Mother&Baby Indonesia
Cara Jitu Menghadapi Anak Cerewet

Cara Jitu Menghadapi Anak Cerewet

Berbicara, berbicara, dan terus berbicara. Moms, pernahkah Anda merasa terganggu dengan perilaku Si Kecil yang seakan tidak bisa berhenti berbicara alias cerewet?

Mungkin sikap cerewet Si Kecil tidak terasa mengganggu apabila ia hanya melakukannya di rumah. Namun bagaimana jika ia terus berbicara ketika ada tamu atau Anda sedang berkunjung ke rumah orang lain? Atau mungkin ketika Anda sedang sibuk dengan pekerjaan atau saat tengah sakit?

Anak yang cerewet memang kerap menjadi ujian bagi seorang ibu. Meski berbicara adalah bagian penting dari tumbuh kembang Si Kecil, Anda tetap harus mengajarkannya untuk bisa ‘mengerem’ kebiasaannya berceloteh di saat-saat tertentu tanpa harus menyinggung perasaannya. Caranya?



Hilangkan Rasa Bersalah

Hal pertama yang perlu Moms lakukan adalah menghilangkan perasaan bersalah karena harus mengerem kebiasaan anak yang gemar berbicara. Anak-anak di usia kurang dari empat tahun memang kerap memiliki kebiasaan berbicara panjang lebar untuk mengungkapkan perasaannya. Terkadang, ucapannya hanya sekadar percakapan dalam dirinya sendiri. Berbicara juga menjadi caranya untuk mendapatkan perhatian Anda.

Akan tetapi seiring dengan bertambahnya usia, anak akan belajar untuk menyaring apa yang harus dan tidak perlu diungkapkan. Jadi jangan bersalah jika Anda harus meminta Si Kecil untuk mengurangi ocehannya. Dengan cara itu, anak akan belajar untuk berbicara lebih baik.

Strategi untuk Moms

Ada sejumlah langkah agar perilaku cerewet Si Kecil tidak membuat Moms senewen, antara lain:

• Pisahkan antara ocehan yang perlu dan tidak perlu ditanggapi. Terkadang Si Kecil hanya ingin berbicara pada dirinya sendiri, sehingga Moms tidak perlu menjawab ucapannya. Lain halnya jika berbicara untuk berbagi perasaannya dengan Moms. Anda perlu memberikan reaksi dan menanggapi pembicaraannya agar Si Kecil mengetahui bahwa Moms juga memperhatikan dirinya.



Beri batasan. Menurut Emily Edlynn, Ph.D, dalam situs Parents, Moms perlu memberikan pengertian kepada Si Kecil bahwa Anda juga harus fokus saat mengerjakan sesuatu. Tak ada salahnya untuk meminta buah hati Anda untuk diam sejenak saat Anda tengah bekerja atau menjamu tamu di rumah. Namun siapkan waktu khusus bagi Si Kecil bercerita dan bercakap-cakap dengan Anda sehingga ia tetap bisa mengeluarkan isi hati serta berbagi pengalaman dengan orang terdekatnya.

• Tidak masalah Anda mengajarkan Si Kecil untuk membatasi ocehannya. Tapi hindari penggunaan kalimat yang bernada negatif, seperti “Kamu tuh cerewet banget sih!” atau “Mama lelah mendengar ocehan kamu!”. Hal ini justru akan menimbulkan rasa malu dalam diri Si Kecil dan berujung pada hilangnya kepercayaan diri. Sebagai gantinya, Anda bisa mengatakan, “Mama suka mendengar cerita kamu. Tapi saat ini mama harus bekerja dulu dan ceritanya disambung nanti saja.”

• Mengalihkan perhatian. Saat Si Kecil sudah mulai berbicara tanpa henti, Moms bisa mengalihkan perhatiannya dengan kegiatan lain, seperti menggambar atau menyusun puzzle.

• Ajarkan untuk mendengar. Agar mengurangi kebiasaannya mengoceh tanpa henti, Moms perlu mengajarkan Si Kecil untuk menjadi pendengar. Secara lembut, minta ia berhenti berbicara ketika Anda sedang berbicara. Anda juga bisa melatih Si Kecil untuk diam sejenak dan mendengarkan dengan cara membacakan dongeng untuknya.

Perlu diketahui, ada beberapa alasan anak menjadi cerewet. Pada umumnya, anak kecil memang gemar berbicara. Akan tetapi Moms perlu menaruh perhatian khusus apabila Si Kecil suka mengucapkan hal yang sama berulang kali karena bisa jadi ia mengalami gangguan spektrum autisme. Jika demikian, Moms perlu berkonsultasi dengan ahlinya agar masalah ini bisa ditangani dengan baik. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   anak cerewet