rileks.

Walaupun umumnya penyakit ini menyerang jari-jari tangan dan kaki, tapi di lain kesempatan bisa saja menyerang bagian tubuh lain, seperti hidung, bibir, telinga, bahkan puting.

Cara mengatasi yang umum dilakukan ketika gejala muncul adalah menghangatkan suhu tubuh atau lingkungan, serta menenangkan pikiran. Rendam kaki dan tangan Anda dengan air hangat, gunakan selimut, atau naikkan suhu pendingin ruangan. Biasanya, butuh waktu sekitar 15 menit untuk mengembalikan aliran darah menjadi normal pada area-area yang terjadi gejala.

Dalam banyak kasus, gejala penyakit Raynaud tidak benar-benar berbahaya bagi kesehatan, walau memang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Tapi pada kasus langka, darah dapat benar-benar berhenti mengalir sehingga membuat jaringan tubuh mati.

Bila jaringan bagian tubuh tertentu sudah rusak dan mati, dokter biasanya akan mengamputasi jaringan tersebut. Jangan khawatir, hal ini sangat jarang terjadi dan umumnya dimiliki pada orang dengan Raynaud sekunder.



Lebih Sering Diidap oleh Perempuan

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit Raynaud, antara lain:

• Jenis kelamin. Penyakit Raynaud lebih sering dialami oleh perempuan dibandingkan oleh laki-laki.

• Umur. Raynaud primer lebih sering terjadi pada umur 15 hingga 30 tahun, sedangkan Raynaud sekunder pada usia lebih dari 40 tahun.

• Iklim. Penyakit ini lebih banyak dimiliki oleh orang-orang yang hidup di daerah beriklim dingin.

• Riwayat kelurga. Bila Anda mendapati sepupu atau orang tua dengan penyakit Raynaud, maka semakin besar pula risiko Anda untuk memiliki penyakit ini.

• Penyakit tertentu seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan scleroderma dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap penyakit Raynaud.

• Pekerjaan tertentu, terutama yang menyebabkan seseorang mengalami trauma yang berulang-ulang, seperti oleh alat yang bergetar dengan keras. (Gabriela Agmassini/TW/Dok. Freepik)



Tags: raynaud's syndome,   raynaud's disease,   kesehatan










Cover Mei-Juni-Juli 2020