Mother&Baby Indonesia
Perlukah Karantina Bayi agar Terhindar dari COVID-19?

Perlukah Karantina Bayi agar Terhindar dari COVID-19?

Pandemi COVID-19 menjadi kondisi yang tentu tidak mengenakkan bagi banyak orang. Sebab, aturan physical distancing yang berlaku saat ini membuat kita harus berada di rumah saja sebagai karantina mandiri. Hal ini jadi terasa berat dijalani, terutama ibu hamil dan ibu dengan bayi baru lahir.

Tindakan karantina mandiri yang kurang dipahami ini menimbulkan satu kekhawatiran para ibu. Beberapa berpikir bahwa hal ini membuat mereka harus mengkarantina bayi di ruang yang berbeda, meski dalam kondisi tubuh sehat demi mencegah Si Kecil terpapar virus corona. Karena kekeliruan inilah, Moms perlu tahu cara tepat untuk merawat bayi saat pandemi ini terjadi.

Tidak Harus Pisah Ruang

Sebenarnya, aturan karantina mandiri diberlakukan agar setiap orang meminimalisir dalam melakukan kegiatan di luar rumah. Hal ini dianggap dapat mencegah penularan dan penyebaran COVID-19 yang mudah sekali terpapar melalui droplets, terutama pada mereka yang menderita masalah pernapasan.



Untuk itu, gerakan physical distancing atau menetap di rumah saja dalam melakukan semua kegiatan pun sangat penting dijalankan. Dan jika dalam satu rumah tidak ada pasien positif COVID-19, seluruh anggota keluarga tetap boleh berada di satu ruangan yang sama saat beraktivitas.

Jadi, Moms tidak perlu khawatir untuk mengkarantina bayi di ruangan berbeda dan terpisah. Selama Anda atau bayi tidak terpapar virus corona, proses menyusui, memandikan, dan perawatan Si Kecil lainnya tetap bisa dilakukan tanpa ada aturan khusus.

Tips Merawat Bayi saat Pandemi


Memang tidak ada larangan atau hal khusus saat merawat bayi di tengah pandemi saat ini. Namun, Moms tetap dianjurkan untuk berdiam diri di dalam rumah saja, dan menambahkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga Si Kecil tetap sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya lainnya, seperti:

1. Konsultasi Virtual

Saat ini, beberapa rumah sakit atau aplikasi kesehatan telah membuka layanan konsultasi dengan dokter secara virtual. Hal ini juga bisa Anda manfaatkan untuk mengecek perkembangan bayi dengan dokter anak yang Anda pilih tanpa harus bertatap muka. Tetapi, apabila ada kondisi yang kesehatan yang mengkhawatirkan, segera buat janji untuk bertemu langsung dengan dokter.

2. Tetap Berikan Vaksin



Vaksinasi tetap harus diberikan pada bayi, meski terlambat dari waktu yang seharusnya. Hal ini sangat dianjurkan oleh para dokter, agar daya tahan tubuh bayi tetap terjaga serta tumbuh kembangnya optimal. Saat hendak vaksinasi, tanyakan dahulu informasi terkait hal tersebut kepada rumah sakit tujuan untuk membuat jadwal khusus.

3. Keperluan Bayi Lengkap

Ada baiknya jika Moms telah mempersiapkan segala keperluan Si Kecil, seperti untuk makan, mandi, atau bahkan mencuci pakaian setidaknya satu-dua minggu ke depan. Tidak perlu membeli terlalu banyak, tetapi secukupnya saja agar tidak mubazir jika terlalu lama disimpan. Pastikan juga bahwa semua keperluan tersebut sudah higienis, dengan membersihkannya menggunakan sterilizer.

4. Jaga Jarak Aman

Apabila Anda harus mengajak Si Kecil keluar rumah, seperti ke rumah sakit atau klinik, sebaiknya gunakan stroller. Hal ini akan menjaga bayi dari jangkauan orang asing yang ingin menyentuhnya, sehingga terhindar dari paparan virus. Namun jika hanya ke apotek atau swalayan, sebaiknya minta bantuan keluarga lain untuk menjaga Si Kecil selama di rumah saja.

5. Memakai Masker

Apabila Moms didiagnosis positif COVID-19, Anda tetap dapat memberikan susu secara eksklusif pada bayi. Fakta menyebutkan bahwa virus ini tidak akan memengaruhi pemberian ASI. Namun, Anda harus mengenakan masker untuk menghindari bayi terkena droplets yang bisa menularkan virus corona dan virus atau bakteri lain yang bisa mengancam kesehatan bayi. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   karantina,   virus corona,   covid-19










Cover Mei-Juni-Juli 2020