Mother&Baby Indonesia
Hati-Hati Moms, Ini Risiko Memelihara Hewan saat Hamil

Hati-Hati Moms, Ini Risiko Memelihara Hewan saat Hamil

Moms, apakah Anda termasuk orang yang dikategorikan sebagai pecinta binatang? Jika ya, pasti kurang rasanya kalau tidak memiliki hewan peliharaan di rumah. Namun sayangnya, ada beberapa risiko memelihara hewan saat hamil yang perlu Anda waspadai.

Hewan peliharaan tertentu seperti anjing atau kucing dapat membawa bakteri yang bisa ditularkan dan menimbulkan penyakit pada manusia, terutama pada ibu hamil. Apa saja risiko memelihara hewan saat hamil? Simak pemaparannya di bawah ini ya, Moms!

Toksoplasma

Dikutip dari Healthline, toksoplasma merupakan penyakit yang disebabkan infeksi parasit bakteri Toksoplasma gondii. Biasanya, bakteri ini terdapat di dalam kotoran kucing dan daging yang tidak matang. Penyakit ini dapat ditularkan karena tidak sengaja terhirup, melalui kontak langsung, dan air yang terkontaminasi.



Toksoplasma sangat berbahaya bagi ibu hamil jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau sudah pernah terinfeksi toksoplasma sebelumnya, yang dapat menyebabkan cacat lahir atau keguguran. Pada umumnya, semakin muda usia kandungan saat terkena infeksi, maka efeknya akan semakin buruk untuk Anda dan janin di dalam kandungan. Itulah sebabnya para dokter menyarankan agar ibu hamil tidak membersihkan kotoran kucing.

Salmonellosis

Dilansir dari Mayo Clinic, salmonellosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella yang dapat memengaruhi saluran usus. Biasanya, bakteri Salmonella hidup di usus binatang dan dapat ditularkan melalui air atau makanan yang terkontaminasi.

Gejala yang dapat timbul akibat terinfeksi bakteri Salmonella adalah diare, demam, dan kram perut dalam waktu 8 hingga 72 jam. Namun, beberapa orang mungkin saja tidak menunjukkan gejala apa pun. Selain menyebabkan dehidrasi, ibu hamil yang terinfeksi bakteri Salmonella juga dapat menularkan bakteri tersebut kepada janin di dalam kandungan.



Rabies

Rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus rabies yang biasanya dibawa oleh hewan tertentu, seperti anjing. Apalagi jika hewan peliharaan tersebut tidak sehat atau belum mendapatkan vaksin rabies. Umumnya, rabies dapat ditularkan melalui air liur binatang yang terkena virus ini.

Mengutip dari laman Unicare, sejauh ini belum ada bukti yang menyebutkan bahwa rabies dapat menyebabkan kelahiran prematur atau kelainan janin pada ibu hamil. Namun, tidak ada salahnya kan, jika Anda mengurangi risiko terinfeksi virus rabies dengan menghindari kontak langsung dengan hewan. Perlu diketahui Moms, rabies yang tidak ditangani dengan baik juga dapat menyebabkan kematian.

Sindrom TORCH

TORCH adalah penyakit yang berasal dari empat bakteri atau virus yakni Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simplex. Keempat bakteri atau virus ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Sindrom TORCH adalah infeksi pada janin yang sedang berkembang atau bayi baru lahir yang disebabkan oleh salah satu dari keempat bakteri atau virus tersebut.

Bakteri atau virus tersebut dapat melewati plasenta, yang kemudian bisa mengganggu perkembangan janin di dalam kandungan. Selain itu, bakteri atau virus ini juga dapat menyebabkan keguguran, stillbirth, dan kelahiran prematur. (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   memelihara hewan










Cover April 2020