Mother&Baby Indonesia
Ibu Menyusui Berpuasa, Akankah Produksi ASI Berkurang?

Ibu Menyusui Berpuasa, Akankah Produksi ASI Berkurang?

Di bulan Ramadan ini, masa nifas Anda telah selesai. Itu artinya Anda sudah bisa berpuasa. Tapi, masalahnya Anda sedang memberikan ASI eksklusif untuk buah hati Anda. Selama 6 bulan Si Kecil hanya boleh mengonsumsi ASI. Jadi bagaimana? Amankah ibu menyusui berpuasa? Dan bagaimana dengan produksi ASI-nya, apakah akan bisa berkurang jika ibu menyusui tetap ingin berpuasa?

Sama seperti wanita yang tengah hamil, berpuasa untuk wanita yang sedang menyusui sebenarnya juga tidak diwajibkan, alias ada rukhsah atau keringanan. Kebanyakan ibu menyusui merasa khawatir jika berpuasa akan memengaruhi produksi ASI yang keluar. Dalam Islam, sebenarnya ibu menyusui mendapat keringanan untuk tidak berpuasa saat menyusui.

Tetapi bagi Moms yang tetap ingin berpuasa, The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menegaskan bahwa berpuasa selama bulan Ramadan tidak akan memengaruhi kondisi dan komposisi ASI yang dihasilkan.



Saat berpuasa, tubuh Anda akan beradaptasi. Tubuh akan mengambil cadangan gizi, seperti energi, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang sudah disimpan tubuh. Kemudian, tubuh akan ‘diisi ulang’ saat Anda berbuka puasa.

Tips Sukses Pemberian ASI Eksklusif ketika Berpuasa

Jika Anda tak memiliki gangguan kesehatan dan dokter membolehkan, Anda tetap bisa menjalankan puasa, meskipun sedang memberi ASI eksklusif, Moms. Agar puasa dan pemberian ASI eksklusif sukses, berikut tips yang perlu Anda perhatikan:

1. Asupan gizi seimbang

Agar produksi ASI bagus, makanan yang dikonsumsi pun harus bergizi seimbang. Jumlah karbohidrat, lemak, dan protein yang dikonsumsi harus seimbang. Jangan terlalu banyak makan nasi atau hanya mengonsumsi makanan tertentu saja ya, Moms.

2. Perhatikan asupan protein

Sehabis menyusui, Anda pasti sering merasa lapar. Untuk menyiasatinya, saat berpuasa, Anda perlu memperhatikan asupan protein secara ekstra. Usahakan untuk mengonsumsi protein hewani, seperti daging, ikan, dan lain-lain yang tinggi kalori dan protein, agar Anda tidak mudah lapar.

3. Perhatikan asupan cairan



Asupan cairan adalah salah satu hal paling penting yang harus diperhatikan saat ibu menyusui berpuasa. Jumlah air yang harus masuk ke dalam tubuh Anda adalah sekitar 2.5 hingga 3 liter. Selain air putih, Moms juga dapat minum jus buah, susu, atau yoghurt saat berpuka atau sahur. Ibu menyusui harus banyak minum untuk menjaga jumlah produksi ASI. Jadi, Si Kecil tak akan kekurangan ASI di siang hari.

4. Persediaan ASI

Jangan lupa juga untuk menyediakan ASIP di rumah. Berpuasa bukan berarti Anda berhenti menyediakan ASIP untuk Si Kecil. Anda bisa memerah ASI saat malam hari atau setelah sahur.

5. Cukup istirahat

Wajar jika Anda sering merasa lemas di hari puasa, maka gunakanlah waktu luang Anda untuk beristirahat. Di siang hari, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk tidur siang sekitar 30 menit hingga 1 jam. Usahakan pula agar waktu tidur Anda minimal 8 jam sehari agar tubuh tetap fit saat beribadah puasa.

Untuk suksesnya pemberian ASI eksklusif, penting bagi ibu hamil memenuhi kebutuhan kalori Anda. Yang pasti, saat menyusui, Moms perlu energi lebih besar untuk memproduksi ASI. Smoothie bisa menjadi pilihan yang sehat, lezat, dan mengenyangkan lho, Moms! Anda bisa membuat Smoothie Kacang Apel untuk menu berbuka puasa. Untuk cara membuatnya, Moms bisa lihat tayangan video YouTube Mother & Baby Indonesia berikut ini. Selamat mencoba, Moms! (M&B/SW/Dok. Freepik)




Tags: ibu menyusui,   puasa,   ramadan,   asi,   produksi asi










Cover April 2020