Mother&Baby Indonesia
Anak Tak Kenal Takut, Dibiarkan atau Dilarang?

Anak Tak Kenal Takut, Dibiarkan atau Dilarang?

Memanjat pagar, melompat dari meja yang tinggi, atau melakukan salto. Ehm, adakah Moms yang memiliki anak dengan kebiasaan seperti ini? Bukan sekadar aktif, tapi Si Kecil seperti tak memiliki rasa takut untuk melakukan berbagai hal.

Percaya diri dalam bentuk keberanian sesungguhnya merupakan sebuah perilaku yang positif. Masalahnya, terkadang beberapa anak terkesan terlalu berani. Jika kondisi ini terjadi, tingkah lakunya tentu membuat Anda selalu diliputi kecemasan. Pasalnya, Si Kecil terkadang tidak menyadari bahwa perbuatannya tersebut bisa membahayakan dirinya sendiri.

Menurut psikolog klinis, Reynitta Poerwito, Bach. Of Psych., M.Psi., anak yang suka melompat dari tempat yang tinggi, melakukan salto, atau bergelantungan di tali, merupakan gambaran dari anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.



“Si Kecil juga memiliki jiwa petualang sehingga tidak takut untuk mencoba hal-hal baru, termasuk kegiatan yang bisa meningkatkan adrenalinnya,” ungkap Reynitta. “Selama hal tersebut tidak membahayakan dirinya, maka perilaku tersebut bisa dibiarkan. Akan tetapi Moms tetap harus memberikan penjelasan mengenai risikonya agar anak mengerti,” lanjutnya.

Ada Batasan

Di sisi lain, Moms juga perlu memberikan batasan. Anda harus melarang jika memang perbuatannya memiliki risiko tinggi untuk membahayakan diri sendiri. Oleh sebab itu, Anda perlu memberikan perhatian khusus apabila Si Kecil termasuk anak yang ekstra berani atau memiliki jiwa petualang yang tinggi.



Jika Moms menganggap perilaku Si Kecil sudah di luar batas normal, maka Anda perlu membawanya berkonsultasi ke dokter atau ahli yang khusus menangani anak-anak seperti ini.

“Untuk anak atau balita yang memang kondisinya di luar batas normal, Anda memang perlu membawanya ke dokter atau psikolog anak. Khususnya jika Anda merasa anak memiliki energi yang sangat berlebih, suka melompat dari tempat berbahaya tanpa rasa takut, sulit fokus, dan sebagainya. Apabila ditemukan kondisi khusus maka akan perlu diberikan penanganan guna membantu anak mengontrol hal-hal yang di luar batas normalnya,” jelas Reynitta.

So, Moms memiliki anak yang berani memang baik. Di sisi lain, Anda harus benar-benar memperhatikan tingkah laku Si Kecil dan tetap memberitahunya tentang bahaya yang mungkin muncul dari perilaku beraninya tersebut. Jika memang perilakunya sudah melewati batas atau Anda tak mampu menanganinya lagi, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahlinya. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   anak tak kenal takut,   anak berani










Cover April 2020