Mother&Baby Indonesia
Ketahui, Mitos Seputar Merawat Bayi yang Keliru!

Ketahui, Mitos Seputar Merawat Bayi yang Keliru!

Setelah Si Kecil lahir, kini saatnya Anda sebagai orang tua baru mempraktikkan segala informasi soal merawat bayi yang telah Anda peroleh sebelum Si Kecil lahir. Banyaknya informasi yang Anda peroleh, baik lewat internet, buku, maupun saran dan masukan dari orang tua Anda, tentunya membuat Anda terkadang sedikit bingung ya, Moms. Belum lagi bila informasi tersebut tidak diketahui faktanya secara benar alias hanya mitos belaka.

Nah, agar tidak salah kaprah saat mengurus Si Kecil, yuk simak beberapa mitos mengenai merawat bayi yang keliru berikut ini, yang tentunya harus Anda ketahui, sehingga Anda bisa merawat Si Kecil dengan baik, Moms!

1. Bayi harus tidur nyenyak hingga usia 6 bulan

Fakta: Pola tidur bayi sangat bervariasi. Melansir lama Youngparents.com, sebuah data statistik menunjukkan bahwa hanya sekitar setengah dari seluruh bayi dapat tidur nyenyak sepanjang malam pada usia lima atau enam bulan, bahkan sebagian dari bayi tidak dapat tidur nyenyak sepanjang malam saat berusia 1 tahun.



2. Bayi akan dekat dengan Anda ketika digendong

Fakta: Menggendong bayi menggunakan gendongan atau baby carrier memang membuat Si Kecil dekat dengan dada Anda sehingga membantunya mudah tidur. Namun seiring berjalannya waktu, secara alami Si Kecil akan lebih suka tumbuh dengan bebas serta bisa bergerak dan melihat hal-hal di sekitarnya tanpa digendong.

3. Bayi merasa aman ketika diselimuti

Fakta: Menyelimuti Si Kecil memang membuatnya merasa hangat. Namun sesungguhnya, rasa aman yang ia rasakan itu berasal dari rasa cinta yang ia rasakan dari orang-orang sekitarnya, terutama orang tuanya, bukan karena ia diselimuti.

4. Bayi hanya menyusu ketika lapar

Fakta: Selain untuk mengatasi rasa laparnya, menyusui merupakan hal penting yang dilakukan ibu untuk memenuhi nutrisi Si Kecil dan dapat membuat Si Kecil merasa nyaman. Itulah sebabnya terkadang Si Kecil akan tetap menyusu meski ia tidak benar-benar menginginkannya atau lapar, karena menyusu dapat membantu membuatnya tenang.



5. Bonding anak dan ibu lebih dekat pada bayi yang menyusu ASI dibanding bayi yang menyusu dengan botol

Fakta: Tidak ada bukti yang mendukung mitos tersebut. Hal yang lebih penting adalah cara Moms menggendongnya saat menyusui, mengasuhnya dengan kasih sayang, dan kata-kata menenangkan yang Anda ucapkan pada Si Kecil, karena sebenarnya metode menyusui itu sendiri tidak memiliki efek spesifik saat membangun bonding.

6. Bonding hanya tercipta saat bayi lahir

Fakta: Beberapa orang tua memang merasakan hubungan yang dekat atau bonding dengan bayi mereka tercipta ketika Si Kecil lahir. Tetapi sebenarnya butuh waktu beberapa hari, beberapa minggu, bahkan berbulan-bulan, untuk membangun bonding antara anak dan ibu. Jadi sebenarnya banyak waktu yang bisa Anda gunakan untuk membangun bonding dengan Si Kecil.

7. Bayi menangis karena lapar

Fakta: Saat anak lapar, wajar bila ia akan menangis. Namun sebenarnya banyak alasan yang membuatnya menangis, misalnya ia merasa tidak nyaman, takut, bosan, dan lain-lain.

8. Bayi akan lebih dekat dengan ibunya dibanding ayahnya

Fakta: Hal ini mungkin dikarenakan ibu lebih banyak menghabiskan waktu dengan Si Kecil. Namun sebenarnya bila Dads meluangkan waktunya untuk mengurus Si Kecil, seiring berjalannya waktu bonding yang kuat juga akan tercipta antara anak dan ayah. (Vonda Nabilla/SW/ Dok. Freepik)



Tags: bayi,   merawat bayi,   mitos merawat bayi,   mitos dan fakta