Mother&Baby Indonesia
Kenali Gejala dan Cara Penanganan Ambeien pada Balita

Kenali Gejala dan Cara Penanganan Ambeien pada Balita

Ambeien merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh orang dewasa. Namun ternyata Si Kecil juga bisa lho Moms, mengalami penyakit yang disebabkan karena pembengkakan pembuluh darah pada daerah anus atau dubur ini.

Sebenarnya, kasus ambeien pada bayi dan balita jarang terjadi. Melansir laman Momjunction, sebuah studi tentang masalah anorektal di kalangan anak-anak menemukan kasus ambeien hanya 4,2 persen. Risiko ambeien ini menjadi signifikan ketika bayi nantinya bertumbuh besar.

Meski umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap saja penyakit ini membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Apalagi bila dialami oleh Si Kecil yang belum bisa menjelaskan bagaimana keluhan yang ia rasakan.




Apa saja penyebab ambeien pada Si Kecil?

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan ambeien pada Si Kecil, di antaranya:

• Duduk di toilet terlalu lama (lebih dari 10 menit), sehingga menyebabkan pengumpulan darah dan stagnasi di daerah panggul.

• Mengejan saat buang air besar (BAB) karena sembelit atau masalah pencernaan lain yang menyebabkan ambeien.

• Kurang mengonsumsi sayur dan buah yang berserat.

• Kurangnya aktivitas yang dilakukan Si Kecil.

• Sering duduk di permukaan yang keras dalam waktu yang lama.

• Pembentukan tumor di usus besar dapat menyebabkan stagnasi darah sehingga bisa menyebabkan ambeien pada anak-anak.

• Pada situasi tertentu, tantrum yang sering dialami Si Kecil juga dapat menyebabkan ambeien. Hal ini dikarenakan saat anak merasa stres dan sering menangis, darah mengalir ke daerah panggul dan meningkatkan tekanan pada perut dari dalam sehingga darah berhenti di daerah dubur.

• Faktor keturunan juga bisa menyebabkan anak mengalami ambeien.


Bagaimana gejala ambeien pada Si Kecil?

Gejala ambeien yang ditunjukkan pada setiap anak berbeda-beda. Namun sebagian besar anak biasanya mengalami:

• Adanya perdarahan di dubur yang muncul ketika Si Kecil BAB.

• Anak merasakan gatal pada dubur karena keluarnya lendir yang bercampur dengan feses saat BAB.

• Anak merasa sakit dan tidak nyaman selama BAB.



• Tekstur tinja keras dan kering.

• Anak takut ke toilet.

• Ada benjolan yang tampak keluar dari anus.


Bagaimana diagnosis ambeien pada Si Kecil?

Adanya perdarahan pada feses bukan satu-satunya hal yang menjadi diagnosis dari ambeien pada Si Kecil. Sejumlah prosedur bisa dijalani untuk mengetahui diagnosis ambein pada anak, di antaranya pemeriksaan fisik, pemeriksaan rektum digital, dan kolonoskopi.


Bagaimana menangani ambeien pada Si Kecil?

Penanganan ambeien pada Si Kecil biasanya disesuaikan dengan beberapa faktor di antaranya usia anak, kondisi kesehatannya, riwayat medis, kondisi dari ambeien, toleransi anak terhadap obat-obatan, prosedur atau terapi tertentu.

Ambeien pada anak dapat juga diatasi dengan melakukan perawatan di rumah seperti:

• Berikan Si Kecil makanan yang kaya serat seperti termasuk buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

• Pastikan Si Kecil mengonsumsi banyak air putih.

• Merendam area dubur di air biasa atau air hangat 2-3 kali sehari selama 10-15 menit untuk mengurangi rasa gatal dan nyeri karena ambeien.

• Gunakan es batu untuk mengurangi pembengkakan.

• Untuk melumasi dan memudahkan keluarnya feses saat BAB, oleskan petroleum jelly pada anus Si Kecil.

• Ajak Si Kecil untuk aktif bergerak untuk membantu pencernaannya lancar.

Nah Moms, sebagai orang tua, tentu kita tidak ingin kan Si Kecil mengalami ambeien? Maka untuk mencegahnya, selain Anda memastikan Si Kecil mengonsumsi makanan yang kaya serat dan mendapat cairan yang cukup, biasakan pula Si Kecil untuk makan dalam porsi kecil dengan intensitas sering, dan biasakan ia memiliki aktivitas fisik setiap harinya. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: ambeien,   anak,   balita,   kesehatan










Cover April 2020