Mother&Baby Indonesia
Anak Terobsesi Mainan Pistol, Orang Tua Harus Apa?

Anak Terobsesi Mainan Pistol, Orang Tua Harus Apa?

Bermain tak hanya seru, tetapi juga penting untuk mengotimalkan tumbuh kembang anak. Moms juga pasti sudah tahu kalau bermain memberikan banyak manfaat untuk anak. Namun, bagaimana jika mainan favorit anak adalah mainan pistol? Tak sekadar suka, anak bahkan terobsesi dengan pistol mainan, hingga ia bercita-cita akan punya pistol sungguhan saat ia besar nanti.

Duh, mendengar anak bilang seperti itu, orang tua pasti was-was dibuatnya. Lalu muncul berbagai pertanyaan di benak orang tua: Bahaya enggak sih, membiarkan anak main pistol-pistolan? Ketika anak sudah terobsesi dengan pistol, apa yang harus dilakukan? Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Untuk menjawabnya, simak artikel di bawah ini, yuk!

Penelitian Mengatakan…




Michael G. Thompson, psikolog klinis dan penulis buku Raising Cain: Protecting the Emotional Life of Boys, menyebutkan kalau mainan pistol tidak ada hubungannya dengan cinta kekerasan ketika anak dewasa kelak.

"Ya, mainan pistol memang bertema kekerasan, dan itu bisa membuat orang dewasa khawatir, namun apakah ada hubungannya antara mainan anak dengan kekerasan yang dilakukan pria dewasa? Saya tidak pernah menemukan penelitian yang menghubungkan dua hal tersebut,” jelas Thompson pada Huffington Post.

Di lain sisi, Thompson juga menyebutkan kalau paparan anak pada kekerasan sungguhan bisa membuatnya mempelajari kekerasan. Anak yang sering dipukul orang tuanya, bisa tumbuh menjadi lebih agresif. Anak yang sering terpapar kekerasan menjadi lebih tidak sensitif dengan sikap agresif, sehingga akan cenderung mengulang-ulang sikap tersebut.

Larang dengan Halus

Kami mengerti, Moms mungkin khawatir hobi anak bermain pistol-pistolan membuatnya tumbuh menjadi sosok yang suka kekerasan. Jika obsesi anak dengan pistol membuat Anda cemas, maka utarakan keberatan Anda dengan cara yang halus, ya.

“Mama tahu kamu suka bermain pistol-pistolan, tetapi kamu harus tahu kalau pistol sungguhan itu bisa membahayakan orang lain, lho!” Sampaikan juga kalau hanya tentara dan polisi yang boleh menggunakan pistol, itu pun untuk melindungi masyarakat, bukan untuk sekadar aksi atau bermain.



Jadikan ‘Peluang’

Jangan melarang anak bermain pistol dengan keras, karena itu justru membuatnya kesal dan semakin ingin bermain pistol. Semakin Anda melarang anak bermain pistol-pistolan, maka itu justru membuat Si Kecil semakin tertarik.

“Anak tidak mengerti kenapa mereka mendapat masalah karena melakukan sesuatu yang terasa alami,” ujar Emily Edlynn, psikolog anak dan pendiri The Art and Science of Mom.

Untuk itu, anggap obsesi anak pada pistol ini sebagai peluang untuk mengajarkan batasan pada sikap agresif. Pastikan anak tahu ia tidak boleh menyakiti atau membuat orang lain tidak nyaman dengan mainan tersebut.

Moms juga bisa mengambil kesempatan untuk mengajarkan anak tanda-tanda orang lain tidak tertarik bermain pistol-pistolan bersama. Ajarkan juga kapan situasi aman dan tidak aman untuk bermain pistol mainan.

Seperti ‘menembak’ teman di sekolah dengan jari yang dibentuk seperti pistol? Duh, anak harus tahu kalau itu tidak boleh dilakukan. Bicarakan batasan-batasan bermain, dan anak pasti bisa mengerti kekhawatiran Anda. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: obsesi,   anak,   balita,   pistol,   senjata,   mainan anak,   mainan pistol,   mainan senjata