Mother&Baby Indonesia
ASI Berubah Warna, Ini Penyebab dan Waktu Perubahannya

ASI Berubah Warna, Ini Penyebab dan Waktu Perubahannya

Moms pasti sudah tahu bahwa ASI atau air susu ibu merupakan asupan pertama dan utama bagi bayi, khususnya hingga ia berusia 6 bulan. Manfaat ASI bagi Si Kecil pun sangat banyak, seperti kandungan antibodi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya dan menjaga kesehatan sistem pencernaannya.

Tapi disadari atau tidak, ternyata warna ASI tidak melulu putih seperti susu pada umumnya dan bisa berubah-ubah. Anda tak perlu khawatir karena perubahan ini tidak membahayakan Si Kecil, kok. Namun, akan lebih baik jika Moms mengetahui apa penyebab ASI berubah warna dan kapan saja perubahannya.

Kapan ASI Berubah Warna?

Umumnya, ASI akan mengalami perubahan warna selama dua minggu setelah melahirkan. Tahapan tersebut di antaranya:



1. Kolostrum

• Susu pertama yang diproduksi payudara setelah bayi lahir dan terjadi hingga lima hari pasca-melahirkan.

• Kaya akan antibodi.

• Warna kekuningan.

2. Susu transisi

• ASI yang diproduksi oleh payudara setelah kolostrum habis.

• Terjadi antara lima sampai 14 hari setelah persalinan.

• Warna antara kekuningan atau oranye dengan tekstur lebih kental.

3. Susu matang

• ASI yang mulai diproduksi payudara sekitar 2 minggu pasca-persalinan.

• Fase pertama disebut sebagai foremilk, yang memiliki warna putih, bening, atau kebiruan di awal setiap menyusui.



• Fase berikutnya adalah hindmilk, yaitu susu menjadi lebih kental dan agak kuning menjelang akhir setiap menyusui.

Faktor Perubahan Warna


Jika diperhatikan, tentu ada penyebab terjadinya perubahan warna pada ASI dan sebenarnya tidak berbahaya saat diminum Si Kecil. Namun tak jarang juga kondisi ini menyebabkan feses bayi memiliki warna tak lazim, misalnya jadi lebih merah, yang mungkin dikarenakan Anda telah makan buah bit. Beberapa faktor umum yang membuat ASI berubah warnanya meliputi:

• Makan makanan dengan pewarna buatan.

• Mengkonsumsi makanan yang kaya akan betakaroten (wortel, labu, dan lain-lain).

• Makan sayuran hijau.

• Minum minuman berwarna (soda, kopi, dan sebagainya).

• Minum obat atau vitamin.

• Puting pecah-pecah atau kapiler pecah, hingga muncul lecet dan berdarah.

• Membekukan ASI perah.

Perlu Ke Dokter Jika…

Perubahan warna pada ASI seperti kemerahan atau merah muda yang terjadi terus-menerus perlu Moms waspadai. Konsultasikan ke dokter untuk memastikan bahwa kondisi ini karena lecet biasa, dan bukanlah gejala dari infeksi payudara atau kanker payudara.

ASI yang berubah warna menjadi hitam atau kecokelatan juga bisa terjadi. Kondisi ini disebabkan obat atau suplemen yang Anda konsumsi, sehingga bisa ditanyakan ke dokter apakah itu aman untuk ibu menyusui. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: asi,   warna asi,   ibu menyusui,   air susu ibu