Mother&Baby Indonesia
5 Kesalahan Orang Tua yang Membuat Anak Mogok Makan

5 Kesalahan Orang Tua yang Membuat Anak Mogok Makan

Drama pemberian makan pada Si Kecil pasti dirasakan oleh setiap ibu ya, Moms! Padahal, melihat Si Kecil makan dengan lahap tentu membuat orang tua senang. Namun, proses pemberian makan tidak selalu berjalan lancar. Bisa saja Si Kecil malah enggan makan atau melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM)! Wah bahaya sekali ya!

Terkadang tanpa disadari, GTM justru terjadi karena kebiasaan Moms yang salah ketika memberi Si Kecil makan. Nah berikut ini beberapa kebiasaan salah yang mungkin tidak Anda sadari dan memicu Si Kecil mogok makan atau melakukan GTM.

1. Memaksa Si Kecil Ketika Tidak Mau Makan

Seiring usianya bertambah, Si Kecil akan memiliki pilihan makanannya sendiri dan ia sudah mulai memahami rasa dan tekstur yang diinginkannya. Bahkan beberapa anak terkadang menjadi picky eater atau pemilih makanan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Moms dalam memberi makan Si Kecil.



Akhirnya, orang tua terkadang memaksa anak untuk makan makanan yang ia tidak sukai, dan hal tersebut justru akan menimbulkan trauma tersendiri bagi anak. Memaksa Si Kecil makan hanya akan membuatnya semakin tidak suka dengan makanan tersebut, dan bahkan bukan tidak mungkin juga membuatnya tidak menyukai waktu makan.

2. Tidak Tepat Waktu

Pola makan yang tidak tepat waktu menjadi salah satu penyebab anak melakukan GTM. Hal ini berdasarkan penelitian oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menyatakan bahwa salah satu penyebab anak mogok makan adalah perilaku makan yang kurang tepat waktu, artinya Moms memberikan makanan saat belum waktunya makanan tersebut dikonsumsi Si Kecil. Misalnya, makan nasi daripada bubur saring di usia 7 bulan. Hal ini akan membuatnya mogok makan karena belum siap pada tekstur makanan yang Anda berikan.

3. Rutinitas Makan Tidak Tepat

Untuk membangun kebiasaan makan yang baik, sedini mungkin Moms harus membentuk rutinitas makan Si Kecil, misalnya dengan mengatur jadwal makan camilan 2 jam sekali, minum susu di jam tertentu, dan selalu duduk di kursi makan saat tiba waktunya makan. Jangan biarkan Si Kecil terlalu sering mengonsumsi camilan, sehingga akhirnya ia hanya makan sedikit ketika waktu makan tiba. Terlalu sering memberi makan di mobil, sambil menonton TV, atau saat bermain di halaman, juga bisa menyebabkan rutinitas makannya terganggu.



4. Pemberian Porsi Makan yang Tidak Tepat

Moms, selalu pilihkan jenis makanan yang tepat untuk Si Kecil, ya! Jika berat badan Si Kecil saat ini 15 kg, maka takaran makannya juga haruslah dihitung untuk ukuran anak dengan berat badan 15 kg. Jangan pernah berikan anak makanan yang sama porsinya dengan yang Anda makan sebelum waktunya tepat untuk itu. Porsi makan yang terlalu besar akan berakibat pada anak yang menjadi tidak mau makan, karena perutnya sudah terlalu kenyang. Jadi, penting untuk menyesuaikan waktu dan jumlah porsi makan anak.

5. Memaksa Anak Harus Menghabiskan Makanan

Selalu memaksa anak menghabiskan makanannya ternyata punya dampak buruk untuk kebiasaan makan Si Kecil. Hal ini bisa menimbulkan trauma dan rasa tak nyaman karena selalu harus menghabiskan makanan. Untuk menghindari kesalahan dalam memberi makan anak, Moms harus ingat kalau lambung bayi Anda masih berukuran kecil, jadi sesuaikan porsi makanannya sehingga ia tidak merasa terlalu kekenyangan dan bisa menghabiskan makanannya dengan benar. (Binar MP/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   anak,   anak mogok makan,   gerakan tutup mulut