Mother&Baby Indonesia
Kenali Tanda Kolesterol Tinggi dan Faktor Risikonya

Kenali Tanda Kolesterol Tinggi dan Faktor Risikonya

Moms pasti sudah tahu kalau kadar kolesterol tinggi dalam darah bukanlah hal yang baik. Itu bisa menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit berbahaya, sebut saja serangan jantung, stroke, dan peripheral artery disease (PAD).

Untuk menghindari semua kemungkinan tersebut, sangat penting bagi Moms untuk mengontrol kadar kolesterol dan mengenali tanda-tanda kolesterol tinggi. Terlebih, di bulan Ramadan ini, biasanya hasrat pun meningkat untuk menikmati makanan yang digoreng dengan minyak banyak.

Kolesterol Baik VS Kolesterol Jahat




Kolesterol memang selalu dikaitkan dengan berbagai penyakit ya, Moms, padahal tidak semua kolesterol tuh jahat, lho. Menurut John Hopkins Medicine, kolesterol adalah komponen alami yang ada di darah semua orang. Ini diperlukan untuk menghasilkan hormon, membangun sel baru, dan melancarkan metabolisme tubuh.

Jenis kolesterol ternyata bermacam-macam, ada high-density lipoprotein (HDL) yang membantu melindungi tubuh Anda, ada juga low-density lipoprotein (LDL) yang sering disebut ‘kolesterol jahat’ karena bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit lainnya.

Nah, pola makan yang tidak baik dan gaya hidup yang kurang sehat bisa menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Jika terus dibiarkan, tentu saja kolesterol akan menjadi plak yang kemudian menyumbat aliran darah. Inilah yang di kemudian hari memicu penyakit jantung dan pembuluh darah.

Tanda-tanda Kolesterol Tinggi


Beberapa tanda fisik Anda mungkin mengalami kolesterol tinggi adalah:

1. Mudah Lelah

Kolesterol tinggi menyumbat pembuluh darah, sehingga peredaran darah dalam tubuh pun ikut tidak lancar. Kalau sudah begini, tubuh pun mudah merasa lelah dan sering merasa nyeri di beberapa bagian tubuh, seperti kaki dan tangan.

2. Sakit Leher

Keluhan yang satu ini bisa terjadi seketika setelah mengonsumsi makanan tinggi kolesterol lho, Moms. Beberapa penderita kolesterol tinggi bahkan mengatakan sakit leher ini bisa membuatnya sulit menggerakkan kepala. Walau berbagai masalah kesehatan lain juga bisa mengakibatkan sakit leher, namun pada kasus kolesterol tinggi ini sangat umum terjadi. Penyebabnya sederhana, karena kolesterol menumpuk di pembuluh darah sehingga aliran darah menuju otak pun terhambat dan leher Anda menjadi sakit.



3. Nyeri Dada

Penumpukan plak akibat kolesterol tinggi bisa menghambat aliran darah menuju jantung dan menyebabkan dada Anda terasa nyeri. Inilah mengapa dikatakan kolesterol tinggi dapat menyebabkan serangan jantung. Jangan dianggap enteng ya, Moms.

4. Sakit Kepala

Tidak lancarnya peredaran darah ke otak, enggak cuma bisa membuat Anda merasa sakit di leher, tetapi juga sakit kepala, Moms. Beberapa orang merasakan sakit kepala yang hebat, namun banyak juga yang hanya merasakan sedikit pening.

Faktor Risiko


Mengutip Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kolesterol tinggi, yaitu:

• Pola makan buruk, seperti sering mengonsumsi lemak jenuh dan lemak trans.

• Obesitas. Indeks massa tubuh di atas 30 meningkatkan risiko Anda mengalami kolesterol tinggi lho, Moms.

• Kurang olahraga. Rutin berolahraga meningkatkan kolesterol baik sekaligus meningkatkan suatu partikel yang membantu membasmi LDL si kolesterol jahat.

• Merokok. Kebiasaan buruk ini merusak dinding pembuluh darah dan membuat Anda berisiko mengalami kolesterol tinggi. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: kolesterol,   ldl,   hdl,   kesehatan










Cover April 2020