Mother&Baby Indonesia
Kenali Gejala Anak Alami Gangguan Myasthenia Gravis

Kenali Gejala Anak Alami Gangguan Myasthenia Gravis

Moms tentu sudah tahu bahwa imunitas dalam tubuh seharusnya bekerja untuk melawan bakteri dan virus yang menyerang dan menyebabkan suatu penyakit. Namun, hal ini tidak terjadi pada penderita penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh seseorang justru akan menyerang tubuh sendiri.

Salah satu penyakit autoimun langka yang bisa terjadi sejak bayi lahir adalah myasthenia gravis. Gangguan ini membuat otot tubuh terasa lemas setelah beraktivitas, terutama otot di area mata, mulut, tenggorokan, serta kaki dan tangan. Apa saja gejala apa yang perlu diwaspadai dan bagaimana cara penyembuhannya?

Penyebab Genetik

Karena termasuk penyakit autoimun, maka antibodi dalam tubuh akan menyerang jaringan yang menghubungkan sel saraf dan otot. Kondisi ini pun membuat penderitanya menjadi cepat lemah karena otot yang melemah terus menerus.



Hingga saat ini, belum ada penyebab pasti dari terjadinya myasthenia gravis. Tetapi, peneliti menduga adanya kelainan pada kelenjar timus, yang menjadi pemicu meningkatkan risiko kondisi penyakit autoimun ini. Kelenjar timus sendiri merupakan kelenjar di bagian dada yang berperan sebagai penghasil antibodi.

Selain itu, gangguan ini juga kemungkinan diturunkan oleh ibu, di mana antibodi sang ibu melewati plasenta di akhir masa kehamilan. Tak hanya dari Moms, mutasi genetik dari komponen protein ini juga bisa diturunkan dari Dads yang terjadi sejak pembuahan.

Waspadai Gejalanya


Gejala yang dialami setiap anak penderita myasthenia gravis akan berbeda-beda. Namun karena bagian yang terserang adalah saraf dan otot, maka seiring waktu, otot akan melemah dan tidak akan membaik, walaupun penderita telah beristirahat. Tanda lain jika Si Kecil mengalami gangguan ini di antaranya:

• Penglihatan kabur atau ganda, akibat melemahnya otot-otot mata.

• Salah satu atau kedua kelopak mata juga bisa turun.

• Bicara cadel. 

• Sulit berekspresi wajah.

• Suara serak. 



• Mudah tersedak, karena sulit mengunyah dan menelan makanan atau minuman.

• Napas pendek, terutama saat berbaring atau setelah berolahraga. 

• Nyeri otot setelah beraktivitas. 

• Sulit mengangkat kepala setelah berbaring.

• Sulit melakukan aktivitas ringan, seperti bangun dari posisi duduk ke berdiri, naik-turun tangga, menyikat gigi, atau mencuci rambut. 

• Terjadi gangguan dalam berjalan.

Pemeriksaan Sejak Dini

Karena tergolong penyakit autoimun kronis, maka myasthenia gravis tidak dapat disembuhkan secara total. Bahkan, kondisi ini cenderung memburuk seiring bertambahnya usia anak. Karenanya, pemeriksaan sejak dini harus dilakukan sesegera mungkin, apalagi jika gejala di atas sudah mulai tampak.

Tapi, jika selama bertumbuh Si Kecil rutin diperiksa, maka ia tetap bisa mengalami tumbuh kembang yang baik. Pengobatan untuk mengurangi risiko lebih parah pun bisa diterapkan untuk meredakan gejala, meningkatkan fungsi otot, dan mencegah kelumpuhan otot-otot pernapasan yang berakibat fatal.

Yang terpenting, usahakan untuk tak membuat anak mengalami tekanan hingga stres berlebih. Lalu, selalu jaga kebersihan untuk mencegah infeksi, serta tidak melakukan aktivitas fisik yang berat atau secara berlebihan. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   kesehatan,   penyakit autoimun,   myasthenia gravis,   saraf,   otot