Mother&Baby Indonesia
Nutrisi yang Perlu Ditambah Guna Meningkatkan Imunitas

Nutrisi yang Perlu Ditambah Guna Meningkatkan Imunitas

New normal! Istilah inilah yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk melangsungkan kehidupan normal yang baru di tengah pandemi COVID-19. Dengan adanya kebijakan ini, hampir semua kegiatan masyarakat kembali bergulir seperti biasa. Sejumlah perusahaan pun mulai membuka pintu bagi karyawan untuk kembali bekerja di kantor. Apakah kantor Moms termasuk salah satunya?

Dengan adanya new normal Anda tentunya harus berusaha ektra menjaga diri agar tidak terinfeksi virus corona. Selain tetap menjaga jarak, selalu mengenakan masker, dan rajin mencuci tangan, Anda juga perlu memperkuat sistem imunitas tubuh.

Bukan Hanya Buah dan Sayuran

Caranya? Satu hal yang pasti, Anda harus memastikan tubuh Anda mendapat asupan nutrisi yang baik. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa Anda harus menambah asupan sayur dan buah-buahan guna memperbaiki sistem imunitas tubuh. Namun ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Hal utama yang perlu Anda lakukan justru menambah asupan protein. Biasanya, protein didapat dari lauk seperti ikan, telur, dan daging.



“Kebanyakan orang akan berpikir untuk memperbanyak asupan buah dan sayur saja untuk menghadapi situasi new normal ini. Atau mungkin asupan vitamin saja yang diperbanyak. Namun kita melupakan esensi dari nutrisi gizi seimbang itu sendiri,” kata dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.GK, dokter spesialis gizi RS Pondok Indah Bintaro Jaya.

“Hal utama dari pola makan gizi seimbang adalah kita harus melengkapi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien dengan komposisi yang tepat. Makronutrien adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang besar, terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan mikronutrien mencakup vitamin dan mineral. Pada masa seperti saat ini, sebaiknya justru asupan protein yang diperbanyak, bukan hanya buah dan sayuran,” lanjut dr. Diana dalam webinar yang diselenggarakan RSPI bertajuk “Gizi Baik untuk Meningkatkan Imunitas” pada 10 Juni 2020 lalu.

Sejumlah nutrisi yang bermanfaat sebagai booster atau penunjang sistem kekebalan tubuh, antara lain:

• Protein: Daging sapi, hati sapi, hati ayam, telur, ikan, udang, cumi-cumi, susu full cream.

• Vitamin A, karotenoid: Minyak ikan, hati sapi, hati ayam, sayuran berwarna merah atau jingga.

• Vitamin C: Jambu biji, kiwi, pepaya, jeruk , tomat, brokoli, stroberi.

• Vitamin D: Ikan laut, susu, telur.



• Zinc (Zn): Hati sapi, hati ayam, susu full cream, kacang merah, kacang hijau, ayam, tempe, udang.

• Selenium (Se): Daging sapi, telur, ikan salmon, ayam, susu dan hasil olahannya, sereal.

• Zat Besi (Fe): Daging sapi, ayam, udang, hati sapi, hati ayam, sayuran berdaun hijau.

• Probiotik: Yoghurt.

Dipengaruhi Sistem Pencernaan

Lantas mengapa pola makan akan sangat memengaruhi imunitas tubuh Anda? Berdasarkan penelitian, 70 persen imunitas tubuh manusia dipengaruhi oleh kesehatan saluran pencernaan. Dalam usus terdapat bakteri baik yang berperan penting dalam proses pencernaan dan sistem imunitas tubuh. Jika saluran cerna sehat, maka imunitas tubuh pun meningkat.

Untuk menjaga agar saluran cerna sehat, Anda juga perlu mengonsumsi bahan makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik. Sebagai catatan, probiotik adalah bakteri baik yang hidup dalam usus Anda. Sedangkan prebiotik merupakan makanan bagi bakteri baik tersebut.

Makanan yang mengandung probiotik antara lain adalah tempe, miso, dan non-dairy yoghurt. Sementara itu, makanan yang mengandung prebiotik misalnya adalah asparagus, pisang, bawang bombay, dan bawang putih. 

Satu hal yang tak kalah penting, pastikan bahan makanan yang akan Anda konsumsi telah dicuci bersih. Sangat disarankan bagi Anda untuk tidak mengolah bahan makanan terlalu matang atau overcooked sehingga menyebabkan nilai gizinya hilang. Anda tidak memerlukan suplemen atau tambahan vitamin jika nutrisi yang didapat dari makanan sehari-hari telah memenuhi kebutuhan Anda. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: nutrisi,   imunitas,   kesehatan,   new normal,   covid-19,   virus corona