Mother&Baby Indonesia
7 Manfaat Makan Bersama Keluarga Berdasarkan Penelitian

7 Manfaat Makan Bersama Keluarga Berdasarkan Penelitian

Hikmah di balik karantina saat PSBB? Tentu saja jadi lebih banyak waktu untuk berdekatan dengan keluarga, termasuk makan bersama. Momen makan bersama ternyata penting banget lho, Moms, karena memberikan banyak manfaat untuk perkembangan Si Kecil. Dilansir dari Parents, yuk, ketahui manfaat makan bersama keluarga berikut ini.

1. Mengajarkan Pola Makan yang Baik

Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open menunjukkan kalau makan bersama keluarga berkaitan erat dengan pola makan yang lebih baik. Mungkin efeknya tidak langsung terasa saat ini, melainkan nanti, ketika Si Kecil sudah remaja (ya, suatu masa ketika junk food mendominasi selera makan anak Anda).

Menurut penelitian ini, remaja yang sering makan bersama keluarganya cenderung mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah, juga cenderung tidak suka makanan cepat saji dan minuman bergula tinggi.



2. Mencegah Masalah Psikososial

Rutin makan malam bersama keluarga bisa mencegah anak mengalami gangguan makan, depresi, pikiran untuk bunuh diri, bersikap kasar, dan penggunaan alkohol juga narkoba di kemudian hari. Ini disampaikan oleh penelitian tahun 2015 dari para peneliti asal Kanada.

3. Mengurangi Masalah Berat Badan

Studi yang dimuat di Journal of Pediatrics menemukan hubungan erat antara seringnya makan bersama keluarga dan masalah obesitas di 10 tahun yang akan datang, terutama pada anak remaja berkulit hitam. Studi ini menyarankan untuk makan bersama keluarga setidaknya satu atau dua kali seminggu.

4. Meningkatkan Percaya Diri Anak

Menurut para pakar di Stanford Children’s Health, percakapan yang terjadi saat makan bersama keluarga bisa membuat anak Anda merasa lebih percaya diri. Komunikasi orang tua dan anak ini membuat Si Kecil tahu kalau ia didengar, dihargai, dan dihormati di keluarganya sendiri.

Biarkan anak memilih sendiri kursinya, dan minta ia membantu menyiapkan makan bersama. Keterlibatan ini juga membuat Si Kecil merasa dibutuhkan dan lebih menghargai keluarganya.



5. Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Berdasarkan sebuah studi di Kanada pada 2018 lalu, para partisipan studi yang keluarganya memiliki pengalaman positif makan bersama di usia 6 tahun menunjukkan keuntungan positif ketika usianya 10 tahun. Selain lebih sehat dan bugar, mereka juga lebih lancar berkomunikasi karena diskusi dan interaksi di meja makan yang sehat dengan anggota keluarganya.

6. Membantu ‘Melawan’ Cyberbullying

Remaja yang sering makan bersama keluarga (idealnya 4 hingga 5 kali seminggu) merasa tidak begitu terganggu jika mengalami cyberbullying. Dibanding anak yang jarang makan bersama, cyberbullying bisa membuat mereka merasa depresi, cemas berlebih, dan ingin menggunakan zat terlarang.

Menurut para peneliti, makan bersama keluarga banyak memberikan anak arahan dari orang tua dan komunikasi yang terbuka. Itulah yang membuat mereka lebih mudah ‘melawan’ dampak cyberbullying.

7. Anak Lebih Cerdas di Sekolah

Interaksi sehat dengan orang tua saat makan bersama membuat anak merasa tak canggung meluapkan ide-ide cemerlangnya demi mendapat masukan. Mereka lebih percaya diri dan lebih mudah menerima ilmu-ilmu berharga dari orang tuanya. Tak heran anak seperti ini lebih cemerlang di sekolah. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: makan,   keluarga,   makan bersama










Cover April 2020