Mother&Baby Indonesia
Tanda-tanda Suami Tidak Cukup Membantu Mengurus Anak

Tanda-tanda Suami Tidak Cukup Membantu Mengurus Anak

“Sayang, tolong buangin sampah yang ada di dapur, ya!” pinta Anda untuk yang kelima kalinya pada suami Anda, sambil mengurus Si Kecil yang sedang rewel. “Ayah, tolong bantu Si Kakak pakai baju, ya!” pinta Anda pada suami berulang kali sambil menggantikan popok Si Adik.

Hmm... sungguh menyebalkan ya Moms, bila Dads susah sekali ketika dimintai tolong seperti itu, padahal kita benar-benar memerlukan bantuannya. Lagipula bila dipikir-pikir, anak tersebut kan bukan hanya anak Anda, tetapi merupakan buah hati Anda berdua yang harus diurus dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya, yaitu Anda, Moms dan Dads!

Bila melihat ilustrasi di atas, ketika Moms merasa suami Anda tidak terlalu cukup membantu saat mengurus anak-anak, hal ini tentu akan menguras tenaga dan bisa-bisa membuat Anda frustrasi. Maka tak heran bila akhirnya banyak Moms harus menentukan pilihan antara karier atau menjadi ibu rumah tangga.

Ketika Anda sering merasa naik darah atau stres ketika menghadapi kelakuan suami Anda tersebut, ini sudah cukup menjadi pertanda bahwa suami Anda tidak terlalu membantu Anda saat mengurus Si Kecil. Moms juga bisa memastikan tanda-tanda umum lain ketika suami tidak cukup membantu Anda saat mengurus anak, seperti:

1. Moms tetap harus meminta tolong pada suami

Sebagai seorang ibu, tentu Anda berusaha mengurus Si Kecil dengan baik dan selalu mengutamakan mereka. Tetapi perlu diingat bahwa Anda hanya memiliki dua tangan dan dua kaki. Tentu akan melelahkan bila Anda terus meminta bantuan dari orang yang benar-benar mampu membantu Anda, yaitu suami Anda untuk melakukan hal mudah, seperti menyiapkan susu Si Kecil atau mengganti popoknya.

Seharusnya Anda berdua sudah tahu tanggung jawab sebagai orang tua yang harus mengurus anak-anaknya. Bila Moms harus terus meminta pertolongan suami, ini bisa menjadi tanda bahwa suami Anda tidak cukup membantu Anda saat mengurus Si Kecil.

2. “Nanti ya, Ma.”

Meski Anda berdua lelah saattiba di rumah setelah pulang kerja, biasanya Anda tetap berusaha membersihkan rumah. Namun ketika suami Anda selalu bilang “Nanti ya, Ma.” atau kata-kata yang menggambarkan bahwa ia akan menunda permintaan Anda, Moms perlu mengingatkan suami bahwa pekerjaan rumah bukan tanggung jawab Anda saja.

3. Moms terus mengingatkan apa yang perlu dilakukan

Meski banyak panduan atau tips yang bisa Anda dapat tentang mengurus anak, pada kenyataanya mengurus anak tidaklah mudah. Suami Anda tidak menjalankan perannya sebagai ayah dan suami dengan baik bila Anda harus selalu mengingatkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

4. Moms membuat catatan tentang apa yang harus dilakukan suami

Saat Anda harus melakukan kegiatan di luar rumah dan menitipkan Si Kecil pada suami, mungkin suami Anda dengan percaya diri mengatakan bahwa ia bisa menjaga Si Kecil dengan baik. Namun belum lama Anda pergi, sudah banyak rentetan pertanyaan dari suami Anda, misalnya di mana popok Si Kecil dan berapa takaran susunya, yang ia kirimkan lewat pesan WhatsApp. Hmm... mau tak mau Anda harus membuat catatan penting tentang mengurus Si Kecil ketika menitipkannya pada suami, ya. Kalau begini tampaknya ia belum siap dititipkan dan ditinggalkan sendiri dengan anak nih, Moms.

5. Suami Anda selalu bisa tidur nyenyak

Bila Moms mendapati bahwa suami Anda selalu bisa tidur nyenyak, sedangkan Anda yang harus selalu bangun dari tidur untuk menenangkan atau mengganti popok Si Kecil, ini bisa menjadi pertanda bahwa suami Anda tidak cukup berperan dalam pengasuhan anak.

6. Moms merasa mengurus rumah tangga sendiri

Moms, apakah Anda merasa bahwa Anda harus mengatur semua tagihan? Apa Anda harus selalu menghadiri pertemuan di sekolah Si Kecil? Atau mencari guru les untuk Si Kecil? Bila Anda merasa demikian, maka Anda menjalani peran yang berlebihan dalam rumah tangga, dan jelas bahwa suami tidak cukup berperan dalam hal ini.

7. Si Kecil selalu mencari Anda

Tanda bahwa suami Anda tidak menjalankan perannya dengan baik ketika mengurus anak adalah Si Kecil terus mencari Anda ketika butuh atau terjadi sesuatu dengannya, misalnya hanya Moms yang bisa membuatnya berhenti menangis dan menenangkannya. Bila seperti ini keadaannya, suami Anda seharusnya bisa memberi tahu Si Kecil bahwa ia akan selalu ada untuk Si Kecil ketika dibutuhkan.

8. Suami mengharapkan pujian ketika melakukan sesuatu

Suami Anda suka saat dipuji setelah berhasil melakukan hal yang sulit, apalagi ketika melakukan tugas Anda sebagai ibu di rumah tangga setelah lelah pulang kerja.

9. Moms sebagai pembuat keputusan dalam rumah tangga

Bila Moms selalu bertindak sebagai orang yang membuat keputusan terakhir dalam rumah tangga atau soal masa depan anak, ini bisa berarti baik bahwa Anda menunjukan ketegasan dan kepemimpinan Anda ataupun suami perlu belajar lebih percaya diri guna membuat pilihan baik untuk rumah tangga maupun masa depan Si Kecil. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   suami istri,   mengurus anak