Mother&Baby Indonesia
Ini Bahayanya Jika Ibu Hamil Kurang Minum Air Putih

Ini Bahayanya Jika Ibu Hamil Kurang Minum Air Putih

Kita semua tahu pentingnya memenuhi kebutuhan cairan untuk tubuh kita sehari-hari. Kekurangan cairan akan menimbulkan berbagai keluhan di tubuh dan berisiko membuat kita mengalami dehidrasi yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.

Guna memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari, kita dianjurkan untuk minum minimal 8 gelas air putih sehari. Namun untuk kebutuhan ibu hamil, jumlah tersebut tentu harus ditambahkan. Pasalnya, kebutuhan cairan wanita saat hamil memang kerap meningkat.




Kebutuhan Air bagi Ibu Hamil

Menurut National Academy of Medicine, ibu hamil sebaiknya minum sebanyak 8-10 gelas air dengan jumlah total kurang lebih 2,3 liter per hari. Angka tersebut masih ditambah cairan yang berasal dari makanan, seperti buah dan sayur, sehingga total asupan cairan menjadi 3 liter per hari.

Mencukupi kebutuhan cairan sangat penting bagi bumil. Selain untuk membentuk cairan ketuban dan memenuhi kebutuhan aliran darah ke janin, air juga mengandung fluorida yang dapat membantu perkembangan gigi dan tulang janin. Kecukupan cairan juga penting untuk mencegah terjadinya gangguan pada ibu hamil, seperti konstipasi, wasir, serta infeksi saluran kemih.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah kebutuhan cairan Anda tercukupi adalah ketika urine tampak berwarna kuning muda atau bening. Sebaliknya, jika kebutuhan cairan belum cukup, maka frekuensi BAK akan berkurang, urine berwarna kuning pekat, menjadi kurang berkeringat, sulit fokus, sering mengantuk, hingga muncul rasa melayang atau lemas.


Bahayanya Jika Bumil Kekurangan Cairan

Ada sejumlah bahaya yang bisa timbul apabila bumil mengalami kekurangan cairan akibat tidak cukup mengonsumsi air minum sehari-hari, yakni:



1. Dehidrasi. Selama hamil, Moms rentan terkena dehidrasi. Ada beberapa penyebabnya, seperti morning sickness yang membuat Anda kehilangan banyak cairan tubuh dan tubuh yang terasa gerah karena perkembangan janin membuat Anda jadi lebih sering berkeringat.

2. Cairan ketuban sedikit. Sedikit atau banyaknya cairan ketuban bergantung dari sedikit atau banyaknya cairan di dalam tubuh bumil. Jadi, bila Anda kurang minum, cairan ketuban akan jadi sedikit. Padahal, cairan ketuban merupakan salah satu hal yang penting saat Anda hamil. Cairan ini berfungsi untuk melindungi bayi dari guncangan dan infeksi, membantu menjaga suhu dalam rahim, mencegah, hingga membantu sistem pernapasan dan pencernaan janin. Kekurangan cairan ketuban tentu akan berdampak buruk pada perkembangan janin.

3. Janin berisiko terlahir prematur. Hal ini karena cairan ketuban yang sedikit bisa memicu munculnya kontraksi, sehingga berdampak pada persalinan sebelum waktunya. Bayi yang lahir prematur akan butuh penanganan khusus, karena banyak gangguan yang ia alami, seperti belum berkembangnya organ tubuh, sistem pernapasan, dan kekebalan tubuh yang sempurna.

4. Terhambatnya peredaran darah di tubuh. Butuh cairan yang cukup agar peredaran darah di dalam tubuh bisa berjalan dengan lancar. Kekurangan air minum akan membuat peredaran darah Anda jadi tidak lancar dan itu akan berdampak buruk terhadap perkembangan janin Anda, Moms.

5. Berbahaya bagi ginjal. Cairan tubuh juga berperan dalam kerja ginjal untuk membuang limbah dan racun dari tubuh dalam bentuk urine. Jika Anda kurang minum, kerja ginjal akan semakin berat dan fungsinya tidak akan optimal. Urine yang tertahan di tubuh bisa menjadi racun berbahaya bagi janin. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   ibu hamil,   kehamilan,   kebutuhan air ibu hamil,   ibu hamil kurang minum