Mother&Baby Indonesia
Bayi Sering Kaget, Bahayakah? Ini Cara Mengatasinya

Bayi Sering Kaget, Bahayakah? Ini Cara Mengatasinya

Memperhatikan bayi baru lahir yang sedang tertidur lelap memang sangat menyenangkan ya, Moms! Si Kecil terlihat begitu tenang dan bahagia. Tetapi kenapa ya, bayi baru lahir sering kaget saat sedang tidur? Padahal, tidak ada suara bising atau apa pun yang mengagetkan.

Moms perlu tahu, kalau kaget merupakan bagian dari refleks Moro, salah satu refleks pertama yang dikuasai bayi dalam hidupnya. Bayi suka kaget, bahaya enggak, sih? Bagaimana caranya agar bayi tidak sering kaget? Yuk, ketahui faktanya di bawah ini.

Refleks Moro




Kalau Anda perhatikan, refleks Moro ini membuat Si Kecil tiba-tiba meregangkan kedua tangan dan kakinya, atau melengkungkan tubuhnya, sebagai tanda ia kaget. Lucunya, mereka biasanya tidak menangis saat kaget seperti ini. Tentu saja ia tidak kaget, karena refleks Moro sangat alami dan bagian dari sistem proteksi diri bagi bayi baru lahir. 

Sampai kapan bayi sering kaget? Menurut Healthline Parenting, bayi sering kaget biasanya paling sering terjadi ketika usianya 3-4 bulan. Ada juga bayi yang sering kaget sejak baru lahir hingga 6 bulan. Artinya, setiap bayi berbeda-beda ya, Moms.

Berbahayakah Ini?

Tenang saja, Moms, karena bayi yang sering kaget justru menunjukkan kalau ia dalam keadaan normal. Buktinya, Si Kecil bisa menunjukkan refleks Moro, suatu bentuk ‘waspada’ bayi yang membuatnya mampu berantisipasi akan jatuh atau mengalami benturan.

Semakin bertambah usia bayi (lebih dari 6 bulan), maka kemampuannya untuk mengontrol gerak tubuh juga akan semakin baik. Maka refleks Moro ini akan semakin jarang terjadi, karena Si Kecil sudah tahu cara mengendalikannya.

Cara Mengatasi Bayi Sering Kaget

Walau refleks moro adalah hal yang baik dan wajar terjadi, banyak orang tua yang tidak tega melihat bayi kecilnya sering kaget. Terlebih, refleks moro bisa terjadi kapan saja, termasuk saat Si Kecil tidur. Akibatnya, bayi jadi sering terbangun, kualitas tidurnya kurang baik, dan ia sulit tertidur lagi. Nah, untuk mengatasi bayi sering kaget, Moms bisa mencoba beberapa cara ini:



1. Tidurkan berdekatan dengan tubuh Anda

Jaga tubuhnya dan tubuh Anda berdekatan selama mungkin dalam posisi berbaring. Perlahan lepaskan tubuh Si Kecil ketika punggungnya mulai menyentuh kasur. Sanggahan seperti ini cukup untuk mencegahnya merasakan sensasi terjatuh, yang bisa memicu refleks Moro.

2. Bedong

Ini akan membuat bayi merasa aman dan nyaman karena bedong adalah teknik yang membuatnya merasa selalu didekap Anda. “Nyaman seperti masih di dalam perut!” mungkin begitu yang akan diucapkan bayi jika ia bisa bicara.

3. Beri ruang bergerak

Kira-kira di usia 6 bulan, kemampuan bayi mengontrol gerak tubuh juga semakin baik. Untuk menunjangnya, beri bayi Anda ruang untuk bergerak merenggangkan tangan dan kaki. Ini juga baik untuk memperkuat otot tubuhnya lho, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   refleks,   refleks moro,   kesehatan










Cover April 2020