Mother&Baby Indonesia
Tidak Pernah Melarang Anak, Ini Dampak Negatifnya

Tidak Pernah Melarang Anak, Ini Dampak Negatifnya

Seiring dengan berjalannya waktu, rekomendasi cara merawat anak semakin berkembang. Menolak gaya disiplin yang kaku dan mengekang yang merupakan gaya khas parenting kuno mulai ditinggalkan, dan gaya yang lebih fleksibel semakin banyak diterapkan oleh orang tua sekarang.

Akan tetapi, menjadi orang tua yang fleksibel tak berarti selalu memperbolehkan anak, karena malah bisa membahayakan perkembangan Si Kecil lho, Moms! Bagaimana bisa begitu? Simak penjelasannya lebih lanjut berikut ini, Moms!

Larangan Penting untuk Perkembangannya

Melansir Daily Mail, Ollwyn Moran, terapis perkembangan anak dan neurologis, percaya bahwa anak perlu belajar memahami dan mengatasi penolakan atau larangan sejak dini. Yang perlu diperhatikan adalah cara menggunakannya agar dapat berguna efektif.



“Melarang atau mengatakan kata ‘tidak’ perlu digunakan dengan penuh strategi, jangan katakan setiap waktu karena bisa menghilangkan dampaknya,” kata Ollwyn. Menurutnya, sangat penting bagi anak untuk belajar mengatur perasaan kecewa atau frustrasi saat dilarang.

Bila Anda mencoba melarang anak remaja yang tumbuh tanpa kata "tidak" di hidupnya, maka hidup anak itu dapat langsung hancur berkeping-keping karena tidak tahu cara mengatasi dan menghadapi sebuah larangan. Hal ini dapat sangat memengaruhi kehidupannya kelak ketika dewasa.

Selain itu, Si Kecil perlu belajar memahami larangan dan kata "tidak" untuk membantu mengembangkan kemampuan penyelesaian masalah. “Bagaimana anak-anak dapat berkata ‘tidak’ pada orang lain di masa depan, contohnya ketika ia sedang di dalam situasi yang mengkhawatirkan, ketika mereka tidak pernah belajar memahaminya?,” tutur Ollwyn. Kemampuan menolak, melarang, dan berkata "tidak" merupakan bagian penting yang dibutuhkan anak dalam membuat sebuah keputusan yang baik.

Mengatakan "tidak" dan membentuk batasan dalam hidup Si Kecil juga diperlukan untuk membantu ia belajar tentang mana yang baik dan mana yang tidak baik. Keteraturan adalah salah satu cara terbaik untuk merawat Si Kecil, karena rutinitas dapat memudahkannya memahami berbagai hal di sekitarnya dan cara bersikap.

Selain itu, bila Anda terbiasa selalu mengiyakan Si Kecil, maka Anda akan kesulitan untuk mengatakan "tidak" ketika ia semakin besar, walau di momen genting sekalipun.



Trik Melarang Anak

Walau larangan dan batasan penting di dalam hidup Si Kecil, jangan sampai Moms mengatakan "tidak" pada semua hal. Karena menurut penelitian anak yang terlalu dikekang cenderung mengalami kelambatan perkembangan kemampuan hidup atau gangguan perilaku. Maka, melarang anak perlu dilakukan dengan hati-hati.

M&B telah merangkum beberapa trik untuk melarang anak, antara lain:

• Kata "tidak" atau larangan perlu diikuti dengan penjelasan singkat tentang alasan Anda melarangnya. Misalnya, “Tidak boleh memukul teman, ya, karena temanmu bisa kesakitan.”

• Gunakan kalimat alternatif yang positif. Daripada melontarkan kalimat larangan yang keras seperti, “Jangan makan permen terus!”, Moms bisa bilang, “Hari ini kamu hanya boleh makan permen dua saja, ya.”

• Hindari penggunaan kata "tidak" yang terlalu sering, karena malah menjadi tidak bermakna dan sia-sia. Saat Moms perlu mengatakan "tidak", katakan dengan tegas dan bahasa tubuh yang serius.

• Larangan disertai dengan contoh langsung. Misalkan saat Si Kecil merebut mainan dari temannya, jelaskan padanya seperti, “Tidak boleh merebut mainan yang sedang dipegang teman, kalau mau main harus bilang ‘pinjam, ya’,” sembari Anda mencontohkan kalimat "pinjam, ya". (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: parenting,   anak,   balita