Mother&Baby Indonesia
Waspada Efek Paparan Disinfektan bagi Ibu Hamil!

Waspada Efek Paparan Disinfektan bagi Ibu Hamil!

Ketika hamil, beberapa orang pasti memberikan Anda nasihat atau masukan untuk menjaga keselamatan Si Kecil, baik makanan yang harus dihindari maupun mulai berolahraga ringan. Beberapa ahli bahkan merekomendasi agar ibu hamil menghindari paparan berlebih terhadap bahan-bahan kimia tertentu, termasuk disinfektan. Wah, padahal akhir-akhir ini penggunaan disinfektan sedang marak untuk mencegah penularan COVID-19 atau virus corona. Lalu, apa ya yang harus dilakukan?

Yang Termasuk Disinfektan

Disinfektan digunakan untuk membunuh bakteri, virus, jamur, dan parasit pada barang-barang. Maka, penggunaan disinfektan sangat diperlukan pada fasilitas kesehatan. Tak hanya itu, sehari-hari penggunaan disinfektan juga dilakukan untuk keperluan membersihkan rumah dan perabot. Pada kehidupan sehari-hari, disinfektan dapat ditemukan pada cairan pemutih, penghilang noda, pembersih lantai, cat dinding, dan pembersih cat. Produk pembersih rumahan umumnya mengandung bahan kimia yang bisa ditoleransi dan cenderung aman, tapi lebih baik untuk tetap waspada dan menghindari dampak yang tidak diinginkan.




Baca Juga: Amankah Penyemprotan Disinfektan untuk Basmi Corona?


Hati-Hati Meningkatnya Risiko Keguguran

Yang perlu diketahui, paparan disinfektan yang terlalu banyak pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan serius, baik pada ibu atau anak. Ibu hamil dan janin yang sedang berkembang dapat menjadi sangat rentan terhadap paparan bahan-bahan kimia tertentu.

Melansir Medical News Today, penelitian yang dilakukan oleh Edward Via College of Osteopathic Medicine dan Virginia-Maryland College of Vetenirary Medicine di Virginia Tech, menemukan bahwa kerusakan saluran saraf (Neural Tube Defects/NTD) meningkat secara proporsional dengan banyaknya paparan terhadap disinfektan. NTD merupakan cacat pada janin yang umum terjadi di bulan pertama kehamilan, memengaruhi otak, tulang belakang, atau saraf tulang belakang janin.

Disinfektan juga dapat meningkatkan risiko asma pada keturunan. Penelitian yang dimuat pada European Respiratory Journal menyatakan bahwa anak yang lahir dari ibu yang menggunakan banyak produk pembersih rumah selama hamil dapat berisiko lebih tinggi untuk memiliki asma. Penelitian yang dilakukan oleh University of Bristol ini menemukan bahwa anak dari ibu yang terpapar disinfektan saat hami berisiko 41% lebih tinggi untuk wheezing (sesak napas akibat asma) hingga usia 7 tahun, serta memiliki fungsi paru yang kurang normal.

Selain itu, disinfektan juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Pada tahun 2014, Virginia Tech dan Washington State University mempelajari tentang penggunaan barang-barang pembersih rumahan dan kaitannya dengan kesehatan reproduksi. Mereka melakukan uji coba pada tikus dengan memaparkan disinfektan yang terkandung dalam produk pembersih komersial. Hasilnya, tikus-tikus yang terpapar disinfektan butuh waktu lebih lama untuk hamil, melahirkan lebih sedikit anak tikus, menderita lebih banyak keguguran, dan memiliki janin yang stres.




Baca Juga: Kenali Penyebab Terjadinya Keguguran Berulang, Moms!


Pemakaian Tepat oleh Ibu Hamil

Pada manusia, paparan disinfektan bisa didapatkan melalui berbagai cara, termasuk termakan atau terhirup. Maka dari itu, penggunaan disinfektan oleh ibu hamil haruslah diperhatikan. Adapun beberapa cara berikut dapat Moms lakukan agar penggunaan disinfektan aman.

1. Baca label komposisi produk. Produk pembersih rumah, seperti pembersih noda dan pembersih lantai, umumnya mengandung bahan kimia yang disebut VOC (volatile organic compounds), atau jenis-jenis polutan udara dalam ruangan. Bila Anda menemukan kata “beracun”, “berbahaya”, “korosif”, “beracun”, segera hindari pemakaian produk tersebut.

2. Buka jendela, buat aliran udara yang sehat saat membersihkan ruangan dengan produk disinfektan. Udara segar yang masuk dapat mempercepat pengeringan disinfektan dan menyingkirkan bau.

3. Gunakan pelindung saat penggunaan disinfektan, seperti masker dan sarung tangan. Masker dapat mencegah terhirupnya disinfektan ke dalam tubuh, sedangkan sarung tangan dapat melindungi kulit Anda dari paparan langsung terhadap disinfektan.

4. Minta bantuan orang lain untuk melakukan proses pembersihan menggunakan disinfektan selama Anda hamil. Hindari menyentuh benda yang dibersihkan atau berada dalam ruangan saat proses pembersihan.

5. Gunakan pembersih alami sebagai alternatif produk. Sebagai contoh baking soda dapat membantu untuk menggosok permukaan, dan vinegar dapat membantu membersihkan lantai. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: disinfektan,   ibu hamil,   covid-19,   virus,   bakteri