Mother&Baby Indonesia
Ini Perbedaan Pneumonia Virus/Bakteri dengan COVID-19

Ini Perbedaan Pneumonia Virus/Bakteri dengan COVID-19

Semakin meningkatnya kasus COVID-19 atau yang terpapar virus corona tentu menimbulkan kekhawatiran. Apalagi, virus ini bisa langsung menyerang organ paru-paru, hingga penderitanya mengalami gejala yang tampak seperti penyakit pneumonia.

Meskipun begitu, terdapat perbedaan di antara kedua penyakit ini yang perlu Moms ketahui, sehingga Anda atau Si Kecil bisa mendapatkan penanganan yang tepat apabila mengalami kondisi ini.

Penyebab dan Gejala

Pneumonia sendiri merupakan kondisi radang paru yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Infeksi ini menimbulkan kerusakan jaringan paru, terutama pada bagian paru tempat bertukarnya udara. Bakteri seperti Streptococcus dan Haemophilus influenza tipe B jenis menjadi yang paling sering menyerang.



Gejala yang timbul jika Si Kecil terpapar pneumonia di antaranya:

• Sesak napas karena kekurangan oksigen yang masuk.

• Demam tinggi.

• Hidung anak terlihat jelas kembang-kempis saat bernapas.

• Napas anak berbunyi.

• Batuk dan pilek.

• Si Kecil tidak mau makan atau menyusu.

• Anak mengalami nyeri dada atau perut.

• Anak terlihat gelisah dan lemas.

• Bibir dan kuku tampak membiru.

• Dalam beberapa kasus, bayi yang mengalami pneumonia akibat infeksi virus terkadang juga bisa mengalami muntah disertai diare.



Penularan pneumonia sendiri terjadi melalui udara dari batuk, bersin, atau jika pasien pneumonia yang di dekatnya berbicara. Semakin muda usia bayi, semakin tinggi risikonya mengalami penyakit ini. Yang paling berbahaya adalah saat otak dan jantung kekurangan oksigen hingga bisa menyebabkan kematian.

Sedangkan COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan virus corona. Virus ini merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS-CoV (Sindrom Pernapasan Timur Tengah-Virus Corona) dan SARS (Sindrom Pernapasan Akut Parah).

Gejala yang muncul pada penderitanya adalah demam lebih dari 38 derajat Celsius, batuk, dan sesak napas yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Tetapi, pada kasus yang lebih parah, infeksi virus corona dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Perbedaan Pneumonia dan COVID-19


Meski tampak sama, namun terdapat dua hal yang membedakan COVID-19 dengan pneumonia yang bisa dialami anak-anak maupun orang dewasa, yaitu:

1. Gejala dan Penyebab, Serupa Tapi Tak Sama

Dari penjelasan di atas, gejala kedua penyakit ini cukup mirip, yaitu pasien mengalami batuk, suhu tinggi, hingga kesulitan bernapas. Namun, pasien yang menderita COVID-19 kemungkinan bisa mengalami pneumonia karena kondisi tubuhnya yang kurang baik.

Sedangkan pneumonia sendiri bisa terjadi jika pasien terinfeksi tidak mendapatkan penanganan medis sejak awal muncul gejala hingga menjadi semakin parah. Hal ini yang menjelaskan bahwa jumlah pasien meninggal akibat COVID-19 adalah yang sudah memiliki riwayat kesehatan kurang baik, terutama di bagian paru.

2. Pengobatan

Penyakit pneumonia bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik, bahkan bisa dicegah menggunakan vaksinasi, sedangkan penyakit akibat virus corona belum ditemukan vaksinnya hingga saat ini, karena masih tergolong sebagai penyakit baru.

Dari banyaknya kasus yang terjadi, diketahui bahwa pasien COVID-19 bisa sembuh dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karenanya, selama perawatan, baik dibantu oleh tim medis atau karantina diri sendiri selama 2 minggu, pasien harus mendapatkan asupan untuk meningkatkan sistem imunitas agar dapat membunuh virus corona dalam tubuhnya.

Jadi, mulai sekarang ada baiknya Anda dan keluarga melakukan aktivitas serta menjaga asupan makanan agar tubuh tetap sehat dan bugar. Pastikan untuk bisa melakukannya di rumah saja, dan selalu mencuci tangan sehingga terhindar dari paparan virus corona. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   pneumonia,   covid-19,   virus corona