Mother&Baby Indonesia
Jawaban Bijak dari Pertanyaan Kritis Anak tentang New Normal

Jawaban Bijak dari Pertanyaan Kritis Anak tentang New Normal

Memasuki masa new normal ini, Si Kecil tentu memiliki segudang pertanyaan kritis yang terkadang sulit untuk dijawab. Untuk itu kami telah bertanya pada Nina, sapaan akrab Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Psi, psikolog anak dan keluarga, saat InstaLive bersama Novita Angie, Editor in Chief Mother&Baby, dengan tema “Pola Parenting di Masa Transisi.” Yuk, simak rekomendasi jawaban bijak dari Nina untuk menjawab pertanyaan kritis anak tentang new normal.

Kantor VS Sekolah

Kenapa Mama sudah boleh ke kantor, aku enggak boleh ke sekolah?

“Kenapa Mama sudah masuk kerja, padahal corona masih banyak di luar sana? Karena dokter-dokter bilang, kalau orang dewasa dan sehat, tubuhnya lebih tahan virus corona. Tapi kalau anak-anak, tubuhnya lebih mungkin sakit terkena virus corona. Jadi anak-anak belum boleh keluar rumah semudah dulu.”



Kita harus beri tahu bahwa ada perbedaan standar antara anak dan orang dewasa, namun jelaskan dengan bahasa sesederhana mungkin.

Kebiasaan yang Berubah

Biasanya Mama pulang kerja langsung peluk aku, kok sekarang enggak pernah peluk aku lagi, sih?

“Di perjalanan Mama pulang kantor, mungkin saja ada virus dan bakteri yang menempel di baju dan tubuh Mama, termasuk virus corona. Mama enggak mau virus nakal itu berpindah ke tubuh kamu, jadi setiap habis ke luar rumah, Mama harus langsung mandi dan ganti pakaian yang bersih. Setelah itu, baru deh, Mama bisa peluk, cium, dan main bareng kamu.”

Selalu Pakai Masker

Kita kan cuma pergi ke minimarket dekat rumah, kenapa sih, aku harus pakai masker?



“Kalau kamu sudah bisa pakai masker terus saat ke luar rumah, Mama bisa ajak kamu ikut ke minimarket. Tapi kalau pakai maskernya masih suka dilepas, berarti kamu belum bisa ikut ke minimarket dan harus di rumah saja. Di luar sana masih banyak virus corona, Mama enggak mau kamu sakit karena suka lepas masker saat ke minimarket nanti. Kita janjian pakai masker terus selama di luar rumah, bisa kan, Nak?”

Jalan-jalan ke Mal

Temanku ada yang sudah ke mal dengan keluarganya, kenapa Mama enggak ajak aku ke mal?

“Menurut Mama, mal itu belum aman buat kamu, Mama merasa kalau akan lebih aman di rumah saja, ini tempat yang paling sehat buat kamu. Mama mau kamu sehat terus, jadi kamu di rumah dulu. Biarin saja teman-teman kamu pada ke mal, kamu tahu enggak kalau di mal itu ada kemungkinan bertemu orang sakit dan tertular. Nah, kalau kita di rumah saja, kemungkin untuk tetap sehat lebih besar, Nak.”

Kita sampaikan ke anak kalau tiap rumah tiap orang tua itu punya aturan yang berbeda. Ini ikut mengajarkan anak tentang toleransi lho, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   new normal