Mother&Baby Indonesia
Attachment Parenting, saat Orang Tua Responsif ke Anak

Attachment Parenting, saat Orang Tua Responsif ke Anak

Dalam mengasuh anak, Ada aneka jenis pola asuh yang Moms dan Dads perlu ketahui agar bisa diterapkan pada anak. Beberapa di antaranya adalah RIE parenting, Drone parenting, dan Positive parenting.

Salah satu gaya pola asuh yang juga cukup populer dan dipakai oleh banyak orang tua adalah attachment parenting, yang juga sudah ada sejak lama. Dalam penerapannya, Moms dan Dads perlu memiliki responsivitas yang cukup tinggi akan kebutuhan anak.

Prinsip 7B

Attachment parenting sendiri bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan kuat antara anak dan orang tuanya. Agar dapat menerapkan pola asuh ini, ada prinsip dasar yang dikenal dengan istilah 7B dan perlu Anda pahami, sebagai berikut:



1. Birth Bonding

Bonding atau kedekatan antara orang tua dan anak bisa terbentuk dari serangkaian kegiatan yang Anda lakukan bersama Si Kecil sepanjang pertumbuhannya. Hal ini bisa dibangun bahkan sejak bayi dalam kandungan atau setelah ia lahir.

2. Breastfeeding

Menyusui tentu menjadi salah satu kegiatan untuk membangun chemistry sekaligus kedekatan antara Anda dan Si Kecil. Aktivitas ini juga akan mampu merangsang produksi hormon prolaktin dan oksitosin yang tentu berguna untuk mendorong intuisi keibuan Anda.

3. Baby Wearing

Sering menggendong bayi tentu bukanlah hal buruk. Dr. William Sears, dokter anak dari Amerika Serikat sekaligus pencetus pola pengasuhan ini berpendapat bahwa bayi yang sering digendong akan menjadi lebih pintar dibandingkan dengan bayi yang hanya dibiarkan diam dalam boksnya.

4. Bedding Close to Baby

Masih banyak orang tua yang memutuskan untuk tidur satu ranjang dengan bayi mereka. Hal ini dianggap dokter William dapat membantu menguatkan hubungan antara Anda dan Si Kecil, terutama bagi orang tua yang sibuk bekerja.

5. Belief in The Language Value of Baby’s Cry

Tangisan merupakan cara bayi untuk berkomunikasi. Ketika Anda memberikan respons yang baik saat ia menangis, akan tumbuh kepercayaan dari Si Kecil kepada Anda sebagai orang tuanya.



6. Beware of Baby Trainers

Memberi nasihat pada Si Kecil tentu perlu dilakukan, namun perlu Anda saring dahulu saran dari orang lain. Dengan lebih selektif dalam memberikan nasihat, ini akan membuat anak juga tidak merasa terlalu dituntut berbagai macam hal oleh orang tuanya sendiri.

7. Balance

Memiliki keseimbangan dalam setiap hal memang harus bisa Anda pahami dengan baik. Hal ini tentu akan membantu Moms dan Dads untuk bisa menjalankan peran antara orang tua atau teman dengan Si Kecil. Selain itu, keseimbangan juga diperlukan dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan anak, dengan tahu waktu untuk tetap memberikannya atau siap untuk berkata tidak sebagai penolakan dari permintaannya.

Pro dan Kontra


Ketika Anda memutuskan untuk menerapkan attachment parenting, maka Anda harus siap dengan pendapat bahwa ‘Anda terlalu memanjakan anak’. Pasalnya, ada empat komponen yang akan Anda lakukan dan diperhatikan oleh orang lain, di antaranya:

• Tidur bersama dengan mengikuti jadwal tidur anak.

• Memberi makan sesuai permintaan anak (sejak menyusui, MPASI, hingga menyapih).

• Sering memegang, menyentuh, atau memakaikan segala sesuatu yang anak perlukan.

• Responsif pada setiap tangisan atau amukannya.

Namun, tentunya ada manfaat yang bisa Moms dan Dads sadari dimiliki oleh Si Kecil. Misalnya, ia menjadi lebih empati, jarang menangis di kemudian hari, serta tingkat stres yang juga berkurang. Meski begitu, pastikan bahwa pola asuh yang akan diterapkan sudah didiskusikan dan disepakati bersama di dalam rumah. Jika perlu, libatkan juga kakek-nenek, pengasuh, atau anggota keluarga lain dengan memberi pemahaman pada pola asuh yang Anda pilih untuk Si Kecil. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   pola asuh,   attachment parenting










Cover April 2020