Mother&Baby Indonesia
Kenapa Bayi Suka Menggigit, Mencubit, dan Menarik Rambut?

Kenapa Bayi Suka Menggigit, Mencubit, dan Menarik Rambut?

Saat sedang bersenda gurau atau menghabiskan waktu dengan Si Kecil yang masih bayi atau berusia balita, mungkin Moms sudah biasa melihat Si Kecil yang suka menggigit, mencubit, atau bahkan menarik rambut Anda. Karena hal ini tak hanya dilakukan sekali saja, bisa-bisa Anda merasa bingung ya, mengapa sih, ia suka sekali melakukan hal-hal tersebut?

Mengapa bayi suka menggigit, mencubit, menarik rambut orang?

Melansir laman Raisingchildren.net.au, perilaku Si Kecil suka menggigit, mencubit, dan menarik rambut seseorang ini merupakan caranya untuk bereksperimen dan mengenal dunia di sekitarnya. Untuk anak bayi, kegemarannya menggigit, mencubit, dan menarik rambut seseorang yang ada di dekatnya ini bisa dibilang sebagai caranya belajar sebab dan akibat, yang biasanya terjadi saat ia berusia 6-12 bulan.

Misalnya, Si Kecil menggigit pipi Anda, kemudian ia ingin melihat bagaimana reaksi Anda saat digigit. Bila Moms malah tertawa atau menjadikannya ini sebagai sebuah permainan, bayi Anda akan mencoba melakukannya lagi dan ingin melihat apakah reaksi Anda masih sama dengan sebelumnya. Bila Anda marah, mungkin ia akan terkejut, namun tak berarti bahwa ia kapok untuk melakukan hal tersebut lagi.



Selain rasa keingintahuannya, kegemaran bayi Anda menggigit orang lain ini biasanya terjadi saat giginya mulai tumbuh, sehingga membuat gusi mereka terasa sakit. Untuk mengurangi rasa ngilu atau sakit yang dirasakannya tersebut, maka ia membutuhkan sesuatu untuk digigit, salah satunya mungkin dengan menggigit bagian tubuh Anda.

Bagaimana dengan balita?

Bagi Si Kecil yang berusia balita, menggigit, mencubit, menarik rambut orang bisa menjadi bagian dari caranya mengekspresikan perasaannya. Entah itu gembira, marah, kesal, atau terluka. Mereka melakukan hal-hal tersebut karena tidak memiliki kata-kata yang bisa menggambarkan perasaannya.

Selain itu, kebiasaan Si Kecil tersebut juga disebabkan karena ia melihat anak lain melakukan hal yang sama, atau melakukan hal tersebut pada anak balita Anda. Bahkan bisa saja mereka melakukan hal-hal tersebut saat berkelahi dengan anak lainnya.

Alasan lainnya yang mendasari bayi atau balita Anda suka menggigit, mencubit, menarik rambut orang karena ia merasa kewalahan dengan terlalu banyak kebisingan, cahaya, atau aktivitas yang dilakukan, merasa lelah, lapar, atau justru ingin menikmati waktu bermain lebih lama.



Bagaimana menghadapi perilaku Si Kecil ini?

Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi kegemaran Si Kecil melakukan hal-hal tersebut adalah dengan meresponsnya secara verbal. Misalnya, Anda bisa bilang tidak atau jangan saat ia menggigit, mencubit, atau menarik rambut Anda.

Langkah selanjutnya adalah dengan menyingkirkan tangan (saat ia mencubit atau menarik rambut), dan mulutnya (saat menggigit). Bila ia mengulanginya lagi, Anda bisa merespons dan melakukan hal yang sama. Untuk menghadapi kebiasaannya menggigit saat tumbuh gigi, Moms bisa memberikannya sesuatu yang lain untuk digigit, seperti teether atau mainan yang aman.

Hal yang sama yaitu meresponsnya secara verbal juga bisa Anda terapkan saat menghadapi perilaku balita Anda. Namun Anda juga perlu menunjukkan bagaimana perasaan Anda saat Si Kecil melakukan hal-hal tersebut. Misalnya “Jangan gigit Mama ya nak, sakit lho kalo Mama digigit.”

Langkah selanjutnya, tergantung pada alasan anak berperilaku seperti demikian (menggigit, mencubit, menarik rambut orang). Ketika Moms memahami alasannya, maka Anda dapat merespons dengan cara yang membantu Si Kecil belajar cara berperilaku yang lebih pantas. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   bayi menggigit,   bayi mencubit,   bayi menarik rambut