Mother&Baby Indonesia
Hati-Hati! Ini Risiko Anak Konsumsi Garam Berlebihan

Hati-Hati! Ini Risiko Anak Konsumsi Garam Berlebihan

Saat Si Kecil semakin besar dan telah mencoba banyak jenis makanan, ia pun akan mengenal rasa manis dan asin. Dan biasanya juga, anak-anak lebih menyukai rasa manis, hingga membuatnya ketagihan makan permen atau minum jus.

Karena kondisi tersebut, Moms tentu akan berfokus untuk membatasi anak mengonsumsi gula. Tapi tanpa sadar, Anda mengabaikan konsumsi garam pada makanan anak. Padahal, mengonsumsi garam secara berlebihan juga dapat menimbulkan risiko kesehatan, khususnya pada anak-anak.

Bahaya Kelebihan Garam

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Journal Pediatrics menyebutkan bahwa saat ini anak-anak maupun orang dewasa masih mengonsumsi garam rata-rata 3.400 miligram setiap hari. Padahal, mengonsumsi 1.000 miligram garam saja sudah bisa meningkatkan risiko penyakit tekanan darah tinggi, obesitas, penyakit jantung, hingga stroke.



“Apabila anak-anak telah mengalami tekanan darah tinggi sejak kecil, maka kemungkinan bisa terbawa hingga dewasa. Tekanan darah tinggi sendiri merupakan salah satu faktor paling meningkatkan risiko penyakit jantung,” ujar peneliti Quanhe Yang, yang bekerja di Divisi Penyakit Jantung dan Pencegahan Stroke di CDC.

Menurut laporan Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (CDC) Amerika Serikat, asupan garam banyak didapatkan dari kebiasaan konsumsi makanan dan minuman kemasan serta junk food. Beberapa di antaranya adalah keju, pasta, atau makanan ringan dalam kemasan lain.

Selain penyakit di atas, mengonsumsi garam berlebihan juga menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Hal ini akan mengganggu kinerja ginjal karena kesulitan memilah kadar garam dengan cairan dalam tubuh.

Tanda-tanda Garam Berlebihan


Apabila Moms tanpa sadar memberikan asupan dengan kadar garam tinggi pada Si Kecil, kemungkinan bisa muncul tanda-tanda sebagai berikut:

Selalu merasa haus



Tubuh yang kelebihan garam bisa memicu rasa haus yang berlebihan. Meskipun cuaca sedang tidak panas atau tidak sedang beraktivitas, Si Kecil bisa merasakan kehausan yang teramat sangat.

Suka camilan asin

Rasa asin dan gurih memang membuat camilan terasa lebih nikmat. Hal ini dikarenakan kadar garam yang cukup tinggi serta tambahan MSG dan bumbu lainnya yang berlebihan dimasukkan pada camilan dalam kemasan atau makanan cepat saji.

Urine berwarna sangat kuning atau gelap

Asupan garam natrium yang terlalu banyak dikonsumsi dapat memengaruhi warna urine. Jika urine Si Kecil berwarna sangat kuning atau menjadi gelap, maka Moms harus lebih waspada pada makanan yang ia konsumsi.

Anjuran Aman Konsumsi Garam

Untuk mencegah risiko penyakit berbahaya yang bisa dialami Si Kecil, maka Moms perlu membatasi pemberian garam pada makanannya. Para ahli kesehatan merekomendasikan kadar garam untuk anak-anak tidak lebih dari 2.300 miligram atau setara 1 sendok teh per hari.

Selain itu, sebisa mungkin kurangi kebiasaan untuk makan di restoran cepat saji dan makan camilan kemasan. Cek kadar garam natrium dan kandungan lainnya yang tercantum pada label di kemasan makanan. Dan yang tak kalah penting, ajak Si Kecil untuk melakukan gaya hidup sehat dengan berolahraga, serta makan makanan sehat dan kaya serat. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   balita,   anak,   mpasi,   garam,   nutrisi