Mother&Baby Indonesia
Menangani Anak yang Sakit di Masa Pandemi

Menangani Anak yang Sakit di Masa Pandemi

Di masa pandemi global virus corona (COVID-19) ini, pemerintah mengharuskan seluruh masyarakat Indonesia tanpa pengecualian untuk melakukan physical distancing. Di samping itu, masyarakat juga diimbau untuk membatasi kunjungan ke rumah sakit, kecuali dalam keadaan terdesak. Kondisi tersebut kerap membuat banyak orang khawatir akan kondisi kesehatan mereka, terutama para orang tua yang memiliki anak.

Dalam Facebook Live dengan tema bahasa "Ketika Si Kecil Sakit" yang dipersembahkan oleh JOHNSON’S pada 29 April 2020 lalu, Dr. Atilla Dewanti, Sp.A, Dokter Spesialis Anak, RSIA Brawijaya, mengatakan bila anak sakit di masa pandemi ini, orang tua harus pintar memilah-milih kondisi penyakit seperti apa yang mengharuskan anak dibawa ke rumah sakit dan kondisi seperti apa yang masih bisa dilakukan perawatan atau diatasi di rumah.

Beberapa penyakit yang sering dialami anak adalah demam, batuk pilek, diare, atau terjatuh. Dokter Atilla memberikan penjelasannya terkait penanganan penyakit-penyakit tersebut di masa pandemi ini. Simak ya, Moms!



Saat Si Kecil Demam

Sebelumnya Moms perlu tahu, bahwa yang disebut demam itu adalah bila suhu tubuh Si Kecil lebih tinggi daripada suhu normal tubuhnya yaitu antara 36-37,5 derajat Celsius. Maka bila suhu tubuh Si Kecil di atas angka tersebut, kondisinya bisa dikategorikan demam.

Penyebab Si Kecil demam ini bermacam-macam, bisa karena ia sedang tumbuh gigi, gejala akan batuk pilek, atau infeksi lainnya. Sebelum Anda memutuskan membawa Si Kecil ke rumah sakit, Moms perlu melihat kondisinya terlebih dahulu agar tetap bisa melakukan perawatan #DiRumahAja, seperti:

• Bila Si Kecil demam namun ia tetap lincah atau gembira, dan tetap mau makan, Moms bisa memberikan Si Kecil minum atau ASI lebih banyak. Demamnya ini bisa saja hanya disebabkan karena ia kekurangan cairan.

• Saat Si Kecil demam, pakaikan baju yang longgar dan tidak usah ditutupi dengan selimut atau dipakaikan kaus kaki.

• Bila dalam 1-2 jam Si Kecil sudah tidak panas setelah melakukan hal-hal di atas, berarti tidak ada yang perlu Anda khawatirkan dan Si Kecil baik-baik saja.

• Namun bila tubuhnya masih panas juga, Moms bisa memberikan tambahan obat paracetamol, dengan dosis 10mg/ kg berat badan anak. Obat ini bisa diberikan setiap 8 jam.

Kapan Harus dibawa ke Rumah Sakit?

• Bila Si Kecil demam tinggi lebih dari 2 hari dan demamnya tidak turun meski sudah diberi obat panas.

• Bila Si Kecil demam, lalu dalam 1 atau 2 jam ia kejang. Bagi anak yang sudah memiliki riwayat kejang, Moms bisa memberinya obat untuk mengatasi kejangnya, setelah itu bawa ke rumah sakit.

Saat Si Kecil Batuk dan Pilek

Batuk dan pilek bisa disebabkan karena Si Kecil mengonsumsi makanan manis atau minuman dingin, memiliki alergi, entah debu, atau udara yang dingin.

Sebelum membawanya ke rumah sakit, bila Si Kecil mengalami batuk dan pilek, Moms bisa melakukan perawatan #DiRumahAja dengan memberinya minum air hangat yang banyak. Anda juga boleh mengoleskan krim penghangat di sekitar dada dan punggungnya. Bila kondisi pileknya belum membaik, Moms bisa memberi Si Kecil obat batuk dan pilek yang sudah direkomendasikan oleh dokter sebelumnya.

Kapan Harus dibawa ke Rumah Sakit?

Bila Si Kecil batuk dan tersengal-sengal, dan intensitasnya batuknya lebih dari 40-60 kali per menit, ini menandakan ia mengalami sesak napas dan harus segera dibawa ke rumah sakit



Saat Si Kecil Diare

Si Kecil dikatakan mengalami diare bila buang air besarnya encer dan intensitasnya sering, biasanya lebih dari 5 kali. Diare bisa disebabkan karena Si Kecil salah makan, memliki alergi pada makanan tertentu, kekenyangan, atau saat makan tangannya kotor.

Saat anak diare, Moms bisa memberikan cairan oralit (cairan gula garam). Anda bisa membuat cairan ini di rumah dengan menyiapkan air sebanyak 200 cc lalu menambahkan gula dan garam sejumput. Hindari pula anak mengonsumsi sayur dan buah. Untuk menghindari risiko dehidrasi akibat diare, Si Kecil juga harus banyak minum untuk mengganti cairan yang hilang.

Kapan Harus dibawa ke Rumah Sakit?

Bila Si Kecil BAB sampai 8 kali dan banyak. Perhatikan tanda-tanda ia dehidrasi, yaitu ketika Si Kecil tidak mau minum, lemas, intensitas buang air kecilnya jarang, atau popoknya masih kering. Bila ia menunjukkan tanda-tanda demikian, segera bawa ke rumah sakit agar Si Kecil mendapatkan oksigen.

Saat Si Kecil Jatuh

Bila setelah Si Kecil terjatuh, ia masih gembira, tidak ada pendarahan, muntah, kejang atau matanya juling, Moms tidak perlu membawanya ke rumah sakit. Namun bila Si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, ada pendarahan kecil, Moms bisa menutupi lukanya dan tekan menggunakan es. Bila pendarahan masih terjadi, Anda bisa segera ke rumah sakit agar mengurangi risiko Si Kecil kekurangan darah.

Menjaga Kesehatan Anak Selama Pandemi

Untuk mencegah semua penyakit itu terjadi dan menjaga kesehatan Si Kecil selama masa pandemi, Dr. Atilla menyarankan untuk melakukan beberapa cara berikut:

• Berikan Si Kecil makan makanan yang bergizi setiap hari.

• Pastikan Si Kecil minum air putih yang cukup.

• Berikan tambahan vitamin.

• Berikan vaksinasi yang lengkap.

• Pastikan Si Kecil cukup istirahat.

• Biarkan Si Kecil tetap aktif meski #DiRumahAja.

• Pakai masker kain bila keluar rumah (anak di atas 2 tahun harus pakai masker).

• Rajin cuci tangan dengan sabun. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   bayi,   balita,   anak sakit,   pandemi










Cover April 2020