Mother&Baby Indonesia
Makanan Bernutrisi yang Perlu distok saat Pandemi

Makanan Bernutrisi yang Perlu distok saat Pandemi

Selain tetap tinggal #DiRumahAja, mengonsumsi makanan bernutrisi selama masa pandemi juga tak kalah pentingnya untuk menghindari ancaman virus corona. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi, Anda bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Nah, untuk memastikan Anda dan keluarga selalu mengonsumsi makanan yang bernutrisi selama #DiRumahAja, Moms harus menyiapkan atau menyetok beberapa makanan kaya nutrisi berikut ini.

1. Jahe

Jahe mengandung Gingerol, senyawa anti-inflamasi, yang dapat melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing, seperti virus, bakteri, dan jamur di masa pandemi ini. Jahe juga dikenal sebagai bahan makanan yang dipakai untuk pengobatan alternatif dalam mengatasi flu karena memiliki sifat anti mual dan penekan batuk. Sebuah studi juga mengungkapkan bahwa jahe kaya akan antioksidan dan efektif dalam mempercepat pemulihan penyakit tertentu.



Pastikan Anda menyimpan stok jahe Anda dengan benar di dalam kantong plastik, sehingga tetap segar dalam kurun waktu 4 hingga 6 minggu.

2. Lentil

Lentil merupakan jenis tanaman polong yang kaya akan nutrisi seperti folat, mangan, dan zat besi. Selain itu lentil juga merupakan karbohidrat kompleks dan memiliki banyak serat sehingga baik untuk kesehatan usus Anda. Kandungan vitamin B dan protein sebanyak 25% pada lentil, menjadikan jenis kacang-kacangan dari Timur Tengah ini sebagai alternatif yang bagus dan murah untuk menggantikan daging.

Saat Anda menyetok lentil di rumah, pastikan Anda menaruh lentil di dalam lemari pendingin dan lentil akan bertahan hingga 5 hari. Bila Anda membeli lentil kering ini akan lebih baik karena umur simpan lentil kering lebih lama, yaitu 2-3 tahun.

3. Ubi Jalar

Ubi jalar diketahui kaya akan kalium dan Vitamin C, yang mendukung sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan penyerapan zat besi. Selain itu, ubi jalar juga tinggi serat dan antioksidan. Pati dalam ubi jalar juga dengan cepat dipecah dan diserap sehingga meningkatkan kesehatan usus.

Sebuah penelitian juga telah menunjukkan bahwa konsumsi ubi jalar secara teratur dapat mencegah kekurangan vitamin A. Seperti diketahui, vitamin A sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Saat Anda menyetok ubi jalar, simpan di lemari pendingin sehingga ubi jalar bisa tetap dalam keadaan segar dan bertahan selama 2 hingga 3 bulan.



4. Jamur

Jamur mengandung polisakarida yang disebut beta-glukan, yang merupakan serat larut yang dikaitkan dengan peningkatan kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, jamur juga kaya akan vitamin B, mineral, dan antioksidan. Jamur juga memodulasi sistem kekebalan dengan meningkatkan aktivitas sel Natural Killer (NK), yang mengendalikan infeksi virus ketika sistem kekebalan menghasilkan sel-sel khusus antigen yang dapat membersihkan infeksi.

Karena jamur segar sangat mudah rusak, Moms bisa mempertimbangkan untuk menyetok jamur kering di masa pandemi ini karena masa simpannya akan bertahan lebih dari setahun.

5. Madu Manuka

Madu Manuka merupakan agen antimikroba dan penekan batuk alami. Secara tradisional madu Manuka juga telah digunakan untuk meredakan sakit tenggorokan dan menyembuhkan luka. Dibandingkan dengan madu biasa, madu Manuka memiliki konsentrasi methylglyoxal (MG) yang lebih tinggi, yaitu senyawa antibakteri utama. Penelitian juga menunjukkan bahwa madu Manuka dapat membunuh bakteri.

Anda tak perlu ragu untuk menyetok madu Manuka di rumah selama masa pandemi ini, karena masa simpannya bisa mencapai 2 tahun.

6. Ikan Sarden

Ikan sarden kaya akan vitamin B12, selenium, vitamin D, kalsium, dan tinggi lemak omega-3 EPA/DHA. Ikan sarden juga mengandung protein, yang menciptakan antibodi yang memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda, yang penting dalam memerangi infeksi virus di masa pandemi ini.

Di masa pandemi ini, Anda bisa menyetok sarden kalengan dan menyimpannya dengan benar karena umur simpannya bisa mencapai 5 tahun. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: nutrisi,   makanan bernutrisi,   bahan makanan,   covid-19,   pandemi