Mother&Baby Indonesia
Waspada 7 Tanda Peringatan Pernikahan Anda dalam Bahaya

Waspada 7 Tanda Peringatan Pernikahan Anda dalam Bahaya

Semua hubungan pernikahan adalah unik. Segala kisah jatuh bangun, pertengkaran dan kebahagiaan, sangatlah berbeda dan bervariasi bagi setiap kehidupan rumah tangga. Walau begitu, ada beberapa tanda umum yang mengindikasikan permasalahan serius dalam pernikahan.

Memang tidak ada pernikahan yang sempurna, tetapi menjadi peka dan berani mencari solusi tentu dapat mencegah hal terburuk terjadi. M&B telah merangkum beberapa tanda peringatan umum dalam pernikahan, simak penjelasannya berikut ini.

1. Tak ada keinginan untuk menghabiskan waktu bersama

Me time atau melakukan hal-hal yang disukai sendirian memang diperlukan untuk menjaga hubungan pernikahan yang sehat. Tapi bila Anda atau pasangan lebih menikmati akhir pekan untuk dihabiskan masing-masing, maka sebuah hubungan akan mulai menjadi beban dibandingkan privilege.

Apakah sepulang kerja Anda lebih suka untuk menghabiskan waktu di dapur sendirian? Apakah pasangan lebih memilih untuk hang out bersama koleganya dibanding menghabiskan waktu bersama Anda? Apakah Anda merasa tak ingin pulang kerja karena malas bertemu suami? Hanya Anda yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

2. Tidak ada pertengkaran

Memang awalnya terdengar aneh, tapi bila Anda tak bisa meluapkan amarah dengan baik terhadap pasangan, maka hubungan Anda mungkin berada di dalam masalah yang lebih besar. Ketika Anda tak bisa membicarakan masalah yang Anda rasakan atau cukup angkuh hingga tak lagi mau mendengarkan, maka Anda membiarkan masalah memburuk dan berlipat ganda.

Di dalam pertengkaran, Anda dan pasangan setidaknya mengekspresikan emosi dan menyediakan ruang untuk pencarian solusi. Jarang bertengkar dapat menjadi tanda rasa acuh tak acuh, dan hal ini lebih buruk daripada amarah.

3. Hubungan intim terasa hampa, bahkan tak lagi pernah dilakukan

Ada beberapa sebab hubungan intim tak bisa dilakukan, misalnya karena alasan medis. Tapi bila Anda atau pasangan secara sadar menolak berhubungan intim, hal ini dapat menjadi tanda bahwa Anda atau suami tak lagi merasa intim satu sama lain.

Keintiman merupakan hal spesial yang membedakan pernikahan dengan hubungan lainnya. Bila pun dengan alasan medis hubungan seksual tidak bisa dilakukan, maka berpelukan atau berciuman dapat menjadi alternatif. Bila Anda merasa risih dan tak mau melakukannya, maka Anda perlu membicarakannya kepada pasangan atau mencari bantuan profesional.

4. Pembicaraan selalu tidak menyenangkan

Komunikasi merupakan kunci untuk hubungan mana pun tetap sehat. Tetapi bila setiap momen berdiskusi maupun mengobrol terasa tak nyaman, maka Anda perlu waspada. Momen hening yang tak nyaman, obrolan terasa seperti rengekan, candaan sarkastik atau sindiran, tak ada pembahasan saat bersama, maupun saling melempar argumen yang sama berkali-kali, dapat menjadi tanda bahwa tak lagi ada pemahaman yang sama saat berkomunikasi.

5. Terakhir yang tahu

Faktanya, hierarki tentang penyebaran informasi memang ada dalam sebuah hubungan, khususnya pernikahan. Pasangan Anda (atau sebaliknya) haruslah menjadi salah satu orang yang pertama tahu segala hal tentang Anda, seperti masalah kantor, rencana hang out bersama teman, kelas pertama Si Kecil, dan banyak hal lainnya.

Secara sepihak membuat keputusan atau berbagi informasi dengan orang lain termasuk hal yang tidak sopan. Jika hal ini pernah terjadi pada Anda, maka Anda tahu bahwa hal ini terasa seperti sedang dikhianati dan pasti tidak enak.

6. Selalu setuju

Bila Anda (atau suami) selalu setuju dengan pilihan atau perilaku pasangan, maka hal ini bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah besar dalam pernikahan Anda. Anda atau pasangan mengambil sikap pasif karena tidak peduli atau merasa takut pembicaraan berujung pada hal-hal yang tidak Anda harapkan.

Setiap pernikahan memiliki ketidaksepahamannya tersendiri dan pertengkaran memang terasa tidak terasa menyenangkan, tapi selalu diam mengikuti kemauan pasangan juga hal yang salah. Dalam kondisi ini, masalah bisa saja memupuk dan meledak sejadi-jadinya.

7. Merasa kesepian

Merasa kesepian di tengah hubungan pernikahan tetap mungkin terjadi lho, Moms. Jika kebutuhan akan rasa pertemanan dan dukungan emosi tidak terpenuhi, maka sangat memungkinkan untuk merasa kesepian walau sedang bersama orang lain secara fisik. Bila Anda merasa lebih tidak nyaman saat bersama pasangan daripada sedang sendirian, tandanya Anda punya masalah yang perlu diperhatikan.

Saat pasangan tidak berpartisipasi dalam hal-hal yang Anda suka lakukan (atau sebaliknya), maka hal ini juga dapat membuahkan rasa kesepian mendalam, membuat Anda lebih senang bersama orang lain atau diri sendiri. Bila hal ini terjadi, tentu ada masalah besar yang terpendam antara Anda dan pasangan.

Apakah Anda mendapati beberapa tanda di atas terasa familiar atau bahkan sedang mengalaminya? Bila ya, tak usah malu dan jangan tunggu waktu lebih lama lagi untuk meminta bantuan profesional agar pernikahan Anda dapat terselamatkan. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: pernikahan,   rumah tangga,   suami istri,   konflik rumah tangga,   perceraian










Cover April 2020