Mother&Baby Indonesia
Kentut Vagina atau Queefing, Kenapa bisa Terjadi?

Kentut Vagina atau Queefing, Kenapa bisa Terjadi?

Moms, tahukah Anda bahwa kentut tak hanya keluar dari anus, melainkan juga dari vagina? Anda mungkin pernah mengalaminya, baik saat berhubungan seks dengan pasangan atau saat berolahraga, namun Anda menyangkalnya karena berpikir “Ah memalukan, tak mungkin, lah.”

Tetapi, faktanya kentut juga bisa terjadi di vagina lho, Moms! Sebutannya adalah queefing atau queef. Bagaimana itu bisa terjadi? M&B telah merangkum beberapa pertanyaan umum (yang mungkin sedang Anda pikirkan) beserta jawabannya. Simak penjelasannya berikut ini, Moms!

Normalkah hal itu terjadi?

Walaupun terdengar sedikit horor (bohong bila tak sempat kaget saat mendapati suara "tut" keluar dari vagina Anda), queefing merupakan hal normal dan tidak menandakan masalah kesehatan apa pun. Dilansir dari Women’s Health, Mary Jane Minkin, MD, profesor klinis kebidanan dan kandungan di Yale Medical School, menyatakan bahwa hal itu sangatlah normal.



Queefing terjadi karena terdapat udara terperangkap di dalam vagina dan tidak memiliki jalan keluar lain kecuali melalui vagina itu sendiri. Hal unik yang perlu diketahui adalah vagina bukanlah saluran yang lurus. Menurut dr. Minkin, vagina memiliki lipatan-lipatan kecil yang disebut sebagai rugae, dan udara dapat dengan mudah terperangkap di dalamnya.

Apa penyebabnya?

Dilansir dari Everyday Health, beberapa sebab umum queefing antara lain:

• Berhubungan intim. Memasukkan sesuatu ke dalam vagina akan mendorong sejumlah udara untuk masuk juga ke dalamnya. Saat berhubungan seksual, penis tak hanya sekali dimasukkan ke dalam vagina, melainkan dikeluarkan dan dimasukkan kembali. Aktivitas ini tentu menambah jumlah udara yang tertekan masuk ke dalam vagina.

• Berolahraga. Beberapa gerakan olahraga dapat menyebabkan udara terperangkap di dalam vagina. Olahraga yang dilaporkan paling sering menyebabkan queefing adalah yoga.

• Kehamilan atau menopause.

• Persalinan. Salah satu efek melahirkan adalah otot pelvis yang melemah, dan hal ini dapat menyebabkan queefing.



Colonoscopy atau tindakan bedah lain. Beberapa prosedur bedah tertentu, seperti colonoscopy, dapat menyebabkan redistribusi udara di dalam tubuh Anda dan dapat berujung pada queefing.

Bau dong, vaginanya?

Hal utama yang perlu diketahui adalah queefing terjadi akibat udara yang terperangkap di dalam vagina, bukan disebabkan oleh aktivitas bakteri tertentu. Walau bunyinya hampir mirip, queefing tidak berbau sama sekali. Memakan petai atau jengkol seharian penuh tidak akan menyebabkan queefing Anda berbau petai atau jengkol, karena udara yang terperangkap di dalam vagina adalah udara murni.

Tentu berbeda bila dibandingkan dengan kentut biasa yang terjadi melalui anus. Memang kentut anus juga disebabkan oleh udara yang tertelan masuk ke dalam tubuh, tapi biasanya juga disebabkan oleh aktivitas bakteri di usus. 

Apakah ini bisa dicegah?

Baik kentut biasa maupun queefing adalah hal yang alami terjadi, sehingga dapat terjadi tiba-tiba tanpa diharapkan. Tapi dilansir dari Everyday Health, ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah queefing, yakni dengan senam kegel yang dilakukan minimal tiga set sepuluh repetisi. Senam kegel dapat membantu menguatkan otot pelvis.

Selain itu, memilih posisi hubungan seks yang tepat juga dapat menurunkan risiko queefing. Menurut Cosmopolitan, hindari posisi hubungan seks yang membuat pinggang di atas kepala Anda. Posisi ini membuat udara semakin mudah masuk dan terperangkap di dalam vagina.

Tapi di atas semua hal itu, sebaiknya Anda tak perlu khawatir berlebihan tentang queefing, karena sebenarnya Anda harus merayakannya! Tak perlu malu dan jadikan hal ini sebagai bahan bercanda bersama pasangan atau teman kelas yoga Anda.

Sampai batas mana queefing aman?

Walau memang termasuk hal alami yang normal terjadi, queefing dapat menjadi tanda serius, lho. Bila queefing menimbulkan bau yang kuat, maka bisa jadi Anda memiliki vaginal fistula. Vaginal fistula merupakan kondisi di mana terdapat pembukaan pada vagina sehingga menyambungkan vagina dengan organ lain, seperti usus besar, rektum, dan kandung kemih. Segera hubungi dokter bila queefing Anda berbau tidak enak. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: kentut vagina,   queefing,   kentut,   kesehatan