Mother&Baby Indonesia
Kenali Penyebab Blue Baby Syndrome pada Bayi Baru Lahir

Kenali Penyebab Blue Baby Syndrome pada Bayi Baru Lahir

Salah satu masalah kesehatan yang mungkin terjadi pada bayi baru lahir adalah blue baby syndrome (BBS), yang dalam bahasa medis disebut dengan cyanosis. Ini adalah kondisi yang ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi biru atau biru keunguan, akibat berbagai kondisi yang memengaruhi rendahnya hemoglobin pada bayi.

Apa sih penyebab BBS? Apa faktor risikonya? Apa saja gejalanya dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk menjawabnya, yuk, baca informasi seputar blue baby syndrome di bawah ini.

Penyebab Blue Baby Syndrome (BBS)




Menurut Healthline Parenthood, tubuh bayi berubah warna menjadi kebiruan karena darahnya kurang mampu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Normalnya, darah dipompa dari jantung ke paru-paru, di mana darah menerima oksigen. Darah akan bersirkulasi kembali ke jantung dan ke seluruh tubuh.

Ketika ada masalah pada jantung, paru-paru, dan darah, maka darah tidak dapat mengalirkan oksigen dengan baik ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan tubuh bayi berwarna kebiruan, karena kekurangan oksigen, yang bisa disebabkan oleh beberapa alasan.

Beberapa masalah kesehatan yang mungkin menurunkan kemampuan darah untuk mengalirkan oksigen dengan baik adalah:

1. Tetralogy of Fallot (TOF). Penyebab utama BBS ini adalah kombinasi dari 4 kelainan jantung yang bisa mengurangi aliran darah ke paru-paru, sehingga tubuh mengalirkan darah yang kekurangan oksigen.

2. Methemoglobinemia. Menurut World Health Organization (WHO), ini adalah berkurangnya kemampuan darah untuk membawa oksigen karena menurunkan kadar normal hemoglobin. Umumnya ini terjadi karena keracunan nitra, yang banyak terdapat di makanan tinggi nitrat seperti bayam atau bit.

3. Kelainan jantung kongenital. Paling sering disebabkan karena genetik (keturunan), namun bisa juga terjadi tanpa alasan jelas sama sekali. Hanya sedikit kelainan jantung kongenital yang menyebabkan BBS.

Gejala BBS

Selain warna tubuh bayi berubah menjadi kebiruan, beberapa gejala lain BBS adalah:

 • Lesu,

 • Sulit menyusu,

 • Berat badan sulit naik,



 • Masalah tumbuh kembang,

 • Detak jantung dan napas sangat cepat,

 • Clubbed fingers atau jari-jari membulat.

Baca juga: Waspadai Sindrom 4 Bulan pada Bayi, Moms!

Cara Mengatasi BBS

Pertama, harus diketahui lebih pasti apa penyebab bayi Anda mengalami blue baby syndrome atau BBS. Jika disebabkan oleh kelainan jantung bawaan, maka bayi Anda mungkin membutuhkan operasi bedah.

Sedangkan pada bayi yang mengalami methemoglobinemia, pengobatan dengan methylene blue mungkin akan diberikan dokter untuk melancarkan peredaran oksigen dalam darah. Semuanya harus dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak ya, Moms, jangan asal memberikan obat.

Cara Mencegah

Walau dalam beberapa kasus BBS penyebabnya tidak bisa dicegah, namun beberapa cara di bawah ini bisa mengurangi risiko bayi mengalami blue baby syndrome:

1. Jangan minum air tanah atau air sumur. Merebusnya hingga matang tidak akan mengurangi kandungan nitrat, yang sebaiknya tidak diberikan terlalu banyak pada bayi di bawah 12 bulan. Menurut Healthline Parenthood, kandungan nitrat pada air tidak boleh lebih dari 10 mg/L.

2. Batasi makan tinggi nitrat. Bukan tidak boleh, melainkan perlu dibatasi pemberiannya untuk anak di bawah 7 bulan. Contoh makanan tinggi nitrat adalah brokoli, bayam, bit, dan wortel.

3. Gaya hidup sehat selama hamil. Pastikan ibu hamil tidak merokok, minum alkohol, dan mengurangi penggunaan obat-obatan. Itu semua bisa mengurangi risiko bayi lahir dengan kelainan jantung kongenital. Jika bumil diabetes, pastikan semuanya terkontrol di bawah pantauan dokter. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)

Baca juga: Bayi bisa Kena Sindrom Potter Karena Kurang Air Ketuban



Tags: blue baby syndrome,   kesehatan,   bayi,   newborn