Mother&Baby Indonesia
Tips Agar MPASI untuk Bayi Lebih Tahan Lama

Tips Agar MPASI untuk Bayi Lebih Tahan Lama

Di tengah pandemi COVID-19 yang berlangsung saat ini, Moms mungkin tidak bisa sering keluar rumah untuk membeli bahan makanan sehari-hari bagi keluarga, termasuk untuk menu MPASI Si Kecil. Hal tersebut sesungguhnya bisa disiasati dengan membuat makanan pendamping ASI dalam porsi lebih banyak.

Namun masalahnya, cara penyimpanan yang salah bisa berakibat menu MPASI yang telah Anda buat menjadi basi dan akhirnya terbuang sia-sia. Berikut adalah tips menyimpan MPASI bagi Si Kecil agar bisa bertahan lebih lama, Moms.

1. Simpan di Freezer

Selain mempersiapkan menu MPASI instan yang bisa dibuat setiap kali Si Kecil hendak makan, Moms juga bisa membuat menu makanan pendamping ASI yang terbuat dari puree buah-buahan atau sayuran. Agar lebih tahan lama, Anda bisa menyimpan puree tersebut dalam ice cubes (cetakan es) yang ukurannya disesuaikan dengan porsi makan anak.



Pastikan cetakan es tersebut dalam keadaan bersih sebelum memasukkan puree ke dalamnya. Tutup cetakan, dan masukkan ke dalam freezer. Jangan lupa beri label tanggal pembuatan dan jenis makanan di bagian luar cetakan karena Moms hanya bisa menyimpan makanan bayi di dalam freezer selama 1 hingga 3 bulan saja. Saat akan diberikan kepada Si Kecil, Anda tinggal mencairkan atau memanaskannya saja. 

2. Hindari Wadah Kaca

Sangat disarankan, Moms tidak menggunakan wadah yang terbuat dari kaca atau beling sebagai tempat menaruh MPASI yang dibekukan. Gelas yang beku dapat pecah atau menyebabkan adanya pecahan kecil di kaca dan meninggalkan pecahan mikroskopis yang dapat menempel pada makanan. Cara paling aman adalah membekukan makanan bayi dalam wadah plastik bertanda “OK to freeze”. 

3. Perhatikan Suhu Freezer

Untuk hasil terbaik, makanan beku harus tetap pada suhu di bawah nol secara konsisten. Kulkas dua pintu dengan freezer terpisah akan lebih baik untuk menyimpan MPASI dibandingkan dengan freezer di kulkas satu pintu. Freezer di kulkas dua pintu cenderung lebih terjaga suhunya karena tidak sering dibuka atau ditutup pintunya.

4. Menghindari Bakteri

Saat memasukkan makanan pendamping ASI ke wadah, pastikan sudah sesuai dengan porsi makan Si Kecil. Jangan menggunakan wadah terlalu besar saat membekukan menu MPASI buah hati Anda. Pasalnya, makanan yang telah dibuka dan dipanaskan, tidak boleh dimasukkan kembali ke dalam freezer. Apalagi jika makanan tersebut telah tersentuh tangan, sehingga berpotensi terkontaminasi oleh bakteri dan membuatnya cepat basi.

Yang Perlu Diperhatikan

Saat membuat stok dan memberikan MPASI beku bagi Si Kecil, Moms perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:



• Menggunakan bahan berkualitas baik dan sudah dicuci bersih agar tidak terjadi penumpukan bakteri, khususnya untuk MPASI buah yang tidak dimasak terlebih dahulu. Adanya bakteri bisa mengganggu pencernaan bayi dan berpotensi membuat makanan Si Kecil mudah basi.

• Moms perlu mendinginkan menu MPASI dalam waktu dua jam setelah dimasak. Sebab, bakteri akan mulai tumbuh pada suhu kamar setelah lebih dari dua jam makanan tersebut dimasak.

• Untuk MPASI yang terbuat dari buah-buahan, Anda bisa mencairkannya dengan cara menaruh di kulkas bagian bawah selama beberapa jam lalu keluarkan hingga makanan mencapai suhu ruangan dan cair secara perlahan. Untuk MPASI yang telah dimasak terlebih dahulu, Anda bisa menghangatkannya dengan kukusan (steamer) atau microwave.

• Setelah dikeluarkan dari freezer, makanan pendamping ASI bagi Si Kecil harus dikonsumsi dalam waktu 1 x 24 jam ya Moms.

• Untuk MPASI yang diolah atau dimasak terlebih dahulu, disarankan untuk tidak disimpan dalam freezer lebih dari satu minggu karena dikhawatirkan akan ada perubahan rasa. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: mpasi,   makanan pendamping asi,   pandemi,   puree,   covid-19










Cover April 2020