Mother&Baby Indonesia
7 Tanda Anak Mengalami Kekurangan Vitamin

7 Tanda Anak Mengalami Kekurangan Vitamin

Untuk memenuhi nutrisi Si Kecil, Moms perlu memastikan bahwa ia cukup menerima zat gizi, seperti karbohidrat, lemak, protein, dan serat yang didapat dari berbagai varian makanan yang ia konsumsi sehari-hari. Selain zat gizi tersebut, Si Kecil juga membutuhkan asupan vitamin untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Asupan vitamin ini penting untuk Si Kecil. Karena bila Si Kecil mengalami kekurangan vitamin, tumbuh kembangnya pun akan jadi terhambat. Selain itu, masalah kesehatan yang berakibat jangka panjang juga mungkin dialami Si Kecil bila ia kekurangan asupan vitamin.

Nah, agar tumbuh kembangnya tak terhambat dan Si Kecil terhindar dari masalah kesehatan, Moms perlu mengetahui tanda-tanda pada anak yang mengalami kekurangan vitamin seperti berikut ini.



1. Kesulitan melihat saat minim cahaya

Kekurangan vitamin A dapat membuat balita Anda memiliki masalah dengan penglihatannya. Si Kecil mungkin akan kesulitan melihat pada cahaya yang redup atau minim cahaya. Selain itu, kekurangan vitamin A juga bisa membuat mata dan kulitnya menjadi kering. Untuk meningkatkan asupan vitamin A, pastikan Si Kecil mengonsumsi susu, telur, sayuran berdaun hijau, dan sayuran berwarna oranye, seperti wortel dan tomat.

2. Rentan mengalami masalah tulang

Anak akan rentan mengalami masalah tulang seperti patah tulang atau sering mengalami kram otot bila ia kekurangan asupan vitamin D. Selain itu, Si Kecil yang kekurangan vitamin D juga berisiko mengalami penyakit hati dan radang usus. Penuhi asupan vitamin D anak dengan memberinya susu, hati, kuning telur, dan ikan. Selain itu, biasakan pula Si Kecil untuk berjemur guna meningkatkan kadar vitamin D pada tubuhnya.

3. Otot melemah

Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan otot melemah, masalah penglihatan, dan gemetar. Balita Anda juga mungkin akan kesulitan untuk berjalan. Guna mencegah kekurangan vitamin E, pastikan Si Kecil mengonsumsi almond, bayam, tomat, kentang, atau alpukat.



4. Mudah mengalami perdarahan

Umumnya kekurangan vitamin K adalah masalah yang sering dialami oleh bayi baru lahir. Melansir laman Alodokter, kekurangan vitamin K pada bayi bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pada organ tubuh bayi, misalnya perdarahan otak dan saluran cerna. Sementara anak-anak yang kekurangan vitamin K biasanya kulitnya mudah memar. Penuhi kebutuhan asupan vitamin K dengan memberikan Si Kecil makanan kaya akan vitamin K, seperti bayam, seledri, wortel, apel, jeruk, pisang, dan alpukat.

5. Luka pada area mulut

Kekurangan vitamin B6 bisa menyebabkan pembengkakan atau luka di sekitar mulut, bibir, dan lidah. Selain itu, Si Kecil mungkin mengeluhkan bibirnya yang kering dan mudah pecah-pecah. Berikan Si Kecil makanan kaya akan vitamin B6, seperti daging ayam, ikan, hati sapi, kacang-kacangan, kentang, dan beberapa jenis buah asam.

6. Rambut dan kuku rapuh

Kekurangan vitamin B7 atau biotin juga menyebabkan rambut dan kukunya bisa menjadi rapuh. Sementara kerontokan rambut juga dapat dialami apabila Si Kecil kekurangan asupan vitamin B3 dan B7. Untuk menghindari balita Anda dari kekurangan vitamin B3 dan B7, berikan ia daging, ikan, susu, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang kaya akan vitamin B3 dan B7.

7. Gusi berdarah dan sariawan

Bila Si Kecil kekurangan vitamin C, ia mungkin kerap mengalami perdarahan pada gusi. Selain itu, ia juga akan mudah mengalami sariawan. Pastikan untuk memenuhi kebutuhan asupan vitamin C buat anak dengan memberinya brokoli, bayam, paprika,  buah kiwi, jeruk, pepaya, mangga, pisang, tomat, dan stroberi. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   vitamin,   defisiensi vitamin,   anak kekurangan vitamin










Cover Mei-Juni-Juli 2020