Mother&Baby Indonesia
Jaga Kesehatan, Hindari Makanan Ini saat Berbuka Puasa

Jaga Kesehatan, Hindari Makanan Ini saat Berbuka Puasa

Moms, apa menu favorit Anda saat berbuka puasa? Setelah seharian menahan lapar dan haus, terkadang kita menjadi lapar mata. Rasanya, semua makanan dan minuman ingin disantap.

Stop! Jangan biarkan hasrat untuk memakan membuat Anda mengabaikan kesehatan diri sendiri ya, Moms. Anda tetap harus selektif dalam memilih menu berbuka puasa agar tidak memberikan efek negatif bagi tubuh.

Setelah berpuasa selama sekitar 13 jam, perut Anda akan terasa kosong. Kondisi ini akan membuat perut Anda lebih sensitif. Jika salah makan atau makan secara berlebihan, bukan tak mungkin asam lambung dalam sistem pencernaan Anda akan meningkat sehingga menyebabkan kembung, mual, hingga sakit perut. Agar hal semacam ini tidak terjadi, sangat disarankan Anda menghindari beberapa jenis makanan dan minuman berikut ini.



1. Gorengan

Gorengan yang renyah nan gurih memang menggugah selera. Tanpa disadari, Anda bisa menghabiskan tiga potong bakwan, tahu, atau pisang goreng yang berwarna kuning keemasan. Padahal, Anda belum mengonsumsi makanan berat seperti nasi, lho.

Selain membuat Anda kenyang tanpa nutrisi yang lengkap, makanan yang digoreng bisa memperberat kerja organ pencernaan tubuh. Akibatnya, tubuh mudah lelah. Hal ini sangat kontradiksi dengan kondisi organ pencernaan ketika menjalankan puasa.

Saat berpuasa, organ tubuh sesungguhnya melakukan detoks dan pekerjaannya menjadi lebih ringan. Akan tetapi saat mengonsumsi gorengan, tiba-tiba lambung harus bekerja keras mencerna makanan tersebut. Gorengan juga harus dihindari karena penuh dengan lemak. Mengonsumsi makanan berlemak setelah berjam-jam puasa bisa menyebabkan gangguan pencernaan karena bersifat asam bagi perut.

2. Minuman Berkabonasi

Meneguk minuman berkabonasi ditambah es untuk berbuka puasa memang terasa menyegarkan, ya. Namun minuman semacam ini biasanya tinggi gula dan kalori sehingga meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas. Selain itu, minuman berkarbonasi bisa menyebabkan kembung yang berujung pada gangguan pencernaan. Sebagai alternatif, Anda bisa meminum air putih atau air kelapa untuk memuaskan dahaga saat berbuka.

3. Makanan Tinggi Gula

Makanan tinggi gula seperti permen dan cokelat sebisa mungkin dikurangi karena mengandung nilai gizi yang sangat sedikit, tapi tinggi kalori. Memakan makanan manis macam donat atau cokelat boleh saja, asal tetap dikontrol jumlahnya dan tentu saja tidak setiap hari. Ingat, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis bisa memicu diabetes dan kenaikan berat badan.

4. Makanan Pedas

Cabai mengandung senyawa capsaicin yang pedas. Ini bisa saja membuat dinding lambung Anda iritasi dan menimbulkan reaksi asam yang membuat perut kram serta nyeri. Makanan pedas juga bisa menyebabkan diare, terutama bagi Anda yang memiliki pencernaan sensitif.

5. Minuman dalam Kemasan

Minuman manis dalam keadaan dingin menjadi sajian menyegarkan saat berbuka puasa. Akan tetapi minuman manis dalam kemasan seperti jus buah, minuman berenergi, dan lainnya tidak baik dikonsumsi saat perut Anda kosong.

Gula dalam bentuk fruktosa pada minumam kemasan dapat menyebabkan hati bekerja keras mengolahnya. Anda perlu tahu, hati juga perlu pemanasan untuk mengolah zat-zat yang masuk ke dalam tubuh secara perlahan.



6. Minuman Dingin

Minuman dingin dapat merusak selaput lendir dan memperlambat kerja sistem metabolisme serta pencernaan. Minuman dingin juga bisa membuat perut terasa dingin dan kaku, juga menahan lemak serta zat sisa di dalam usus.

7. Kopi

Meminum kopi pada saat berbuka puasa akan semakin meningkatkan asam lambung. Keasaman pada kopi akan merangsang sekresi asam klorida pada sistem pencernaan yang menyebabkan gastritis pada sebagian orang.

8. Durian, Nangka, dan Mangga

Mengonsumi buah-buahan memang disarankan saat berbuka puasa. Selain tinggi serat, buah juga mengandung tinggi vitamin. Namun durian, nangka, mangga, dan kedondong tidak termasuk ke dalam kategori buah yang disarankan untuk dikonsumsi pada waktu berbuka. Sebaliknya, buah-buahan ini harus dihindari.

Durian mengandung gas yang bisa menyebabkan asam lambung naik, begitu pula dengan nangka. Mangga, khususnya yang asam, berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan jika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong. 

Satu hal yang tak kalah penting, jangan mengonsumsi terlalu banyak makanan dalam waktu singkat saat berbuka puasa. Makanlah secara perlahan dan bertahap dengan porsi secukupnya agar lambung Anda tidak kaget. Jangan lupa mengonsumsi lebih banyak sayuran guna membantu proses pencernaan.

9. Makanan Bersantan

Santan termasuk bahan makanan yang tinggi akan kalori, yakni sekitar 552 kalori dalam satu buah cangkir. Walau di dalam santan terkandung vitamin C, besi, magnesium, kalium serta tembaga, tetapi ada juga kandungan lemak jenuh yang memicu risiko penyakit jantung koroner.

Sangat disarankan Moms dan keluarga untuk menghindari mengonsumsi makanan bersantan secara berlebihan agar terhindar dari dampak buruk terkait berbagai masalah kesehatan, termasuk pencernaan. 

10. Makanan Instan

Makanan instan seperti mie instan hanya akan membuat tubuh kesulitan menyerap nutrisi dari makanan bergizi lainnya. Selain itu, makanan instan atau kaleng pun tidak mengandung nilai gizi yang baik untuk tubuh. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: puasa,   buka puasa,   makanan buka puasa,   kesehatan










Cover April 2020